• shopee-bigramadhansale-1920x745

Zat Besi

Zat Besi – Zat besi adalah salah satu mineral penting yang harus dimiliki tubuh untuk menjaga kesehatan. Mengapa? Sebab, fungsi zat besi sendiri sangat dibutuhkan tubuh untuk membantu metabolisme protein, produksi hemoglobin, dan sel darah merah.

Selain dikenal untuk membantu pembentukan sel darah merah, zat besi juga dapat berperan dalam memperbaiki siklus tidur hingga meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan masih banyak lagi fungsi lainnya. Cari tahu beragam manfaat dan fungsi zat besi untuk kesehatan tubuh pada penjelasan berikut ini.

Zat Besi Adalah...

Zat Besi Adalah…

Zat besi adalah sebuah zat di dalam tubuh manusia yang erat dengan ketersediaan jumlah darah yang diperlukan. Dalam tubuh manusia, zat besi memiliki fungsi yang sangat penting, yaitu untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan dan mengangkut elektron di dalam proses pembentukan energi di dalam sel.

Nah, untuk mengangkut oksigen, zat besi harus bergabung dengan protein membentuk hemoglobin di dalam sel darah merah dan mioglobin di dalam serabut otot. Apabila bergabung dengan protein di dalam sel, zat besi bisa membentuk enzim yang berperan di dalam pembentukan energi di dalam sel.

Fungsi Zat Besi

Fungsi Zat Besi

Utamanya, fungsi zat besi adalah untuk membantu membawa oksigen dalam hemoglobin sel darah merah ke seluruh tubuh. Berkat bantuan zat besi, sel dalam tubuh bisa menghasilkan energi.

Tak hanya itu, zat besi juga memiliki fungsi lainnya lainnya yakni membantu tubuh menghilangkan karbon dioksida. Saat kadar zat besi di dalam tubuh terlalu rendah, produksi sel darah merah jadi terhambat. Dampaknya, tubuh kekurangan oksigen. Tanpa oksigen yang cukup, tubuh jadi gampang lelah. Kelelahan ini dapat menghambat fungsi otak sampai membuat sistem daya tahan tubuh melemah.

Fungsi zat besi lainnya yaitu sebagai bagian penting metabolisme energi dalam tubuh manusia. Di dalam sel, zat besi merupakan komponen tubuh yang membentuk enzim yang membantu proses terjadinya pembentukan energi.

Sumber energi didapatkan dari makanan yang dikonsumsi dan kemudian didistribusikan ke seluruh bagian tubuh. Selain itu, zat besi juga diperlukan untuk menjaga sel, kulit, rambut, dan kuku agar tetap sehat. Mengingat pentingnya fungsi zat besi bagi tubuh, pastikan kebutuhan zat besi terpenuhi setiap harinya.

Fungsi zat besi bagi darah

Zat besi memang memiliki peran amat penting yang berkaitan dengan pembentukan sel darah merah atau hemoglobin pada tubuh. Hemoglobin (HB) adalah media utama pembawa oksigen ke seluruh tubuh dan memberikan warna merah pada eritrosit.

Hemoglobin sangat penting dan selalu diproduksi oleh tubuh karena manusia cenderung kehilangan darah setiap saat seperti ketika hancurnya sel darah merah karena memang sudah saatnya rusak, melalui luka dalam maupun luar.

Wanita akan banyak kehilangan darah setiap bulannya selama periode menstruasi. Itulah mengapa perempuan lebih berisiko menderita anemia dibandingkan laki-laki. Saat seseorang kekurangan zat besi hingga kadar hemoglobin menurun, maka dapat menyebabkan anemia defisiensi zat besi.

Manfaat Zat Besi

Manfaat Zat Besi

Untuk mengetahui apa saja manfaat zat besi lainnya, simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Manfaat zat besi untuk ibu hamil

Ketika seorang wanita hamil, secara otomatis tubuhnya akan memproduksi persediaan darah tambahan untuk sang ibu dan bayi. Tubuh juga akan membutuhkan zat besi ekstra untuk pembentukan persediaan darah tersebut dan juga untuk mendukung percepatan pertumbuhan bayi.

Apabila ibu hamil tidak mendapatkan cukup zat besi dari makanan, tubuh akan secara bertahap mengambilnya dari penyimpanan zat besi di tubuh. Hal tersebut akan meningkatkan risiko anemia pada ibu hamil.

Kekurangan zat besi selama kehamilan sangat umum terjadi. Bahkan, diperkirakan setengah dari semua wanita hamil di seluruh dunia kekurangan zat besi. Para ahli mengatakan bahwa anemia yang diakibatkan oleh kekurangan zat besi di dua trimester pertama dikaitkan dengan risiko dua kali lipat bayi kamu akan lahir prematur dan tiga kali lipat risiko berat badan lahir rendah. Untungnya, kekurangan zat besi mudah untuk dicegah dan diobati.

Oleh karena itu, ibu hamil setidaknya memenuhi 27 mg (miligram) zat besi setiap hari selama kehamilan. Sementara itu, ibu menyusui setidaknya wajib mengonsumsi 9 mg zat besi setiap hari jika kamu berusia 19 tahun atau lebih tua. Sedangkan, ibu menyusui berusia 18 tahun atau lebih muda membutuhkan 10 mg zat besi.

Mengingat pentingnya fungsi zat besi bagi tubuh, pastikan kebutuhan zat besi setiap hari terpenuhi. Ada banyak cara memenuhi kebutuhan harian zat besi salah satunya dengan mengonsumsi makanan maupun suplemen yang kaya akan zat besi.

Makanan yang Mengandung Zat Besi untuk Ibu Hamil

Makanan yang Mengandung Zat Besi untuk Ibu Hamil

Kebutuhan zat besi pada ibu hamil bisa jadi lebih besar dari biasanya. Mungkin kamu mengenal istilah zat besi lebih banyak untuk kesehatan tulang saja. Akan tetapi, pada ibu hamil bisa dua kali lipat karena kebutuhan zat besi juga diperlukan untuk perkembangan janin.

Saat kehamilan terjadi, tubuh calon ibu akan terisi banyak sekali sel darah merah. Hal tersebut bertujuan untuk kesehatan ibu hamil dan juga bayi di dalamnya. Untuk memenuhi sel darah merah, dibutuhkanlah zat besi sebagai bagian intinya. Oleh sebab itu, asupan makanan yang mengandung zat besi pada ibu hamil sangat diperlukan. Namun, sebelum itu, kita harus tahu dulu informasi zat besi sebagai berikut.

Apa Itu Zat Besi dan Jenis Zat Besi

Zat besi merupakan salah satu jenis mineral yang memiliki peran sangat penting untuk bisa membentuk terjadinya hemoglobin pada sel darah merah. Kebutuhan zat besi bisa didapatkan dari beragam makanan dan minuman tertentu. Selain itu, zat besi ini juga bisa didapatkan dari suplemen makanan yang dianjurkan oleh dokter. Zat besi pada dasarnya memiliki dua jenis berdasarkan sumbernya, yakni:

  • Zat besi heme

Zat besi heme bisa didapatkan pada hewani. Contohnya pada daging sapi, ayam, domba, ikan, dan berbagai sumber protein hewani lainnya. Sumber protein ini bisa dicerna lebih cepat pada tubuh.

  • Zat besi non heme

Untuk jenis yang satu ini, lebih banyak ditemukan pada biji-bijian, kacang-kacangan, sayuran, dan buah-buahan. Untuk mendapatkan zat besi non heme memiliki jangka waktu yang lebih lama pada tubuh kita.

Makanan yang Mengandung Zat Besi

Setelah mengetahui apa itu zat besi dan jenis zat besi tadi, sekarang kita telaah apa saja makanan yang sangat banyak mengandung zat besi. Untuk mengetahuinya, siakan simak di bawah ini.

1. Daging sapi tanpa menggunakan lemak

Daging sapi merah atau daging tanpa lemak merupakan sumber zat besi pertama. Namun, untuk tingkat kematangan yang tinggi, sebaiknya kamu makan daging sapi yang sudah dimasak pada suhu 71 derajat Celcius. Hal ini demi mengurangi adanya kemungkinan kuman yang belum mati pada daging tersebut. Sebab, hal itu bisa berpengaruh banyak pada janin.

2. Daging ayam

Setelah daging sapi, selanjutnya adalah daging ayam yang juga memiliki kandungan zat besi cukup banyak. Tidak jauh berbeda dengan sebelumnya, kamu harus memasak daging ayam hingga matang untuk menjaga kualitas di dalamnya dan juga menghindari adanya kuman yang masih hidup.

3. Ikan salmon

Dari jenis makanan laut, sebetulnya cukup banyak yang mengandung zat besi. Namun, salah satu yang kandungannya cukup banyak adalah ikan salmon. Selain adanya kandungan zat besi, di dalam ikan salmon juga terdapat asam lemak Omega 3 dan juga nutrisi lainnya untuk kesehatan ibu hamil.

4. Kacang-kacangan

Semua jenis kacang-kacangan memiliki sumber zat besi yang cukup banyak. Bahkan di antara beberapa poin di atas, kandungan zat besi pada kacang-kacangan jauh lebih banyak. Namun, seperti halnya poin di atas, kamu harus memasaknya terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.

5. Bayam dan kangkung

Untuk jenis sayuran, bayam dan kangkung bisa menjadi pilihan. Sayuran seperti bayam dan kangkung memiliki kandungan lainnya seperti antioksidan serta vitamin. Kamu bisa memasak bayam dan kangkung untuk teman makan nasi.

6. Brokoli

Makanan terakhir yang memiliki kandungan zat besi adalah brokoli. Sayuran ini memiliki kandungan zat besi hingga vitamin C yang cukup banyak. Kandungan di dalam brokoli juga kaya akan serat dan nutrisi sehingga perkembangan janin bisa lebih sehat.

Daftar Makanan Sumber Zat Besi

Daftar Makanan Sumber Zat Besi

Manusia butuh berbagai macam nutrisi agar tetap sehat dan terus menjalani hidup. Salah satu nutrisi yang sangat penting adalah zat besi. Senyawa mineral yang satu ini tidak bisa diproduksi oleh tubuh sehingga manusia harus mendapatkannya dari sumber lainnya. Sebelum itu, kita harus tahu dulu pengertian zat besi berikut ini.

Pengertian Zat Besi

Zat Besi adalah salah satu senyawa yang berupa komponen hemoglobin sehingga darah dapat membawa oksigen. Apabila tubuh kekurangan zat besi, maka para sel darah merah kesulitan mendapatkan oksigen karena tidak ada pengikatnya. Oleh sebab itu, tanda-tanda seseorang merasa lelah, sulit berkonsentrasi, sakit kepala, dan juga sering pucat bisa jadi karena kekurangan zat besi.

Jenis Makanan Sumber Zat Besi

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa sumber zat besi berasal dari makanan. Contoh makanan yang merupakan sumber zat besi adalah sebagai berikut.

1. Daging sapi tanpa lemak

Makanan pertama yang memiliki kandungan zat besi adalah daging sapi tanpa lemak atau daging merah. Di dalam daging tersebut juga banyak sekali nutrisi yang sangat penting untuk tubuh. Contohnya seperti vitamin B12, asam amino, dan juga seng. Di dalam satu porsi daging sapi yang beratnya sekitar 3 ons dapat memenuhi kebutuhan zat besi sebesar 2,5 mg. Meskipun memiliki kandungan yang baik, di dalam daging merah juga ada kolesterol. Di sinilah kamu harus mengonsumsi daging secukupnya saja. Kalau memang memiliki lemak, sebaiknya atur aja konsumsi daging merah ini.

2. Sayuran

Tidak hanya daging saja, di dalam sayuran juga terdapat sumber nutrisi seperti zat besi. Sayuran yang memiliki sumber zat besi pada umumnya adalah jenis sayuran hijau. Beberapa contohnya seperti bayam dan brokoli yang sering kita konsumsi. Kamu bisa memasaknya dengan cara kukus agar kandungan zat besinya tidak menghilang. Selain kandungan zat besi, pada bayam juga memiliki berbagai nutrisi lainnya. Contohnya seperti protein, serat, kalsium, hingga beragam jenis vitamin. Hal inilah yang membuat bayam termasuk jenis sayuran yang banyak nutrisi untuk tubuh.

3. Kacang kedelai

Dalam 100 gram kacang kedelai, terkandung 13 mg zat besi. Jumlah tersebut bisa dikatakan cukup tinggi untuk kebutuhan manusia. Tidak seperti sayuran, kamu bisa mengolah kacang kedelai dalam bentuk apapun. Contohnya seperti susu kedelai maupun tempe yang pernah kita konsumsi.

4. Coklat hitam

Coklat hitam juga mengandung zat besi yang cukup banyak. Di dalam satu ons coklat hitam terdapat 3,4 mg zat besi. Maksud dari coklat hitam ini yaitu berbeda dengan coklat biasa yang sudah tercampur dengan bahan lainnya. Coklat hitam murni berupa coklat tanpa adanya tambahan apapun.

5. Oatmeal

Apakah kamu pernah makan oatmeal? Bisa dikatakan oatmeal merupakan sebuah sereal yang terbuat dari gandum. Sarapan satu mangkuk oatmeal dapat memiliki kandungan zat besi sebanyak 3,5 mg. Kandungan gandum yang penuh serat tersebut bisa menurunkan risiko penyakit, obesitas, hingga stroke.

6. Makanan laut

Beragam jenis makanan laut atau seafood juga memiliki sumber zat besi yang cukup banyak. Tidak hanya itu saja, di dalam seafood juga terdapat Omega 3 yang sangat bagus untuk menurunkan risiko penyakit seperti obesitas, peradangan, hingga kanker. Contoh makanan laut yang memiliki zat besi adalah kerang dan juga ikan sarden. Meskipun begitu, kamu juga jangan berlebihan mengonsumsinya karena bisa menyebabkan kolesterol naik.

7. Kismis

Makanan terakhir yang juga merupakan sumber zat besi adalah kismis. Makanan yang sering disajikan dalam kue ini memang memiliki rasa yang manis dan cukup menggoda. Tidak hanya itu saja, di dalam kismis juga terdapat berbagai nutrisi seperti zat besi dan vitamin B.

Gejala Seseorang Mengalami Kekurangan Zat Besi

Gejala Seseorang Mengalami Kekurangan Zat Besi

Mungkin kamu sudah tahu jika zat besi merupakan salah satu mineral yang sangat penting untuk tubuh. Pembentukan sel-sel darah merah, hingga pengangkutan oksigen ke seluruh tubuh merupakan beberapa tugas penting zat besi ini. Jika sel darah mengalami kekurangan, maka tubuh pun akan merasakan dampaknya. Hal ini juga berpengaruh pada saat tubuh kekurangan nutrisi seperti zat besi. Di dalam ilmu kedokteran, orang yang kekurangan zat besi disebut dengan defisiensi besi. Akibat jumlah zat besi yang berkurang, maka jumlah sel darah merah yang sehat juga ikut berkurang. Hal tersebut bisa berdampak pada beberapa fungsi organ tubuh yang tidak bekerja baik.

Gejala Kekurangan Zat Besi

Gejala maupun tanda seseorang yang kekurangan zat besi bisa jadi berbeda-beda, sebab ada faktor yang ikut berpengaruh seperti usia, tingkat anemia yang diderita, dan juga kondisi kesehatannya. Meskipun begitu, ada beberapa gejala kekurangan Zat besi secara umum sebagai berikut.

1. Sering lelah

Seseorang yang kekurangan zat besi akan terlihat lesu, susah konsentrasi, dan juga mudah lelah. Memang, secara sekilas kita mungkin beranggapan dia hanya sekadar kecapekan. Namun, kondisi ini juga bisa jadi tanda jika tubuh kekurangan sel darah merah. Akibat dari kekurangan sel darah merah, maka organ hati harus kerja ekstra keras agar oksigen dan nutrisi dapat tersalurkan pada seluruh tubuh. Oleh sebab itu, tubuh akan terasa sangat cepat lelah.

2. Muka yang terlihat lebih pucat

Poin ini masih berhubungan dengan poin sebelumnya bahwa saat tubuh terasa lelah, maka kondisi selanjutnya adalah muka terlihat pucat. Orang yang kekurangan zat besi bisa terlihat pada warna di bagian kelopak mata bawah yang tidak segar. Warna yang ditampilkan cenderung cerah atau putih pucat. Hal itu sudah mengindikasikan bahwa penderita terkena kekurangan zat besi.

3. Kepala pusing dan juga sakit

Pada kondisi tertentu, penderita kekurangan zat besi juga merasakan sakit kepala hingga pusing-pusing. Hal tersebut dikarenakan kadar hemoglobin terlalu rendah sehingga otak kekurangan oksigen. Akibat kekurangan hemoglobin, pembuluh darah pada bagian otak membengkak sehingga menekan rongga kepala dan itulah yang menyebabkan sakit di kepala.

4. Rambut rontok

Untuk kasus rambut rontok sebenarnya bisa terjadi bukan karena faktor kekurangan zat besi. Akan tetapi, jika kerontokan bisa sangat berlebihan, maka hal tersebut bisa terjadi karena ada yang salah pada asupan zat besi pada tubuh. Kondisi tersebut bisa terjadi karena kekurangan oksigen pada bagian folikel rambut. Hal tersebut juga membuat rambut cepat rapuh.

5. Lidah dan mulut terlihat membengkak

Cobalah kamu cek pada bagian lidah atau sekitar mulut, apakah ada bagian yang terlihat bengkak? Apabila ada, bisa jadi itu merupakan gejala kekurangan zat besi. Jumlah hemoglobin yang rendah bisa menyebabkan lidah terasa pucat hingga membengkak. Selain membuat mulut bengkak, kekurangan zat besi juga bisa menyebabkan luka lecet dan juga mulut kering.

6. Terkena sindrom kaki gelisah

Kondisi selanjutnya adalah penderita kekurangan zat besi dapat merasakan sindrom kaki gelisah. Sindrom ini merupakan suatu kondisi kaki digoyang-goyang tanpa kamu sadari. Kondisi ini tetap memberikan rasa kurang nyaman pada kita sendiri.

Cara Mengatasi Kekurangan Zat Besi

Setelah kita mengetahui berbagai gejala kekurangan zat besi, maka saatnya kita pelajari cara mengatasinya. Beberapa pengobatan seseorang yang kurang zat besi adalah sebagai berikut.

  • Konsumsi makanan yang sangat banyak kandungan zat besi. Contohnya seperti bayam dan daging merah.
  • Konsumsi vitamin C untuk penyerapan zat besi lebih mudah.
  • Konsumsi suplemen zat besi, seperti Ferospat dari Pyfa Health.
  • Transfusi darah.
  • Menggunakan suplemen khusus sesuai anjuran dokter.

Demikian gejala seseorang kekurangan zat besi. Semoga artikel ini bisa memberikan manfaat dan jagalah kesehatan.

Zat Besi untuk Bayi

Zat Besi untuk Bayi

Zat besi merupakan salah satu nutrisi penting untuk tumbuh kembang si kecil. Bahkan, manfaat zat besi sudah dibutuhkan Si kecil sejak dalam kandungan, karena nutrisi yang satu ini memiliki peranan yang penting untuk untuk perkembangan fisik dan otak pada bayi. Untuk mengetahui lebih lengkap, yuk simak tujuh manfaat zat besi untuk bayi berikut ini.

1. Menjaga daya tahan tubuh bayi

Manfaat zat besi yang pertama untuk bayi adalah kemampuannya untuk menjaga daya tahan tubuh si kecil. Bayi tentu masih membutuhkan berbagai macam nutrisi untuk meningkatkan daya tahan tubuh di masa tumbuh kembangnya.

Penyakit umum yang biasa menyerang si kecil seperti kulit gatal, batuk, pilek, atau sakit perut seringkali mengganggu dan membuat orang tua menjadi khawatir. Untuk mencegahnya, orang tua dapat memberikan asupan gizi yang baik salah satu yang terpenting adalah zat besi yang dibutuhkan oleh neutrophil untuk melawan bakteri. Apabila si kecil mengalami kekurangan zat besi, maka secara drastis hal itu sangat berpengaruh bagi kondisi tubuhnya.

2. Pembentuk sel darah merah

Sel darah merah dalam tubuh atau juga disebut dengan eritrosit merupakan jenis sel darah yang paling banyak dan merupakan sel mikroskopis yang tidak memiliki inti sel.

Eritrosit sendiri memiliki fungsi untuk mengangkut oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh. Sedangkan haemoglobin merupakan bagian dalam sel darah merah yang mampu mengikat oksigen dan terbentuk dari unsur besi. Hal inilah yang menyebabkan eritrosit berwarna merah. Nah, asupan zat besi bermanfaat untuk membantu pembentukan sel darah merah yang sangat dibutuhkan oleh tubuh bayi.

3. Meningkatkan kecerdasan dan kemampuan motorik

Perkembangan kecerdasan dan kemampuan motorik sudah terjadi sejak bayi. Untuk menunjang perkembangan kecerdasan dan motoriknya tentu harus diimbangi oleh asupan dan nutrisi yang baik. Salah satu nutrisi penting itu adalah kecukupan asupan zat besi pada si kecil.

Pasalnya, jika bayi kekurangan asupan zat besi, hal ini dapat menyebabkan keterbatasan antara lain pertumbuhan mendatar, berat, dan tinggi badan menyimpang dari pertumbuhan normal. Kondisi ini juga dapat menyebabkan adanya keterlambatan dalam perkembangan motorik anak.

4. Meningkatkan kualitas tidur

Bagi bayi, kebutuhan tidurnya lebih banyak daripada orang dewasa. Asupan zat besi yang baik dapat membantu bayi untuk mendapatkan tidur yang lebih berkualitas.

Hal ini sesuai berdasarkan penelitian yang diterbitkan pada tahun 2008 di Irlandia yang berjudul Restless Legs Syndrome and Periodic Limb Movement Disorder in Children and Adolescents disebutkan bahwa insomnia dan gangguan tidur lainnya seperti sindrom kaki gelisah disebabkan oleh kekurangan zat besi. Artinya, apabila bayi diberi asupan zat besi yang cukup, hal ini akan meningkatkan kualitas tidur pada si kecil.

5. Mencegah risiko stunting

Manfaat lain zat besi untuk bayi adalah untuk mencegah stunting pada anak. Perlu diketahui terlebih dahulu, stunting merupakan keadaan di mana pertumbuhan linier seseorang menjadi terganggu. Kondisi stunting ini disebabkan akibat adanya malnutrisi asupan zat gizi kronis dan penyakit infeksi kronis yang berulang.

Stunting sendiri memiliki gejala yang ditandai dengan kekurangan tinggi dan panjang badan relatif sesuai dengan umurnya. Tak hanya itu saja, stunting juga merupakan salah satu indikator gizi kronis. Dengan begitu, penting bagi orang tua untuk memenuhi kecukupan gizi si kecil salah satunya zat besi.

6. Mengoptimalkan metabolisme tubuh

Manfaat zat besi untuk bayi selanjutnya yaitu untuk membantu pembentukan enzim. Artinya, asupan zat besi secara tidak langsung menghasilkan manfaat zat besi untuk mengoptimalkan metabolisme dalam tubuh.

Metabolisme tubuh yang dimaksud adalah proses pengelolaan zat gizi makanan yang telah diserap oleh tubuh untuk diubah menjadi energi. Nantinya, energi akan berfungsi untuk menunjang segala fungsi tubuh dari bernapas, berpikir, bertumbuh, hingga setiap pergerakan seseorang dalam melakukan berbagai aktivitas sehari-hari.

7. Mencegah gangguan kognitif dan fisik serta peningkatan risiko kematian

Kekurangan zat besi pada usia dini atau bayi dapat menyebabkan gangguan kognitif dan fisik serta meningkatkan risiko kematian. Bukan tanpa alasan, hal ini dikarenakan zat besi memegang peran mengedarkan oksigen ke semua jaringan tubuh. Jadi, apabila asupan oksigen ke jaringan tulang berkurang, maka tulang tidak akan tumbuh dengan maksimal sehingga risiko untuk mengalami gangguan pertumbuhan lebih tinggi untuk si kecil.

Zat Besi Dibutuhkan Oleh Tubuh untuk Pembentukan

Zat Besi Dibutuhkan Oleh Tubuh untuk Pembentukan

Setiap nutrisi memiliki manfaatnya masing-masing. Satu jenis nutrisi berkaitan nutrisi lainnya. Artinya, seluruhnya saling melengkapi dan penting untuk tubuh. Tapi, belum tentu semua orang memahami fungsinya satu per satu.

Coba kalau kita membahas zat besi, mungkin belum semua orang hafal dan memahami betul apa perannya dalam tubuh. Tentu nutrisi ini membentuk kesehatan, tapi dari segi apa sajakah? Mari pelajari lebih lanjut.

Apa Itu Zat Besi?

Zat besi memiliki banyak manfaat. Tapi, yang paling menggambarkan zat besi adalah fungsinya menyebarkan oksigen ke seluruh tubuh. Ini terjadi secara tidak langsung karena yang mengikat oksigen bukan zat besi, melainkan sel darah merah.

Zat besi memang memiliki peran besar untuk pernapasan manusia. Pasalnya, hilangnya karbon dioksida dalam tubuh juga karena ada campur tangan dari zat besi. Untuk fungsi zat besi sendiri, akan diuraikan di bawah ini.

Manfaat Zat Besi

Zat besi adalah nutrisi yang dibutuhkan untuk pembentukan berbagai hal penting di dalam tubuh. Zat besi sendiri dibutuhkan oleh tubuh untuk pembentukan…

1. Membentuk sel darah merah dan pernapasan

Zat besi dibutuhkan oleh tubuh untuk pembentukan sel darah merah. Di dalam sel darah merah, terdapat protein bernama hemoglobin. Protein ini juga bisa terbentuk karena ada nutrisi berupa zat besi di dalam tubuh.

Setelah sel darah merah tersedia, selanjutnya zat besi dibutuhkan oleh tubuh untuk pembentukan sistem pernapasan. Hemoglobin berperan mengikat dan menyebarkan oksigen dari organ tubuh bernama paru-paru ke seluruh tubuh. Di sisi lain, hemoglobin juga lah yang bertugas membuang karbondioksida dari sel-sel tubuh ke paru-paru.

Dengan begitu, bukan hanya paru-paru yang membuat seseorang bisa bernafas. Sel darah merah yang dibentuk zat besi juga memiliki manfaat yang berkaitan dengan itu. Fungsi paru-paru dan sel darah merah tidak bisa dipisahkan dalam sistem pernafasan.

2. Menghindari risiko anemia

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, zat besi dibutuhkan oleh tubuh untuk pembentukan sel darah merah. Sel darah merah ini membantu seluruh bagian tubuh mendapatkan kadar oksigen yang cukup. Kekurangannya akan menjadi masalah.

Masalah yang paling sering muncul ketika seseorang kekurangan zat besi adalah anemia. Anemia merupakan suatu kondisi di mana tubuh kekurangan darah atau tekanan darahnya berada di bawah angka yang normal. Dengan kata lain, zat besi dapat menghindari seseorang dari risiko mengalami anemia.

3. Membentuk konsentrasi

Manfaat zat besi selanjutnya mungkin terdengar sederhana. Tapi, perlu kamu tahu, zat besi dibutuhkan tubuh untuk membentuk konsentrasi. Konsentrasi ini sangat penting untuk kamu yang aktif melakukan berbagai aktivitas.

Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga akan merasakan manfaat dari keberadaan zat besi yang cukup di dalam tubuh. Anak-anak akan terhindar dari gangguan saat belajar seperti mudah terdistraksi akan sesuatu. Zat besi berperan dalam meningkatkan kemampuan belajar, kemampuan berpikir, dengan konsentrasi yang terbentuk dan daya ingat yang menguat seiring waktu.

4. Membentuk kekuatan otot

Zat besi dibutuhkan oleh tubuh, juga untuk membentuk kekuatan otot. Sebenarnya ini merupakan manfaat lanjutan dari fungsi utama zat besi yang sudah disebutkan sebelumnya, yaitu untuk pembentukan sel darah merah dan penyebaran oksigen ke seluruh tubuh.

Kadar zat besi yang cukup di dalam tubuh memberi kekuatan bagi otot-otot tubuh. Oksigen yang disebarkan ke seluruh tubuh yang membentuk untuk kekuatan otot itu, sekaligus meningkatkan elastisitas otot. Jika kamu apalagi seorang atlet kekurangan zat besi, kinerja kamu saat berolahraga akan berkurang karena terjadi kelemahan otot.

Itulah empat manfaat zat besi dalam pembentukan hal-hal penting di dalam tubuh. Jangan menyepelekan nutrisi ini. Seperti manfaatnya untuk menekan risiko anemia, kamu sangat membutuhkan ini. Masalahnya, kalau kamu mengalami anemia, tubuh akan terasa lemah dan kamu tampak lesu sehingga tidak dapat melakukan berbagai aktivitas secara produktif.

Zat besi bisa kamu dapatkan dari makanan alami seperti kuning telur, bayam, kentang, hingga kerang. Kalau kamu kurang yakin, kamu bisa menambahkan nutrisi zat besi tubuh dengan mengonsumsi suplemen zat besi tambahan, seperti Ferospat dari Pyfa Health.

Buah untuk Menaikkan Trombosit

Penting Diketahui! Ini 9 Buah untuk Menaikkan Trombosit

Buah untuk Menaikkan Trombosit – Terdapat berbagai macam buah untuk menaikkan trombosit yang bisa dimanfaatkan selain mengonsumsi obat-obatan dari dokter. Menariknya, buah-buahan ini bisa didapatkan dengan harga terjangkau dan bisa ditemukan dengan mudah di pasar tradisional. Jadi, mau sehat tidak perlu mahal, bukan? Buah untuk Menaikkan Trombosit Trombositopenia atau defisiensi trombosit adalah keadaan dimana trombosit …

Penting Diketahui! Ini 9 Buah untuk Menaikkan Trombosit Selengkapnya »

Buah untuk Menaikkan Tensi

Penting Diketahui, Inilah Jenis Buah untuk Menaikkan Tensi

Buah untuk Menaikkan Tensi – Terdapat kondisi kesehatan dimana terjadinya tekanan darah rendah atau disebut juga dengan hipotensi yang cukup berbahaya terhadap kesehatan. Untuk itu, diperlukan adanya upaya menaikkan tekanan darah, salah satunya dengan mengonsumsi buah yang menaikkan tensi. Tekanan darah rendah atau hipotensi adalah kondisi tekanan darah dibawah normal yang terjadi karena adanya ketidakseimbangan …

Penting Diketahui, Inilah Jenis Buah untuk Menaikkan Tensi Selengkapnya »

Buah yang Bagus untuk Ibu Menyusui

Daftar Buah yang Bagus untuk Ibu Menyusui

Buah yang Bagus untuk Ibu Menyusui – Ibu menyusui membutuhkan asupan gizi yang seimbang agar bisa menghasilkan ASI yang berkualitas. Salah satu cara memenuhi gizi tersebut adalah dengan dengan mengonsumsi buah yang bagus untuk ibu menyusui yang akan dihadirkan dalam artikel kali ini. Menyusui merupakan cara alami untuk memberikan asupan gizi yang terbaik pada awal …

Daftar Buah yang Bagus untuk Ibu Menyusui Selengkapnya »

Buah untuk Tambah Darah

6 Buah untuk Penambah Darah Agar Bisa Menyembuhkan Anemia

Buah untuk Tambah Darah – Ketika jumlah sel darah merah di dalam tubuh kita sedikit, jalan mendapatkan nutrisi dan oksigen akan terganggu. Hal tersebut yang membuat kamu mengalami gejala anemia atau kekurangan darah. Beberapa gejala anemia yang sering terjadi adalah sering lelah, merasakan sakit kepala, kulit menjadi pucat bahkan hingga sesak nafas. Nutrisi untuk Menambah …

6 Buah untuk Penambah Darah Agar Bisa Menyembuhkan Anemia Selengkapnya »

Manfaat Buah Salak untuk Ibu Hamil

6 Manfaat Buah Salak untuk Ibu Hamil

Manfaat Buah Salak untuk Ibu Hamil – Buah salak merupakan salah satu jenis buah yang unik dan memiliki rasa manis. Beberapa orang menganggap kalau buah yang memiliki sisik yang tajam ini sebagai biang keladi sembelit. Dengan begitu, banyak orang yang tidak mengonsumsinya. Manfaat Buah Salak Secara Umum Buah salak memiliki beberapa manfaat yang besar. Beberapa …

6 Manfaat Buah Salak untuk Ibu Hamil Selengkapnya »