• Banner Blog - Pyfahealth Official Store

Zat Besi

Zat Besi – Zat besi adalah salah satu mineral penting yang harus dimiliki tubuh untuk menjaga kesehatan. Mengapa? Sebab, fungsi zat besi sendiri sangat dibutuhkan tubuh untuk membantu metabolisme protein, produksi hemoglobin, dan sel darah merah.

Selain dikenal untuk membantu pembentukan sel darah merah, zat besi juga dapat berperan dalam memperbaiki siklus tidur hingga meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan masih banyak lagi fungsi lainnya. Cari tahu beragam manfaat dan fungsi zat besi untuk kesehatan tubuh pada penjelasan berikut ini.

Zat Besi Adalah...

Zat Besi Adalah…

Zat besi adalah sebuah zat di dalam tubuh manusia yang erat dengan ketersediaan jumlah darah yang diperlukan. Dalam tubuh manusia, zat besi memiliki fungsi yang sangat penting, yaitu untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan dan mengangkut elektron di dalam proses pembentukan energi di dalam sel.

Nah, untuk mengangkut oksigen, zat besi harus bergabung dengan protein membentuk hemoglobin di dalam sel darah merah dan mioglobin di dalam serabut otot. Apabila bergabung dengan protein di dalam sel, zat besi bisa membentuk enzim yang berperan di dalam pembentukan energi di dalam sel.

Fungsi Zat Besi

Fungsi Zat Besi

Utamanya, fungsi zat besi adalah untuk membantu membawa oksigen dalam hemoglobin sel darah merah ke seluruh tubuh. Berkat bantuan zat besi, sel dalam tubuh bisa menghasilkan energi.

Tak hanya itu, zat besi juga memiliki fungsi lainnya lainnya yakni membantu tubuh menghilangkan karbon dioksida. Saat kadar zat besi di dalam tubuh terlalu rendah, produksi sel darah merah jadi terhambat. Dampaknya, tubuh kekurangan oksigen. Tanpa oksigen yang cukup, tubuh jadi gampang lelah. Kelelahan ini dapat menghambat fungsi otak sampai membuat sistem daya tahan tubuh melemah.

Fungsi zat besi lainnya yaitu sebagai bagian penting metabolisme energi dalam tubuh manusia. Di dalam sel, zat besi merupakan komponen tubuh yang membentuk enzim yang membantu proses terjadinya pembentukan energi.

Sumber energi didapatkan dari makanan yang dikonsumsi dan kemudian didistribusikan ke seluruh bagian tubuh. Selain itu, zat besi juga diperlukan untuk menjaga sel, kulit, rambut, dan kuku agar tetap sehat. Mengingat pentingnya fungsi zat besi bagi tubuh, pastikan kebutuhan zat besi terpenuhi setiap harinya.

Fungsi zat besi bagi darah

Zat besi memang memiliki peran amat penting yang berkaitan dengan pembentukan sel darah merah atau hemoglobin pada tubuh. Hemoglobin (HB) adalah media utama pembawa oksigen ke seluruh tubuh dan memberikan warna merah pada eritrosit.

Hemoglobin sangat penting dan selalu diproduksi oleh tubuh karena manusia cenderung kehilangan darah setiap saat seperti ketika hancurnya sel darah merah karena memang sudah saatnya rusak, melalui luka dalam maupun luar.

Wanita akan banyak kehilangan darah setiap bulannya selama periode menstruasi. Itulah mengapa perempuan lebih berisiko menderita anemia dibandingkan laki-laki. Saat seseorang kekurangan zat besi hingga kadar hemoglobin menurun, maka dapat menyebabkan anemia defisiensi zat besi.

Manfaat Zat Besi

Manfaat Zat Besi

Untuk mengetahui apa saja manfaat zat besi lainnya, simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Manfaat zat besi untuk ibu hamil

Ketika seorang wanita hamil, secara otomatis tubuhnya akan memproduksi persediaan darah tambahan untuk sang ibu dan bayi. Tubuh juga akan membutuhkan zat besi ekstra untuk pembentukan persediaan darah tersebut dan juga untuk mendukung percepatan pertumbuhan bayi.

Apabila ibu hamil tidak mendapatkan cukup zat besi dari makanan, tubuh akan secara bertahap mengambilnya dari penyimpanan zat besi di tubuh. Hal tersebut akan meningkatkan risiko anemia pada ibu hamil.

Kekurangan zat besi selama kehamilan sangat umum terjadi. Bahkan, diperkirakan setengah dari semua wanita hamil di seluruh dunia kekurangan zat besi. Para ahli mengatakan bahwa anemia yang diakibatkan oleh kekurangan zat besi di dua trimester pertama dikaitkan dengan risiko dua kali lipat bayi kamu akan lahir prematur dan tiga kali lipat risiko berat badan lahir rendah. Untungnya, kekurangan zat besi mudah untuk dicegah dan diobati.

Oleh karena itu, ibu hamil setidaknya memenuhi 27 mg (miligram) zat besi setiap hari selama kehamilan. Sementara itu, ibu menyusui setidaknya wajib mengonsumsi 9 mg zat besi setiap hari jika kamu berusia 19 tahun atau lebih tua. Sedangkan, ibu menyusui berusia 18 tahun atau lebih muda membutuhkan 10 mg zat besi.

Mengingat pentingnya fungsi zat besi bagi tubuh, pastikan kebutuhan zat besi setiap hari terpenuhi. Ada banyak cara memenuhi kebutuhan harian zat besi salah satunya dengan mengonsumsi makanan maupun suplemen yang kaya akan zat besi.

Makanan yang Mengandung Zat Besi untuk Ibu Hamil

Makanan yang Mengandung Zat Besi untuk Ibu Hamil

Kebutuhan zat besi pada ibu hamil bisa jadi lebih besar dari biasanya. Mungkin kamu mengenal istilah zat besi lebih banyak untuk kesehatan tulang saja. Akan tetapi, pada ibu hamil bisa dua kali lipat karena kebutuhan zat besi juga diperlukan untuk perkembangan janin.

Saat kehamilan terjadi, tubuh calon ibu akan terisi banyak sekali sel darah merah. Hal tersebut bertujuan untuk kesehatan ibu hamil dan juga bayi di dalamnya. Untuk memenuhi sel darah merah, dibutuhkanlah zat besi sebagai bagian intinya. Oleh sebab itu, asupan makanan yang mengandung zat besi pada ibu hamil sangat diperlukan. Namun, sebelum itu, kita harus tahu dulu informasi zat besi sebagai berikut.

Apa Itu Zat Besi dan Jenis Zat Besi

Zat besi merupakan salah satu jenis mineral yang memiliki peran sangat penting untuk bisa membentuk terjadinya hemoglobin pada sel darah merah. Kebutuhan zat besi bisa didapatkan dari beragam makanan dan minuman tertentu. Selain itu, zat besi ini juga bisa didapatkan dari suplemen makanan yang dianjurkan oleh dokter. Zat besi pada dasarnya memiliki dua jenis berdasarkan sumbernya, yakni:

  • Zat besi heme

Zat besi heme bisa didapatkan pada hewani. Contohnya pada daging sapi, ayam, domba, ikan, dan berbagai sumber protein hewani lainnya. Sumber protein ini bisa dicerna lebih cepat pada tubuh.

  • Zat besi non heme

Untuk jenis yang satu ini, lebih banyak ditemukan pada biji-bijian, kacang-kacangan, sayuran, dan buah-buahan. Untuk mendapatkan zat besi non heme memiliki jangka waktu yang lebih lama pada tubuh kita.

Makanan yang Mengandung Zat Besi

Setelah mengetahui apa itu zat besi dan jenis zat besi tadi, sekarang kita telaah apa saja makanan yang sangat banyak mengandung zat besi. Untuk mengetahuinya, siakan simak di bawah ini.

1. Daging sapi tanpa menggunakan lemak

Daging sapi merah atau daging tanpa lemak merupakan sumber zat besi pertama. Namun, untuk tingkat kematangan yang tinggi, sebaiknya kamu makan daging sapi yang sudah dimasak pada suhu 71 derajat Celcius. Hal ini demi mengurangi adanya kemungkinan kuman yang belum mati pada daging tersebut. Sebab, hal itu bisa berpengaruh banyak pada janin.

2. Daging ayam

Setelah daging sapi, selanjutnya adalah daging ayam yang juga memiliki kandungan zat besi cukup banyak. Tidak jauh berbeda dengan sebelumnya, kamu harus memasak daging ayam hingga matang untuk menjaga kualitas di dalamnya dan juga menghindari adanya kuman yang masih hidup.

3. Ikan salmon

Dari jenis makanan laut, sebetulnya cukup banyak yang mengandung zat besi. Namun, salah satu yang kandungannya cukup banyak adalah ikan salmon. Selain adanya kandungan zat besi, di dalam ikan salmon juga terdapat asam lemak Omega 3 dan juga nutrisi lainnya untuk kesehatan ibu hamil.

4. Kacang-kacangan

Semua jenis kacang-kacangan memiliki sumber zat besi yang cukup banyak. Bahkan di antara beberapa poin di atas, kandungan zat besi pada kacang-kacangan jauh lebih banyak. Namun, seperti halnya poin di atas, kamu harus memasaknya terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.

5. Bayam dan kangkung

Untuk jenis sayuran, bayam dan kangkung bisa menjadi pilihan. Sayuran seperti bayam dan kangkung memiliki kandungan lainnya seperti antioksidan serta vitamin. Kamu bisa memasak bayam dan kangkung untuk teman makan nasi.

6. Brokoli

Makanan terakhir yang memiliki kandungan zat besi adalah brokoli. Sayuran ini memiliki kandungan zat besi hingga vitamin C yang cukup banyak. Kandungan di dalam brokoli juga kaya akan serat dan nutrisi sehingga perkembangan janin bisa lebih sehat.

Daftar Makanan Sumber Zat Besi

Daftar Makanan Sumber Zat Besi

Manusia butuh berbagai macam nutrisi agar tetap sehat dan terus menjalani hidup. Salah satu nutrisi yang sangat penting adalah zat besi. Senyawa mineral yang satu ini tidak bisa diproduksi oleh tubuh sehingga manusia harus mendapatkannya dari sumber lainnya. Sebelum itu, kita harus tahu dulu pengertian zat besi berikut ini.

Pengertian Zat Besi

Zat Besi adalah salah satu senyawa yang berupa komponen hemoglobin sehingga darah dapat membawa oksigen. Apabila tubuh kekurangan zat besi, maka para sel darah merah kesulitan mendapatkan oksigen karena tidak ada pengikatnya. Oleh sebab itu, tanda-tanda seseorang merasa lelah, sulit berkonsentrasi, sakit kepala, dan juga sering pucat bisa jadi karena kekurangan zat besi.

Jenis Makanan Sumber Zat Besi

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa sumber zat besi berasal dari makanan. Contoh makanan yang merupakan sumber zat besi adalah sebagai berikut.

1. Daging sapi tanpa lemak

Makanan pertama yang memiliki kandungan zat besi adalah daging sapi tanpa lemak atau daging merah. Di dalam daging tersebut juga banyak sekali nutrisi yang sangat penting untuk tubuh. Contohnya seperti vitamin B12, asam amino, dan juga seng. Di dalam satu porsi daging sapi yang beratnya sekitar 3 ons dapat memenuhi kebutuhan zat besi sebesar 2,5 mg. Meskipun memiliki kandungan yang baik, di dalam daging merah juga ada kolesterol. Di sinilah kamu harus mengonsumsi daging secukupnya saja. Kalau memang memiliki lemak, sebaiknya atur aja konsumsi daging merah ini.

2. Sayuran

Tidak hanya daging saja, di dalam sayuran juga terdapat sumber nutrisi seperti zat besi. Sayuran yang memiliki sumber zat besi pada umumnya adalah jenis sayuran hijau. Beberapa contohnya seperti bayam dan brokoli yang sering kita konsumsi. Kamu bisa memasaknya dengan cara kukus agar kandungan zat besinya tidak menghilang. Selain kandungan zat besi, pada bayam juga memiliki berbagai nutrisi lainnya. Contohnya seperti protein, serat, kalsium, hingga beragam jenis vitamin. Hal inilah yang membuat bayam termasuk jenis sayuran yang banyak nutrisi untuk tubuh.

3. Kacang kedelai

Dalam 100 gram kacang kedelai, terkandung 13 mg zat besi. Jumlah tersebut bisa dikatakan cukup tinggi untuk kebutuhan manusia. Tidak seperti sayuran, kamu bisa mengolah kacang kedelai dalam bentuk apapun. Contohnya seperti susu kedelai maupun tempe yang pernah kita konsumsi.

4. Coklat hitam

Coklat hitam juga mengandung zat besi yang cukup banyak. Di dalam satu ons coklat hitam terdapat 3,4 mg zat besi. Maksud dari coklat hitam ini yaitu berbeda dengan coklat biasa yang sudah tercampur dengan bahan lainnya. Coklat hitam murni berupa coklat tanpa adanya tambahan apapun.

5. Oatmeal

Apakah kamu pernah makan oatmeal? Bisa dikatakan oatmeal merupakan sebuah sereal yang terbuat dari gandum. Sarapan satu mangkuk oatmeal dapat memiliki kandungan zat besi sebanyak 3,5 mg. Kandungan gandum yang penuh serat tersebut bisa menurunkan risiko penyakit, obesitas, hingga stroke.

6. Makanan laut

Beragam jenis makanan laut atau seafood juga memiliki sumber zat besi yang cukup banyak. Tidak hanya itu saja, di dalam seafood juga terdapat Omega 3 yang sangat bagus untuk menurunkan risiko penyakit seperti obesitas, peradangan, hingga kanker. Contoh makanan laut yang memiliki zat besi adalah kerang dan juga ikan sarden. Meskipun begitu, kamu juga jangan berlebihan mengonsumsinya karena bisa menyebabkan kolesterol naik.

7. Kismis

Makanan terakhir yang juga merupakan sumber zat besi adalah kismis. Makanan yang sering disajikan dalam kue ini memang memiliki rasa yang manis dan cukup menggoda. Tidak hanya itu saja, di dalam kismis juga terdapat berbagai nutrisi seperti zat besi dan vitamin B.

Gejala Seseorang Mengalami Kekurangan Zat Besi

Gejala Seseorang Mengalami Kekurangan Zat Besi

Mungkin kamu sudah tahu jika zat besi merupakan salah satu mineral yang sangat penting untuk tubuh. Pembentukan sel-sel darah merah, hingga pengangkutan oksigen ke seluruh tubuh merupakan beberapa tugas penting zat besi ini. Jika sel darah mengalami kekurangan, maka tubuh pun akan merasakan dampaknya. Hal ini juga berpengaruh pada saat tubuh kekurangan nutrisi seperti zat besi. Di dalam ilmu kedokteran, orang yang kekurangan zat besi disebut dengan defisiensi besi. Akibat jumlah zat besi yang berkurang, maka jumlah sel darah merah yang sehat juga ikut berkurang. Hal tersebut bisa berdampak pada beberapa fungsi organ tubuh yang tidak bekerja baik.

Gejala Kekurangan Zat Besi

Gejala maupun tanda seseorang yang kekurangan zat besi bisa jadi berbeda-beda, sebab ada faktor yang ikut berpengaruh seperti usia, tingkat anemia yang diderita, dan juga kondisi kesehatannya. Meskipun begitu, ada beberapa gejala kekurangan Zat besi secara umum sebagai berikut.

1. Sering lelah

Seseorang yang kekurangan zat besi akan terlihat lesu, susah konsentrasi, dan juga mudah lelah. Memang, secara sekilas kita mungkin beranggapan dia hanya sekadar kecapekan. Namun, kondisi ini juga bisa jadi tanda jika tubuh kekurangan sel darah merah. Akibat dari kekurangan sel darah merah, maka organ hati harus kerja ekstra keras agar oksigen dan nutrisi dapat tersalurkan pada seluruh tubuh. Oleh sebab itu, tubuh akan terasa sangat cepat lelah.

2. Muka yang terlihat lebih pucat

Poin ini masih berhubungan dengan poin sebelumnya bahwa saat tubuh terasa lelah, maka kondisi selanjutnya adalah muka terlihat pucat. Orang yang kekurangan zat besi bisa terlihat pada warna di bagian kelopak mata bawah yang tidak segar. Warna yang ditampilkan cenderung cerah atau putih pucat. Hal itu sudah mengindikasikan bahwa penderita terkena kekurangan zat besi.

3. Kepala pusing dan juga sakit

Pada kondisi tertentu, penderita kekurangan zat besi juga merasakan sakit kepala hingga pusing-pusing. Hal tersebut dikarenakan kadar hemoglobin terlalu rendah sehingga otak kekurangan oksigen. Akibat kekurangan hemoglobin, pembuluh darah pada bagian otak membengkak sehingga menekan rongga kepala dan itulah yang menyebabkan sakit di kepala.

4. Rambut rontok

Untuk kasus rambut rontok sebenarnya bisa terjadi bukan karena faktor kekurangan zat besi. Akan tetapi, jika kerontokan bisa sangat berlebihan, maka hal tersebut bisa terjadi karena ada yang salah pada asupan zat besi pada tubuh. Kondisi tersebut bisa terjadi karena kekurangan oksigen pada bagian folikel rambut. Hal tersebut juga membuat rambut cepat rapuh.

5. Lidah dan mulut terlihat membengkak

Cobalah kamu cek pada bagian lidah atau sekitar mulut, apakah ada bagian yang terlihat bengkak? Apabila ada, bisa jadi itu merupakan gejala kekurangan zat besi. Jumlah hemoglobin yang rendah bisa menyebabkan lidah terasa pucat hingga membengkak. Selain membuat mulut bengkak, kekurangan zat besi juga bisa menyebabkan luka lecet dan juga mulut kering.

6. Terkena sindrom kaki gelisah

Kondisi selanjutnya adalah penderita kekurangan zat besi dapat merasakan sindrom kaki gelisah. Sindrom ini merupakan suatu kondisi kaki digoyang-goyang tanpa kamu sadari. Kondisi ini tetap memberikan rasa kurang nyaman pada kita sendiri.

Cara Mengatasi Kekurangan Zat Besi

Setelah kita mengetahui berbagai gejala kekurangan zat besi, maka saatnya kita pelajari cara mengatasinya. Beberapa pengobatan seseorang yang kurang zat besi adalah sebagai berikut.

  • Konsumsi makanan yang sangat banyak kandungan zat besi. Contohnya seperti bayam dan daging merah.
  • Konsumsi vitamin C untuk penyerapan zat besi lebih mudah.
  • Konsumsi suplemen zat besi, seperti Ferospat dari Pyfa Health.
  • Transfusi darah.
  • Menggunakan suplemen khusus sesuai anjuran dokter.

Demikian gejala seseorang kekurangan zat besi. Semoga artikel ini bisa memberikan manfaat dan jagalah kesehatan.

Manfaat Buah Naga untuk Ibu Hamil

8 Manfaat Buah Naga untuk Ibu Hamil

Manfaat Buah Naga untuk Ibu Hamil – Tidak semua buah aman dikonsumsi saat hamil. Buah nanas dan buah delima misalnya. Konsumsi buah-buah ini secara berlebihan dapat menyebabkan keguguran. Berbeda dengan itu, justru ada buah-buah yang memiliki banyak manfaat untuk ibu hamil. Salah satu buah yang menawarkan hal tersebut dan tersedia banyak di Indonesia adalah buah …

8 Manfaat Buah Naga untuk Ibu Hamil Selengkapnya »

Ciri Bayi Sehat Dalam Kandungan Usia 8 Bulan

Kenali Ciri Bayi Sehat Dalam Kandungan Usia 8 Bulan

Ciri Bayi Sehat Dalam Kandungan Usia 8 Bulan – Pertumbuhan dan perkembangan janin selama kehamilan, menentukan kesehatan bayi ketika dilahirkan ke dunia. Ibu tentu saja mengharapkan bayinya lahir dengan sehat ya. Sehat dengan kondisi semua organ dan bagian tubuh lahir dan berkembang normal, sehingga dapat menjalankan semua fungsinya. Tak jarang, ibu mempercayakan perasaannya sendiri untuk …

Kenali Ciri Bayi Sehat Dalam Kandungan Usia 8 Bulan Selengkapnya »

Ciri-ciri Wanita Menopause

Ciri-ciri Wanita Sudah Memasuki Masa Menopause

Ciri-ciri Wanita Menopause – Setiap wanita pasti akan merasakan masa-masa menopause. Hanya saja, yang membedakannya adalah masalah waktunya saja. Jika kamu mempelajari masa menopause, pastinya terpikir bahwa hanya lanjut usia saja yang mengalami. Akan tetapi, secara faktanya wanita yang masih tergolong muda pun bisa mengalami masa menopause. Sebelum membahasnya lebih lanjut, sebaiknya kita pelajari terlebih …

Ciri-ciri Wanita Sudah Memasuki Masa Menopause Selengkapnya »

Olahraga untuk Wanita Menopause

5 Olahraga untuk Wanita Menopause yang Bisa Dicoba

Olahraga untuk Wanita Menopause – Untuk para wanita, pada saat usianya mencapai 40 atau 50 tahun, menopause akan terjadi. Hal ini menyebabkan hormon reproduksi berhenti, yang ditandai dengan siklus menstruasi yang berakhir secara alami. Apalagi, pada masa menopause, wanita menjadi rentan terhadap peningkatan berat badan. Lalu, apa olahraga yang bisa dicoba untuk wanita menopause? Silahkan …

5 Olahraga untuk Wanita Menopause yang Bisa Dicoba Selengkapnya »

Vitamin untuk Ibu Menyusui

Daftar Vitamin untuk Ibu Menyusui yang Wajib Dipenuhi

Vitamin untuk Ibu Menyusui – Kebutuhan ibu menyusui tentunya sangat penting untuk pertumbuhan si kecil. Umumnya, ibu hanya perlu minum susu untuk bisa memenuhi semua kebutuhan bayi. Akan tetapi, minum susu khusus ibu menyusui tetap masih belum cukup apabila vitamin yang dibutuhkan tidak terpenuhi. Untuk mengetahui apa saja jenis vitamin yang dibutuhkan ibu menyusui, silahkan …

Daftar Vitamin untuk Ibu Menyusui yang Wajib Dipenuhi Selengkapnya »