• All-Product-Pyfahealth-1920-x-745-pxl

Vitamin D3

Vitamin D3 – Seperti vitamin B yang memiliki turunan yang disebut vitamin B complex, vitamin D juga begitu. Kompleksitas vitamin ditandai dengan angka untuk dapat dikenal lebih jauh. Kali ini mari membahas vitamin D3. Sekali membahas satu jenis vitamin, mungkin akan menghabiskan berlembar-lembar kertas. Tapi tetap saja, ringkasan info soal vitamin akan membantu kamu memanfaatkannya dengan baik. Inilah pentingnya vitamin D3 untuk tubuh.

Vitamin D3 Adalah...

Vitamin D3 Adalah…

Vitamin D3 adalah bentuk aktif dari vitamin D yang disebut juga cholecalciferol. Vitamin D3 dibentuk oleh tubuh dari paparan sinar matahari yang diterima kulit. Vitamin D3 ini selanjutnya berperan dalam mengatur kadar kalsium dalam tubuh. Kementerian Kesehatan pernah memberi rekomendasi Angka Kecukupan Gizi (AKG) bagi tubuh kita. Untuk vitamin D3, seorang anak terutama usia 0-11 bulan memerlukan 10 mikrogram. Bagi orang dewasa, baik wanita ataupun laki-laki kebutuhannya sama, yaitu 15 mikrogram vitamin D3. Selanjutnya, Kementerian Kesehatan menyarankan usia lansia mengonsumsi lebih banyak vitamin D3, yaitu sebanyak 20 mikrogram.

Manfaat Vitamin D3

Manfaat Vitamin D3

Lantas, apa saja vitamin D3 untuk tubuh? Simak selengkapnya berikut ini.

1. Menjaga daya tahan tubuh

Sama seperti vitamin lainnya, vitamin D3 juga dibutuhkan untuk menjaga daya tahan tubuh. Kekebalan tubuh akan terpelihara dengan baik jika kamu memiliki vitamin D3 yang cukup. Vitamin ini mampu meningkatkan respon tubuh ketika melawan mikroorganisme penyebab penyakit, meredakan peradangan saat tubuh mengalami infeksi, serta dapat terjadi pembentukan sel darah.

Bicara soal darah, vitamin D3 juga dapat mengoptimalkan kerja sel darah putih. Disinilah manfaat vitamin D3 yang utama yaitu untuk menjaga daya tahan tubuh kamu. Tapi, jangan lupa lengkapi juga dengan kebutuhan vitamin lainnya, ya.

2. Manfaat vitamin D3 untuk ibu hamil

Jangan remehkan vitamin D3, apalagi kalau kamu sedang hamil. Manfaat vitamin D3 untuk ibu hamil yaitu mendukung perkembangan janin dalam tubuh. Selain itu, manfaat lainnya adalah sebagai berikut.

  • Mencegah bayi mengalami masalah pernafasan.
  • Memelihara kekuatan tulang pada janin.
  • Menjaga fungsi kerja otot pada janin.
  • Memperkuat sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi virus.
  • Mencegah agar bobot bayi saat lahir tidak rendah.
  • Mengoptimalkan penyerapan kalsium.
  • Mendukung kesehatan gigi janin.
  • Membantu dalam mencegah penyakit kanker.
  • Mengurangi risiko diabetes dan tekanan darah tinggi pada masa kehamilan.
  • Mencegah berbagai penyakit.

Keberadaan vitamin D3 bisa membantu pencegahan berbagai penyakit. Pada anak, vitamin D3 bermanfaat untuk mencegah bahkan mengobati penyakit rakitis. Rakitis adalah kondisi kelainan pertumbuhan tulang pada anak-anak.

Bicara soal tulang, vitamin D3 juga dapat mencegah penyakit osteoporosis yang biasa diderita oleh lansia. Kepadatan tulang akan meningkat jika konsumsi vitamin D3 terjaga dengan baik.

Tidak hanya tulang, vitamin D3 juga berguna untuk menjaga kesehatan ginjal. Penyakit gagal ginjal kronis contohnya, terjadi karena produksi vitamin D3 yang tidak optimal. Tubuh akan gagal menjalani fungsi ginjal seperti yang seharusnya.

Sumber Vitamin D3

Sumber Vitamin D3

Vitamin D3 bisa kamu dapatkan dari berbagai jenis makanan sehat dan alami. Sumber vitamin D3 ini hanya perlu dicocokan dengan selera makan kamu. Dengan begitu, sadar tidak sadar, kamu akan memberikan nutrisi vitamin D3 untuk tubuh. Ini bisa kamu dapatkan dari makanan-makanan berikut ini.

  • Ikan salmon.
  • Ikan haring dan sarden.
  • Ikan tuna.
  • Kuning telur.
  • Susu sapi.
  • Susu kedelai.
  • Jamur.

Lalu, apa akibatnya jika tubuh kita mengalami kekurangan vitamin D3? Simak pada poin selanjutnya.

Akibat Kekurangan Vitamin D3

Akibat Kekurangan Vitamin D3

Bagi orang dewasa, kekurangan vitamin D3 akan paling terasa efeknya pada kesehatan tulang. Orang dewasa yang kekurangan vitamin D3, otomatis akan kekurangan kalsium dalam tubuh. Ini akan melemahkan bahkan mudah mematahkan tulang kamu. Terutama tulang di bagian belakang, tungkai, dan panggul.

Untuk ibu hamil, kekurangan vitamin D3 berisiko menurunkan kadar kalsium pada tulang janin. Karena sudah disebutkan sebelumnya, salah satu manfaat vitamin D3 untuk ibu hamil adalah membantu dalam penyerapan kalsium. Ketika kekurangan vitamin D3, tulang bayi saat lahir bisa sangat rapuh atau disebut juga bayi menderita rickets.

Pada akhirnya, anak juga akan menderita. Anak yang kekurangan vitamin D3 akan terlambat untuk belajar duduk. Untuk berjalan juga akan terganggu karena kaki berbentuk O (bengkok ke bagian dalam) atau berbentuk X (bengkok ke bagian luar). Masalah lain yang bisa timbul adalah kelainan lengkung pada tulang belakang.

Secara garis besar, kesehatan tulang tidak hanya ditopang oleh kalsium. Tetapi ada peran vitamin D3 juga yang bekerja di sini. Jadi, jaga nutrisi vitamin D3 dengan baik, ya. Jika perlu, konsumsi suplemen tulang seperti Caltrax, Caltron, dan Cataro dari Pyfa Health. Semoga bermanfaat.

Manfaat dan Fungsi Vitamin D3

Manfaat dan Fungsi Vitamin D3

Saat ini, kita masih mengalami pandemi Covid-19 sejak tahun lalu. Beberapa masyarakat yang positif terinfeksi Covid-19 pun semakin bertambah dari hari ke hari. Hal tersebut membuat kita harus semakin waspada terhadap penyebarannya.

Salah satu cara untuk mencegah terkena penyakit Covid-19 yaitu kita harus menjaga dan menambah daya tahan tubuh. Vitamin D3 adalah jenis vitamin yang harus tercukupi di dalam tubuh kita. Vitamin D3 sendiri cukup vital perannya karena dapat membantu imun saat menghadapi infeksi virus dan bakteri.

Pengertian Vitamin D3

Vitamin D3 adalah salah satu vitamin larut lemak yang juga dikenal sebagai vitamin sinar matahari. Nama tersebut digunakan sesuai dengan sifatnya bisa dihasilkan secara alami saat kita terkena sinar matahari langsung. Selain itu, sumber D3 juga bisa kita dapatkan dari sumber makanan.

Manfaat dan Fungsi Vitamin D3

Selain menjaga imunitas tubuh, vitamin D3 juga memiliki beberapa manfaat lainnya sebagai berikut.

1. Dapat memperkuat tulang

Fungsi utama dari vitamin D3 adalah dapat memperkuat tulang. Tanpa adanya vitamin D3, maka penyerapan kalsium di dalam usus dapat bermasalah. Ditambah lagi, vitamin D3 juga dapat mencegah tulang rapuh hingga osteoporosis.

2. Dapat memperkuat otot

Vitamin D3 juga bisa bermanfaat pada otot. Salah satu tanda kekurangan vitamin D3 adalah otot melemah. Maka dari itu, vitamin ini sangat penting pada orang-orang berusia lanjut. Jika vitamin D3 tidak terpenuhi, maka orang tersebut bisa mengalami cacat.

3. Memelihara kesehatan ibu hamil

Pada ibu hamil, vitamin D3 juga bisa digunakan menjaga kesehatan ibu hamil. Contohnya seperti pencegahan kelahiran prematur dan juga preeklamsia. Bahkan, ketika wanita kekurangan vitamin D3, bisa menyebabkan diabetes gestasional hingga infeksi pada bagian vagina saat hamil.

4. Melindungi tubuh dari diabetes tipe 1 dan 2

Salah satu manfaat penting vitamin D3 adalah dapat melindungi dari tubuh dari penyakit diabetes tipe 1 dan 2. Artinya, vitamin yang satu ini secara efektif bisa menurunkan potensi terkena diabetes.

5. Membantu menurunkan berat badan

Saat seseorang kekurangan vitamin D, maka dia berisiko terkena obesitas. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang kelebihan berat badan bisa diturunkan melalui olahraga dan asupan sumber kalsium serta vitamin D3 yang efisien. Kandungan kalsium dan juga vitamin D3 bisa menurunkan nafsu makan pada orang yang obesitas.

Pentingnya Mengonsumsi Vitamin D3 untuk Mencegah Penularan Covid- 19

Kembali lagi pada masalah Covid-19, ternyata ada relasi antara vitamin D3 dengan pencegahan terhadap virus tersebut. Penelitian terbaru yang dilakukan oleh tim dari Queen Elizabeth Hospital, Inggris, menunjukkan fakta menarik soal ini.

Penelitian tersebut melakukan analisis mengenai penderita Covid-19 di sekitar 20 Negara Eropa. Hasilnya pun menunjukkan bahwa kadar vitamin D3 yang rendah berbanding lurus dengan tingginya jumlah orang terinfeksi serta meninggal karena Covid-19.

Oleh sebab itu, para peneliti ini merekomendasikan pada setiap orang agar melakukan terapi vitamin D3. Hal ini merupakan salah satu cara untuk mencegah terinfeksi Covid-19, khususnya bagi orang yang rentan.

Sumber Vitamin D3

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa sumber vitamin D3 adalah sinar matahari khususnya di pagi hari. Selain dari sinar matahari, kamu juga bisa mendapatkan sumber vitamin D3 dari makanan. Contohnya ikan salmon, sarden, tuna, daging merah, dan kuning telur. Saat ini pun kamu juga bisa mendapatkan vitamin D3 dari suplemen makanan yang sesuai resep dokter.

Demikian beberapa manfaat dan fungsi vitamin D3 pada tubuh dan hubungannya dengan Covid-19. Semoga informasi ini bisa memberikan manfaat.

Vitamin D3 1000 IU untuk Ibu Hamil

Vitamin D3 1000 IU untuk Ibu Hamil

Untuk perkembangan dan kesehatan janin, maka kebutuhan nutrisi pada ibu hamil harus diperhatikan secara seksama. Beberapa jenis nutrisi yang dibutuhkan oleh ibu hamil antara lain karbohidrat, protein, hingga lemak. Namun, ada satu lagi nutrisi yang juga dibutuhkan ibu hamil, yakni vitamin D.

Sumber vitamin D pada dasarnya dapat diproduksi oleh tubuh secara alami saat kulit terkena sinar matahari. Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan sumber vitamin melalui makanan dan juga suplemen seperti vitamin D3 1000 IU.

Tentunya kamu berpikir seberapa penting mengonsumsi vitamin D3 1000 IU untuk ibu hamil. Agar lebih jelas, berikut beberapa manfaatnya pada ibu hamil.

Manfaat Vitamin D3 1000 IU untuk Ibu Hamil

Seberapa penting vitamin D3 1000 IU untuk ibu hamil? Dalam penjelasan berikut ini kita akan bahas apa saja manfaat dan peranan vitamin D3 pada ibu hamil serta janin.

1. Mendukung pertumbuhan pada tulang dan gigi bayi

Vitamin D memiliki manfaat agar dapat mengatur jumlah kalsium dan fosfat pada tubuh. Pada dasarnya, kalsium dan fosfat adalah jenis mineral yang begitu dibutuhkan janin. Sebab, kalsium dan fosfat dapat membentuk jaringan tulang dan gigi pada janin. Jika janin kekurangan vitamin D, maka sangat besar risikonya terkena penyakit rakitis.

Untuk dapat memenuhi kebutuhan vitamin D, maka ibu hamil sangat disarankan untuk rutin berjemur di bawah sinar matahari sebelum pukul 9 pagi. Usahakan selalu berjemur selama 10 hingga 15 menit saja sebanyak dua hingga tiga kali dalam seminggu. Selain itu, ibu hamil pun bisa menambah nutrisi vitamin D dengan mengonsumsi makanan maupun vitamin D3 1000 IU.

2. Dapat menurunkan risiko diabetes gestasional

Diabetes gestasional adalah suatu kondisi saat kadar gula darah pada tubuh ibu hamil meningkat tinggi. Bisa dikatakan, jenis diabetes ini adalah salah satu komplikasi kehamilan pada janin maupun pada ibu itu sendiri. Akibat dari diabetes ini antara lain bayi lahir prematur, berat badan yang berlebihan atau kurang, sampai terjadinya preeklampsia.

Beberapa penelitian mengungkapkan jika asupan vitamin D yang cukup saat hamil bisa mengurangi risiko komplikasi yang diakibatkan diabetes gestasional. Maka dari itu, kebutuhan vitamin D harus cukup setiap hari. Caranya bisa melalui berjemur setiap hari, mengonsumsi suplemen vitamin D3 1000 IU, dan mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin D.

3. Dapat mengurangi risiko preeklamsia

Untuk kamu yang belum tahu, preeklamsia adalah salah satu masalah kesehatan pada ibu hamil yang cukup sering terjadi. Tanda-tanda ibu hamil yang terkena preeklamsia antara lain tekanan darah tinggi, terdapat pembengkakan pada bagian tubuh, dan juga meningkatnya kadar protein di dalam urine. Preeklamsia biasanya terjadi pada minggu ke dua puluh kehamilan atau di sekitar trimester kedua. Namun, terkadang juga terjadi sekitar trimester akhir.

Dengan mengonsumsi vitamin D3 1000 IU, maka jumlah vitamin D di dalam tubuh ibu hamil bisa terpenuhi seimbang. Dengan begitu, risiko terkena preeklamsia bisa berkurang. Ditambah lagi, kondisi janin pun akan terjaga hingga lahir nanti.

Kebutuhan Vitamin D pada Ibu Hamil

Seperti yang kita tahu bahwa ibu hamil memiliki kebutuhan nutrisi yang lebih banyak dibandingkan biasanya. Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) dari Kementerian Kesehatan RI, jumlah vitamin D untuk ibu hamil direkomendasikan sebanyak 15 mikrogram. Jumlah tersebut sama dengan 600 IU per hari.

Pada saat ibu hamil memasuki trimester pertama, maka tubuhnya sangat rentan pada kekurangan vitamin D. Hal tersebut dikarenakan kondisi ibu hamil yang mengalami morning sickness. Akibatnya, ibu hamil bisa terganggu pola makannya hingga sulit beraktivitas di luar.

Di sinilah ibu hamil sangat membutuhkan sumber tambahan melalui suplemen makanan. Contohnya ada di dalam vitamin D3 1000 IU. Tentunya sangat disarankan untuk konsultasi dulu dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen makanan tersebut.

Demikian beberapa poin tentang seberapa penting vitamin D3 1000 IU untuk ibu hamil. Semoga informasi ini bermanfaat untuk semua dan selalu jaga kesehatan.

Vitamin D3 1000 IU untuk Program Hamil

Vitamin D3 1000 IU untuk Program Hamil

Hampir setiap pasangan menginginkan buah hati dalam rumah tangganya. Meskipun begitu, tidak semua pasangan bisa dengan mudah mendapatkan keturunan. Beberapa diantaranya harus melakukan program hamil secara intensif. Namun, tahukah kamu kalau vitamin D3 1000 IU juga bisa membantu program hamil?

Manfaat Vitamin D3 1000 IU untuk Program Hamil

Hampir dari semua vitamin yang dianjurkan oleh dokter, jenis vitamin D ini paling direkomendasikan untuk program hamil. Khusus untuk perempuan, peranan vitamin D cukup banyak. Bahkan, saat kehamilan terjadi pun, kamu tetap butuh vitamin D. Beberapa manfaat vitamin D untuk program hamil adalah sebagai berikut.

  • Mengurangi inflamasi sistem kekebalan tubuh.
  • Meningkatkan kemampuan embrio untuk dapat berkembang di dalam rahim.
  • Meningkatkan kekuatan otot dan produksi hormon.
  • Mengurangi peradangan sel.

Secara umum, vitamin D merupakan hormon steroid yang dapat memengaruhi hampir setiap sel yang ada dalam tubuh, termasuk pada program hamil.

Hubungan Vitamin D dengan Kesuburan

Beberapa peneliti dari European Journal of Endocrinology melaporkan bahwa vitamin D sangat berhubungan dengan kesuburan. Jika wanita atau pria mengalami kekurangan vitamin D, maka dampaknya terhadap kesuburan adalah sebagai berikut.

1. Terkena Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)

Pada wanita yang mengalami PCOS berarti mengalami kekurangan vitamin D. Akibatnya, metabolisme tubuh mengalami gangguan seperti resistensi insulin dan juga infertilitas. Hal itu tentunya sangat berpengaruh pada program hamil karena janin bisa sulit berkembang.

2. Kadar Anti-Mullerian Hormone (AMH) akan semakin rendah

Pada saat wanita kekurangan vitamin D, maka kadar AMH akan semakin rendah. Padahal, AMH ini sangat berkaitan dengan persediaan sel telur. Tentu saja akibatnya akan sangat sulit memperoleh keturunan.

3. Mengalami gangguan reproduksi

Kekurangan vitamin D juga sangat berdampak untuk endometriosis, gangguan pada endokrin, dan penurunan kadar hormon progesteron serta estrogen. Untuk progesteron dan estrogen berhubungan dengan siklus haid dan juga bagian reproduksi.

4. Penurunan kualitas sperma

Tidak hanya pada wanita, pada pria pun kekurangan vitamin D juga sangat berpengaruh pada kesuburan. Perlu diketahui bahwa ada dua hal yang terlihat pada kualitas sperma, pertama adalah mobilitas atau gerakan dan kedua adalah morfologi atau bentuk. Kedua kualitas tersebut sangat dipengaruhi oleh vitamin D.

Pada saat kekurangan vitamin D, maka sperma yang dihasilkan akan sedikit. Bahkan walaupun tidak berpengaruh pada jumlah, kualitasnya tidak akan bagus. Akibatnya, kesuburan untuk mendapatkan keturunan akan sangat sulit.

Cara Mendapatkan Kadar Vitamin D

Beberapa cara untuk bisa mendapatkan kadar vitamin D yang cukup adalah sebagai berikut.

1. Melalui suplemen vitamin D

Untuk pasangan yang sedang program hamil, bisa minum suplemen vitamin D3 1000 IU setiap harinya, misalnya saja D3-400 Tablet atau D3-1000 Tablet dari Pyfa Health. Akan tetapi, hal ini sangat tergantung pada resep dokter. Sebaiknya kamu berkonsultasi terlebih dahulu.

2. Berjemur di pagi hari

Berjemur di pagi hari selama 5 hingga 15 menit secara konsisten bisa meningkatkan vitamin D. Jangan terlalu lama dalam berjemur karena saat matahari semakin naik, semakin kurang bagus pada kulit. Oleh sebab itu, pagi hari adalah waktu yang tepat mendapatkan matahari langsung.

3. Sumber makanan vitamin D

Cara lainnya adalah mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin D. Beberapa contohnya ada dalam ikan, susu, kuning telur, dan juga daging. Untuk jenis ikan yang memiliki kandungan vitamin D adalah salmon, tuna, baronang, sarden, dan nila. Selain itu, kelapa juga memiliki sumber vitamin D yang sangat banyak.

Demikian beberapa manfaat vitamin D3 1000 IU untuk program hamil. Semoga informasi ini bermanfaat dan selalu jaga kesehatan.

Efek Samping Vitamin D3

Efek Samping Vitamin D3

Pastinya kamu sudah tahu bahwa vitamin D3 merupakan salah satu jenis nutrisi yang bermanfaat pada tubuh. Beberapa manfaat dari vitamin D3 ini adalah mengatasi masalah osteoporosis, sakit pada tulang, hingga mencegah pengeroposan tulang. Bahkan, manfaat vitamin D3 juga bisa digunakan pada ibu hamil atau pasangan yang ingin memiliki keturunan. Maka dari itu, kita perlu vitamin D3 setiap harinya.

Akan tetapi, tidak jauh berbeda dengan jenis nutrisi lainnya, kita harus paham bahwa mengonsumsi berlebihan bisa menyebabkan efek samping pada tubuh. Begitu juga dengan vitamin D3 ini, jika terlalu banyak di dalam tubuh justru memberikan efek buruk baik itu ringan hingga berat.

Kebutuhan Vitamin D3 dalam Sehari

Dari hal tersebut, maka kita harus memahami berapa sebenarnya kebutuhan vitamin D3 untuk per harinya. Untuk mendapatkan sumber vitamin D3 sebagian besar dari paparan sinar matahari. Melalui paparan sinar matahari yang mengandung vitamin D, tubuh mendapatkan sumber vitamin D3-nya sendiri. Setelah itu, tubuh akan mengubah bahan kimia tersebut menjadi vitamin. Meskipun begitu, sumber vitamin D3 juga bisa didapat dari makanan.

Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) dari Kementerian Kesehatan RI, rekomendasi kebutuhan vitamin D3 berbeda-beda sesuai dengan umur. Untuk anak-anak yang usianya sekitar 0 hingga 11 bulan cukup 10 mikrogram atau di sekitar 400 IU. Sedangkan untuk wanita dan pria dewasa adalah 15 mikrogram atau sama dengan 600 IU. Terakhir, untuk lansia adalah 20 mikrogram atau sama dengan 800 IU.

Namun, kamu harus memahami bahwa jumlah vitamin D3 pada tubuh juga dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut.

  • Waktu.
  • Musim.
  • Garis lintang wilayah.
  • Pigmentasi pada kulit.
  • Lokasi tempat tinggal.
  • Gaya hidup.

Oleh sebab itu, kebutuhan vitamin D pada manusia bisa saja berbeda-beda di setiap negara.

Efek Samping Vitamin D3

Pada dasarnya, vitamin D cenderung aman dan tidak menimbulkan efek samping. Akan tetapi, jika vitamin D3 dalam bentuk suplemen makanan dikonsumsi melebihi dosis dari dokter, maka akan ada efek samping sebagai berikut.

  • Lelah, lemah, dan lesu.
  • Selalu mengantuk.
  • Sakit kepala.
  • Hilang nafsu makan.
  • Selalu merasa haus secara berlebihan.
  • Mulut kering dan selalu terasa ada besi.
  • Merasa mual hingga muntah.
  • Diare dan perut selalu sakit.
  • Frekuensi buang air kecil yang selalu sering.
  • Perubahan mood atau suasana hati.
  • Merasa pusing.

Efek samping di atas bisa dikatakan merupakan efek paling ringan yang terjadi. Namun, jika kamu mengalami efek samping seperti gagal ginjal, peningkatan jumlah kalsium dalam darah bahkan hingga tulang-tulang menjadi keropos, maka bisa dikatakan sudah sangat parah dan harus diberi pengobatan intensif.

Pada beberapa kasus, konsumsi suplemen vitamin D3 yang berlebihan bisa memunculkan alergi. Contohnya seperti muncul ruam pada kulit, gatal-gatal, bengkak di sekitar wajah, lidah, bahkan tenggorokan. Apabila kamu mengalami beberapa efek samping seperti di atas, sebaiknya periksakan ke dokter.

Untuk suplemen vitamin D3 sebaiknya tidak dikonsumsi oleh seseorang yang memiliki kondisi kelebihan vitamin D atau hipervitaminosis D. Selain itu, suplemen ini juga tidak diberikan pada seseorang yang memiliki jumlah kalsium berlebihan (hiperkalsemia), gangguan penyerapan nutrisi (sindrom malabsorpsi), dan seseorang yang memiliki riwayat penyakit ginjal serta hari.

Demikian beberapa poin tentang efek samping vitamin D3 jika dikonsumsi secara berlebihan. Semoga bisa memberikan manfaat dan selalu jaga kesehatan.

Dosis Vitamin D3

Dosis Vitamin D3

Di dalam tubuh manusia membutuhkan berbagai macam nutrisi. Salah satu jenis nutrisi yang memiliki peranan penting adalah vitamin D3. Pada dasarnya, vitamin D3 merupakan bagian dari vitamin D dan memiliki nama khusus, yakni cholecalciferol.

Vitamin D3 adalah bagian dari jenis vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin satu ini juga dikenal dengan vitamin sinar matahari. Sebab, saat tubuh kita terpapar sinar matahari langsung, hormon tersebut diproduksi oleh kolesterol sehingga menghasilkan vitamin D3 secara alami.

Meskipun bisa dihasilkan dengan cara yang mudah, tidak jarang juga kita perlu vitamin D3 melalui suplemen makanan atau obat. Biasanya, pemberian obat vitamin D3 harus menggunakan dosis yang sesuai anjuran dokter. Sebelum mengetahuinya lebih lanjut, kita ketahui dulu tentang vitamin D3 ini.

Manfaat Vitamin D3

Vitamin D3 merupakan sebuah vitamin yang mudah larut dalam lemak. Artinya, vitamin ini bisa membantu tubuh menyerap kalsium dan juga fosfor. Vitamin D, kalsium, dan fosfor sangat penting untuk menjaga tulang tetap kuat.

Manfaat terbesar vitamin D3 adalah dapat mengobati sekaligus mencegah terjadinya gangguan tulang seperti rakhitis dan juga osteomalacia. Selain itu, vitamin D3 yang dikombinasikan dengan kalsium juga sangat berguna dalam mengatasi serta mencegah tulang keropos atau osteoporosis.

Selain tulang, vitamin D3 juga berguna untuk penyakit ginjal, menjaga kadar kalsium dalam tubuh, dan memungkinkan tulang dapat tumbuh secara normal. Untuk wanita, vitamin D3 juga berguna saat hamil dan perkembangan janin. Saat anak lahir pun vitamin D3 bisa diberikan dalam bentuk suplemen atau obat.

Dosis Vitamin D3 yang Aman untuk Tubuh

Perlu diperhatikan bahwa informasi berikut ini berdasarkan standar yang dikeluarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) dari Kementerian Kesehatan RI. Ditambah lagi. setiap orang memiliki kebutuhan vitamin yang berbeda-beda. Dengan begitu, kita tetap harus berkonsultasi ke dokter sebelum memulai pengobatan.

Jumlah dosis vitamin D3 yang bisa diberikan adalah sebagai berikut.

1. Dosis dewasa

Pada orang dewasa baik itu pria maupun wanita memiliki jumlah yang sama. Namun, hal ini dibagi lagi menjadi dua, yakni untuk jenis insufisiensi atau tidak cukup vitamin D serta jenis defisiensi atau kurangi vtamin D.

Pada jenis insufisiensi, minimal 600 hingga 2000 IU secara oral sekali sehari. Sedangkan dosis maksimalnya tidak lebih dari 4000 IU per hari. Artinya, jangan sampai mengonsumsi vitamin D3 lebih dari 4000 IU agar tidak mendapatkan efek samping.

Pada jenis defisiensi, minimal 5000 IU seminggu sekali selama 8 minggu atau juga 6000 IU seminggu sekali selama 8 minggu. Untuk dosis maksimal tidak lebih dari 10000 IU per harinya.

2. Dosis anak-anak

Tidak jauh berbeda dengan orang dewasa, dosis vitamin D3 juga dibagi untuk versi insufisiensi dan defisiensi. Namun, untuk anak-anak dibagi lagi berdasarkan umurnya. Sebab, anak yang baru lahir dengan balita memiliki jumlah yang berbeda.

Untuk kategori anak-anak insufisiensi pada umur 0 hingga 12 bulan, dibutuhkan dosis vitamin D3 sebanyak 400 IU sekali dalam sehari. Sedangkan pada anak yang berusia 1 hingga 18 tahun jumlahnya sebanyak 600 IU sekali dalam sehari.

Untuk anak-anak yang masuk kategori defisiensi, dibutuhkan dosis sebanyak 2000 IU secara oral sekali sehari selama 6 minggu. Jumlah tersebut ditujukan pada anak berusia 0 hingga 1 tahun. Adapun jumlah lainnya adalah sekitar 50000 IU secara oral sekali seminggu selama 6 minggu.

Lalu, pada anak usia 1 hingga 18 tahun diberikan dosis sebanyak 2000 IU sekali sehari selama 6 minggu atau bisa juga 50000 IU secara oral sekali seminggu selama 6 minggu.

Demikian jumlah dosis Vitamin D3 yang aman untuk tubuh. Semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk semua.

Kelenjar Paratiroid

Apa Itu Kelenjar Paratiroid? Ini Fungsi dan Gangguannya

Kelenjar Paratiroid – Kelenjar paratiroid adalah salah satu jenis yang terdapat dalam setiap tubuh manusia. Kelenjar paratiroid sendiri dapat ditemukan di bagian leher, di dekat kelenjar tiroid. Kelenjar paratiroid merupakan kelenjar penghasil hormon paratiroid yang memainkan peran penting dalam mengatur kadar kalsium dalam darah. Jika kelenjar ini memiliki gangguan, maka akan berisiko terjadinya berbagai masalah …

Apa Itu Kelenjar Paratiroid? Ini Fungsi dan Gangguannya Selengkapnya »

Ciri-ciri Kekurangan Vitamin D

Ciri-ciri Kekurangan Vitamin D yang Mudah Dikenali

Ciri-ciri Kekurangan Vitamin D – Vitamin D adalah salah satu jenis vitamin yang bermanfaat untuk tubuh. Apalagi, vitamin D ini sangat mudah didapatkan. Salah satunya adalah melalui sinar matahari langsung. Saat kita berjemur di pagi hari, sinar matahari akan diolah tubuh untuk menghasilkan vitamin D. Maka dari itu, jika kamu sangat jarang berjemur di pagi …

Ciri-ciri Kekurangan Vitamin D yang Mudah Dikenali Selengkapnya »

Gejala Kekurangan Vitamin D

6 Gejala Kekurangan Vitamin D yang Umum Terjadi

Gejala Kekurangan Vitamin D – Seseorang yang mengalami kekurangan vitamin D memang tidak mudah terlihat. Meskipun begitu, tetap saja akan ada gejala yang sering dialami ketika kekurangan vitamin D. Mulai dari gejala yang terbilang ringan hingga berat bisa terjadi. Oleh sebab itu, pastikan kamu sudah mengetahuinya sejak awal. Berapa Kebutuhan Vitamin D Harian Setiap Orang? …

6 Gejala Kekurangan Vitamin D yang Umum Terjadi Selengkapnya »

Benarkah Vitamin D Bisa Cegah Virus Corona

Benarkah Vitamin D Bisa Cegah Virus Corona?

Benarkah Vitamin D Bisa Cegah Virus Corona? – Benarkah konsumsi vitamin D bisa cegah virus Corona? Kabar ini beredar beberapa waktu setelah virus Corona menyebar ke berbagai belahan dunia. Ada juga anjuran yang membiasakan berjemur di pagi hari untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Vitamin D tumbuh secara alami ketika seseorang menjemurkan tubuhnya di bawah sinar …

Benarkah Vitamin D Bisa Cegah Virus Corona? Selengkapnya »

Pentingnya Vitamin D untuk Penderita Covid-19

Pentingnya Vitamin D untuk Penderita Covid-19

Pentingnya Vitamin D untuk Penderita Covid-19 – Hingga Februari 2021, belum ditemukan obat yang pasti dapat melawan Covid-19. Di Indonesia maupun negara lain, orang-orang diminta menjaga kekebalan tubuhnya sehari-hari agar mampu melawan virus ini secara alami. Tidak jarang, para dokter merekomendasikan pasien untuk mengonsumsi vitamin. Menjelang akhir tahun lalu, vitamin D mulai ramai disebut sebagai …

Pentingnya Vitamin D untuk Penderita Covid-19 Selengkapnya »