• shopee-bigramadhansale-1920x745

Vitamin B6

Vitamin B6 – Vitamin B6 merupakan salah satu dari delapan vitamin yang tergabung dalam vitamin B complex yang harus dipenuhi untuk tubuh. Meskipun sumber vitamin B6 sangat mudah untuk didapatkan dari makanan sehari-hari, tidak semua orang dapat memenuhi kebutuhan asupan ini, lho.

Seperti halnya pada ibu hamil, yang harus memenuhi lebih banyak asupan B6 untuk perkembangan janin yang optimal. Oleh karenanya, yuk simak penjelasan lengkap mengenai apa itu vitamin B6 pada artikel berikut ini.

Vitamin B6 Adalah…

Vitamin B6 Adalah…

Vitamin B6 atau yang memiliki nama lain piridoksin adalah salah satu nutrisi yang penting bagi fungsi dan perkembangan saraf otak manusia. Vitamin B6 juga termasuk ke dalam kelompok vitamin B complex yang punya peran vital bagi kesehatan tubuh, seperti membantu mengubah makanan menjadi energi. Nah, piridoksin sendiri menjadi nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk pembentukan otak secara optimal serta menjaganya agar tetap bekerja sesuai fungsinya.

Bukan cuma itu, vitamin B6 juga berperan dalam memproduksi hormon serotonin, melatonin, dan norepinefrin. Namun, perlu pula diperhatikan apabila kebutuhannya tidak tercukupi, karena hal ini akan memengaruhi kerja serta fungsi tubuh, salah satunya adalah penyerapan vitamin B12 menjadi terganggu.

Manfaat Vitamin B6

Manfaat Vitamin B6

Manfaat penting dari vitamin B6 untuk tubuh adalah baik untuk perkembangan fungsi dan saraf otak manusia. Selain memiliki manfaat untuk perkembangan otak yang optimal, vitamin B6 juga membantu tubuh memproduksi antibodi dan hemoglobin, serta menjaga kadar gula dalam tubuh tetap normal.

  • Manfaat vitamin B6 untuk ibu hamil

Ibu hamil membutuhkan asupan gizi dan nutrisi untuk perkembangan janin yang sehat. Nah, asupan vitamin B6 juga memiliki manfaat yang penting bagi ibu hamil. Manfaat tersebut seperti dapat membantu metabolisme protein dan karbohidrat pada tubuh ibu dan janin, membantu pembentukan sel darah merah baru, antibodi, dan neurotransmiter pada janin.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa vitamin B6 juga mampu meringankan mual dan muntah (morning sickness) yang sering dialami oleh ibu hamil. Tak hanya itu, vitamin B6 juga dapat menjaga kadar glukosa darah tetap sehat, mendorong perkembangan otak dan saraf janin, serta berperan dalam mencegah masalah yang terjadi pada bayi baru lahir, seperti berat lahir rendah.

  • Fungsi vitamin B6 untuk TBC

Manfaat lain yang bisa didapatkan dari vitamin B6 yakni untuk pengobatan penyakit tuberkulosis (TBC). Secara umum, manfaat vitamin B6 untuk TBC yakni digunakan dalam tatalaksana defisiensi vitamin B6 dan profilaksis untuk neuropati perifer, khususnya bagi penderita tuberkulosis yang rutin mengonsumsi isoniazid. Tak hanya itu, vitamin B6 juga sering digunakan dalam terapi hiperemesis gravidarum dan anemia sideroblastik.

Sumber Vitamin B6

Sumber Vitamin B6

Sumber vitamin B6 alami bisa diperoleh dengan mudah dari makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Seperti dari kentang, kacang-kacangan, buah-buahan selain keluarga jeruk, ikan, hati sapi, dan daging ayam.

Manfaat vitamin B6 juga bisa didapatkan dari sereal sarapan fortifikasi, alpukat, pepaya, pisang, dan berbagai sayuran hijau. Hal tersebut dikemukakan pada sebuah penelitian dari National Institutes of Health’s Office of Dietary Supplements. Jadi, jika kamu membutuhkan asupan vitamin B6 selain dari makanan atau minuman, salah satu solusinya adalah dengan mengonsumsi suplemen vitamin B6 dengan anjuran dari dokter.

Akibat Kekurangan Vitamin B6

Akibat Kekurangan Vitamin B6

Seseorang dapat mengalami kekurangan vitamin B6, terutama bila menderita kondisi tertentu, seperti gagal ginjal, malnutrisi, atau kecanduan alkohol. Orang-orang yang memiliki kondisi seperti ini harus mendapatkan asupan vitamin B6 dari makanan harus didukung dengan suplemen vitamin B6, misalnya saja seperti Caltrax, Caltron, dan Cataro dari Pyfa Health.

Nah, ketika tubuh kekurangan vitamin B6, biasanya akan menunjukkan beberapa tanda umum, seperti bibir pecah, ruam pada kulit, mudah lelah, kejang, suasana hati yang mudah berubah, dan daya tubuh yang lemah. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk memenuhi kebutuhan harian nutrisi salah satunya asupan vitamin B6 untuk tubuh.

Vitamin B6 untuk Apa?

Vitamin B6 untuk Apa?

Vitamin B6 disebut juga dengan piridoksin dan terkandung dalam bahan makanan seperti susu, keju, salmon, tuna, serta telur. Lantas, vitamin B6 untuk apa? Pentingkah keberadaannya bagi tubuh kita?

Menurut Suhardjo dalam bukunya yang berjudul Defisiensi Vitamin dan Mineral pada tahun 2010, vitamin B6 merupakan salah satu anggota dari vitamin B complex yang banyak memiliki manfaat, antara lain mengubah triptofan menjadi serotonin, yang merupakan neurotransmitter anti depresi yang dibutuhkan oleh otak.

Vitamin B6 untuk Apa? Ini Penjelasannya

Dalam buku yang ditulis oleh Mooney dkk pada tahun 2009 yang berjudul Vitamin B6: A Long Known Compound Of Surprising Complexity, disebutkan bahwa asupan vitamin B6 dalam jumlah yang cukup sangat penting bagi tubuh, karena vitamin B6 diperlukan dalam berbagai proses metabolisme dan berguna dalam reaksi lebih dari 100 enzim.

Kebutuhan vitamin B6 maksimal untuk orang dewasa adalah 100 mg per hari, sedangkan pada anak-anak kebutuhan vitamin B6 dibagi sesuai rentang umur berikut ini.

  • Anak usia 1-3 tahun: Anak dalam range usia 1-3 tahun membutuhkan asupan vitamin B6 sebanyak 30 mg per hari.
  • Anak usia 4-8 tahun: Anak yang berusia antara 4-8 tahun, kebutuhan asupan harian vitamin B6 adalah sebanyak 40 mg.
  • Anak usia 9-13 tahun: Anak dengan usia 9-13 tahun, memerlukan asupan sebesar 60 mg vitamin B6 per hari.
  • Anak usia 14 sampai 18 tahun: Anak dalam usia 14-18 tahun, kebutuhan asupan harian vitamin B6 adalah sebanyak 80 mg.

Jadi, vitamin B6 untuk apa? Berikut ini adalah manfaatnya.

  • Membantu dalam sistem kekebalan tubuh.
  • Berguna untuk perkembangan otak janin di masa kehamilan.
  • Membantu transmisi impuls saraf.
  • Menjaga keseimbangan elektrolit tubuh (natrium dan kalium).
  • Merangsang pertumbuhan sel darah merah.
  • Membantu sintesis DNA dan RNA.
  • Bertanggung jawab terhadap pembentukan neurotransmitter yang esensial bagi fungsi sistem saraf, yakni serotonin, melatonin, epinephrine, norepinephrine, dan GABA.

Berbagai manfaat vitamin B6 di atas memang sangat baik bagi kesehatan tubuh, namun tetap ada batasan untuk mengonsumsi vitamin B6, karena jika dikonsumsi secara berlebihan juga akan mendatangkan efek samping yang merugikan.

Apa yang Terjadi Jika Tubuh Kekurangan Vitamin B6?

Kekurangan vitamin B6 akan menimbulkan berbagai gejala yang berhubungan dengan adanya gangguan metabolisme protein, sehingga merasa lemah, mudah tersinggung, dan juga susah tidur.

Orang yang kekurangan vitamin B6 juga akan mengalami pecah-pecah disudut bibir, kerusakan kulit, mudah mual, mudah pening, anemia, dan juga mudah kena penyakit batu ginjal.

Bahkan, jika tubuh kekurangan vitamin B6 akut maka akan terjadi kerusakan pada sistem saraf pusat, karena vitamin B6 juga berperan dalam pembentukan senyawa struktural, dimana fungsinya sebagai transmiter kimia pada sistem saraf, serta sangat penting dalam mempertahankan keseimbangan hormon dan sistem kekebalan tubuh.

Rata-rata konsumsi vitamin B6 yang dianjurkan adalah 2,2 mg/hari untuk pria dan 2 mg/hari untuk wanita, sedangkan untuk wanita hamil dan laktasi membutuhkan 2,4 mg/hari. Inilah yang terjadi jika kita mengonsumsi vitamin B6 secara berlebihan.

  • Mati rasa pada tangan, kaki, dan mulut yang berlanjut pada kerusakan syaraf.
  • Kesulitan berjalan, kelelahan, dan sakit kepala.

Vitamin B6 bisa kita dapatkan dalam berbagai sumber makanan seperti susu, keju, salmon, ikan tuna, dan hati sapi. Kita juga bisa mendapatkan asupan vitamin B6 dalam bentuk suplemen yang tersedia di apotek. Namun, tetap jaga asupan vitamin yang masuk dalam tubuh kita, jangan sampai malah menjadi berlebihan dan menjadi sumber gangguan kesehatan yang lainnya. Semoga bermanfaat, ya!

Makanan yang Mengandung Vitamin B6

Makanan yang Mengandung Vitamin B6

Vitamin B6 adalah salah satu jenis vitamin yang kehadirannya sangat penting bagi tubuh, sehingga kita harus mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B6 agar bisa mendapatkan manfaatnya.

Meski tersedia berbagai suplemen vitamin B6 yang bisa kita temukan dengan mudah di apotek dan juga marketplace, namun disarankan untuk lebih memilih makanan yang mengandung vitamin B6, karena di samping mengandung vitamin esensial yang satu ini, makanan-makanan tersebut juga mengandung protein, mineral, dan juga vitamin lainnya yang tentunya sangat berguna bagi tubuh kita.

Daftar Makanan yang Mengandung Vitamin B6

Mackey AD et all,dalam buku Modern Nutrition in Health and Disease tahun 2006 menyebutkan bahwa bahan makanan yang mengandung vitamin B6 antara lain daging, produk whole-grain khususnya tepung, sayuran, kacang, dan sereal yang difortifikasi.

Hal yang serupa juga dikemukakan oleh Kartasapoetra dan Masetyo pada tahun 2010 dalam Ilmu Gizi (Korelasi Gizi, Kesehatan dan Produktivitas Kerja) yang menyebutkan bahwa sumber vitamin B6 cukup banyak terkandung dalam hati, ikan, daging, dan sayur mayur.

Menurut kedua sumber di atas dapat disimpulkan bahwa berikut ini adalah daftar makanan yang mengandung vitamin B6 antara lain sebagai berikut.

1. Ikan

Ikan tidak hanya mengandung vitamin B6, tapi juga kaya akan vitamin A, vitamin C3, kalsium, zat besi, vitamin D, vitamin B12, magnesium, karbohidrat, dan juga protein yang sangat bagus untuk tubuh kita.

2. Hati sapi

Selain merupakan makanan yang mengandung vitamin B6, hati sapi juga kaya akan protein, karbohidrat, kalsium, vitamin A, vitamin C, dan juga zat besi.

3. Daging

Daging merupakan sumber protein, karbohidrat, lemak, dan juga merupakan sumber vitamin B6 yang baik bagi tubuh.

4. Sayuran

Tidak hanya mengandung vitamin B6, sayuran juga merupakan sumber serat, potasium, asam folat, vitamin A, vitamin E, dan juga vitamin C yang kesemuanya sangat baik bagi tubuh.

5. Kacang

Kacang juga merupakan salah satu makanan yang mengandung vitamin B6 dengan harga yang terjangkau, serta merupakan sumber vitamin dan mineral lainnya yang berguna bagi kesehatan kita.

Manfaat Vitamin B6

Vitamin B6 memiliki berbagai manfaat yang penting bagi tubuh kita, antara lain sebagai berikut.

  • Vitamin B6 bersama dengan niasin, asam folat, dan kobalamin berperan unttuk menggerakkan beberapa fungsi vital dari tubuh manusia.
  • Vitamin B6 diperlukan tubuh untuk membentuk protein dengan mengubah asam amino yang terdapat dalam makanan.
  • Vitamin B6 juga membantu tubuh membentuk energi dengan membakar cadangan gula yang tersimpan di antara organ tubuh, serta pembentukkan hemoglobin dari protein.
  • Vitamin B6 membantu tubuh untuk memproduksi antibodi dan juga hemoglobin.
  • Vitamin B6 merupakan nutrisi penting dalam perkembangan syaraf otak.

Batas aman asupan vitamin B6 harian bagi manusia dewasa adalah maksimal sebanyak 100 mg, karena jika berlebihan, vitamin B6 juga akan menghadirkan berbagai gangguan esehatan, mulai dari pusing dan mual yang berkepanjangan, tubuh mudah lelah, bahkan kerusakan syaraf yang permanen.

Meski demikian, kebanyakan kasus kelebihan vitamin B6 berasal dari suplemen tambahan yang dikonsumsi, dengan dosis yang berlebihan. Jika kita mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B6 seperti yang telah dijelaskan di atas, tentunya dengan porsi yang sesuai, tentu beragam manfaat positif akan diterima oleh tubuh kita.

Dengan mengonsumsi makanan dengan gizi yang seimbang, tidak hanya kebutuhan vitamin B6 saja yang akan terpenuhi, tapi juga vitamin lainnya seperti vitamin A, B, C, D, E, dan juga K.

Selain kebutuhan vitamin, kita juga harus memerhatikan asupan protein, zat besi, serat, dan berbagai mineral lain yang membantu tubuh kita mendapatkan nutrisi harian yang sesuai. Semoga bermanfaat!

Vitamin B6 untuk Mual Muntah

Vitamin B6 untuk Mual Muntah

Manfaat vitamin B6 untuk mual muntah biasanya diberikan untuk ibu hamil pada masa awal kehamilan. Keluhan mual muntah yang dialami ibu hamil pada trimester pertama dan kedua ini diakibatkan oleh adanya perubahan hormon.

Efektivitas Vitamin B6 untuk Mual Muntah pada Ibu Hamil

Mandriwati dalam buku Penuntun Belajar Asuhan Kebidanan Ibu Hamil tahun 2008 menyebutkan bahwa kehamilan memengaruhi tubuh ibu secara keseluruhan dengan menimbulkan perubahan-perubahan fisiologi di seluruh sistem organ, sehingga sebagian besar perubahan pada tubuh ibu disebabkan oleh hormonal.

Perubahan ini terjadi akibat adanya ketidakseimbangan hormon progesteron dan estrogen yakni hormon kewanitaan yang ada di dalam tubuh ibu sejak terjadinya proses kehamilan.

Wanita hamil sebanyak 50% mengalami emesis gravidarum yang dikenal dengan istilah morning sickness (rasa mual di pagi hari) yang menjadi bagian yang ‘tidak mengenakkan dalam kehamilan (Koesno, 2009).

Mual dan muntah merupakan salah satu gejala paling awal, yang paling umum, paling banyak dikeluhkan dan paling menyebabkan stres dalam kehamilan.

Mual dan muntah seringkali diabaikan karena dianggap sebagai sebuah konsekuensi normal diawal kehamilan tanpa mengakui dampak hebat yang ditimbulkannya pada wanita dan keluarga mereka (Tiran, 2009).

Untuk mengurangi rasa mual pada awal kehamilan Trimester I, ibu hamil bisa meminum air rebusan jahe yang sangat efektif untuk mengatasi mual munta pada ibu hamil (Saswita, 2006). Namun ternyata, efektivitas vitamin B6 untuk mual muntah pada ibu hamil juga diakui, karena vitamin B berguna untuk fungsi metabolism dasar. Dosis vitamin B yang dianjurkan adalah sebesar 2 mg per hari (Amazine, 2017).

Ibu hamil dengan mual muntah yang ringan dianjurkan untuk makan dengan porsi kecil dan tidak dianjurkan untuk makan makanan yang berlemak. Hal ini dikarenakan makanan yang berlemak pada umumnya menyebabkan mual.

Ibu hamil juga dianjurkan untuk mengonsumsi makanan selingan berupa biskuit atau roti kering dan dapat dimakan sebelum bangun dari tempat tidur pada pagi hari. Biasanya, ibu hamil dengan mual muntah juga diberikan vitamin B1, vitamin C atau B complex, dan yang paling sering dikonsumsi adalah vitamin B6 (Sastrawinata, 2005).

Vitamin B6 juga merupakan pilihan utama dalam mengurangi mual muntah dalam kehamilan, terbukti pada ulasan sistematik Cochrane (2003) yang memperlihatkan vitamin B6 (pyridoxine) efektif mengurangi gejala mual muntah.

Pyridoxine mengurangi frekuensi muntah dan merupakan sebagai asupan yang aman bagi ibu hamil untuk mengurangi mual muntah, dengan dosis sebanyak 10 mg.

Selain itu, vitamin B6 juga merupakan kategori A untuk kehamilan dan merupakan satu satunya terapi untuk mual muntah yang sesuai dengan label Food Drug Administration (FDA) (Lee dan Saha, 2011).

Sumber Vitamin B6

Selain menggunakan suplemen, ibu hamil yang ingin mengurangi gejala mual dan muntah juga bisa mulai mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin B6 di bawah ini dalam porsi yang seimbang.

1. Biji-bijian

Biji bunga matahari, biji wijen, atau biji labu merupakan sumber vitamin B6 yang tidak hanya memenuhi kebutuhan vitamin tersebut, tapi juga mengurangi mual dan bisa dijadikan alternatif camilan sehat.

2. Gandum

Pilih olahan roti gandum yang utuh dan bukannya roti putih yang tinggi kalori untuk memenuhi kebutuhan vitamin B6 bagi ibu hamil agar tidak kelebihan berat badan.

3. Beras merah

Beras merah kaya serat dan juga vitamin B6 yang bisa menjadi alternatif makanan saat hamil.

4. Sayur dan buah

Sayur dan buah tidak hanya kaya akan vitamin B6, tapi juga mengandung berbagai vitamin dan mineral yang baik untuk perkembangan ibu dan janin yang ada di kandungannya.

5. Kacang-kacangan

Selain biji-bijian, kacang-kacangan seperti kacang tanah, kacang kenari, hazlnut, wallnut, atau almond juga merupakan alternatif camilan yang juga merupakan sumber vitamin B6.

6. Ikan

Ikan seperti salmon dan tuna sangat baik bagi ibu hamil karena mengandung vitamin dan mineral yang cukup dan juga kaya akan vitamin B6 yang bisa mengurangi mual muntah di pagi hari. Sebisa mungkin, makan ikan dalam keadaan matang benar untuk menghindari adanya bakteri salmonella yang bisa berbahaya bagi kesehatan.

7. Unggas

Unggas seperti ayam dan kalkun juga direkomendasikan sebagai salah satu makanan yang kaya akan kandungan vitamin B6, pilih unggas yang masih segar sebelum dimasak, ya.

Itulah beberapa makanan yang mengandung vitamin B6 untuk mengatasi mual muntah pada ibu hamil. Semoga bermanfaat!

Vitamin B6 pada Kentang Bermanfaat untuk?

Vitamin B6 pada Kentang Bermanfaat untuk?

Vitamin B6 pada kentang bermanfaat untuk tubuh dan perannya cukup esensial dalam proses metabolisme yang menunjang kehidupan manusia.

Kentang, selain menjadi alternatif pangan sumber karbohidrat, juga mengandung berbagai vitamin dan mineral yang sangat baik bagi tubuh, termasuk vitamin B6 yang terkandung di dalamnya yakni sebesar 0,3 mg.

Manfaat Vitamin B6 pada Kentang

Vitamin B6 yang terkandung pada kentang merupakan jenis vitamin yang larut dalam air, sehingga kelebihan vitamin jenis ini akan disekresikan bersama dengan urin.

Mooney, S., Leuendorf, J., Hendrickson, C and Hellmann, H. dalam jurnal Vitamin B6: A Long Known Compound of Surprising Complexity pada tahun 2009 menyebutkan bahwa asupan vitamin B6 yang cukup sangat dibutuhkan oleh tubuh.

Vitamin B6 (piridoksin) diperlukan dalam berbagai proses metabolisme. Tubuh memerlukan vitamin B6 untuk reaksi lebih dari 100 enzim, perkembangan otak selama masa kehamilan, serta fungsi kekebalan tubuh. Vitamin B juga berperan sebagai kofaktor dalam reaksi enzimatis tubuh yang penting.

Berikut ini adalah rangkunam mengengai manfaat vitamin B6 pada kentang.

  • Memiliki peran dalam metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak (Olivia, 2004)
  • Menguatkan kekebalan tubuh.
  • Membantu transmisi impuls saraf.
  • Menjaga keseimbangan elektrolit tubuh (natrium dan kalium).
  • Merangsang pertumbuhan sel darah merah.
  • Membantu sintesa DNA dan RNA.
  • Berperan dalam pembentukan senyawa struktural yang berfungsi sebagai transmitter kimia pada sistem saraf dan mempertahankan keseimbangan hormon dan sistem kekebalan tubuh.
  • Berperan sebagai koenzim dan terlibat dalam metabolisme asam amino.
  • Vitamin B6 bertanggung jawab terhadap pembentukan neurotransmitter yang terdiri dari serotonin, melatonin, epinephrine, norepinephrine, dan GABA yang esensial bagi fungsi sistem syaraf.

Vitamin B6 tidak hanya terkandung di dalam kentang saja, namun juga bisa kita dapatkan dari berbagai makanan berikut ini.

1. Beras merah

Beras merah tidak hanya kaya akan serat, sehingga menjadi opsi sumber karbohidrat dan serat alternatif bagi yang sedang berdiet, tapi juga kaya akan vitamin B6. Kandungan vitamin B6 dalam beras merah adalah sebesar 0,1 mg.

2. Daging sapi dan ayam

Daging baik daging sapi maupun daging ayam merupakan sumber protein hewani yang terbaik bagi tubuh kita. Selain sumber protein, daging juga merupakan bahan makanan yang mengandung vitamin B6 yang baik untuk tubuh.

3. Hati

Pada hati sapi, terkandung vitamin B6 sejumlah 0,6 mg dan juga kaya akan zat besi, sehingga bisa mencegah anemia.

4. Sayur dan buah

Sayur mayur dan buah-buahan adalah sumber vitamin B6 yang terbaik, karena mengandung berbagai vitamin yang juga diperlukan oleh tubuh. Selain itu, kamu juga tidak perlu khawatir dengan kandungan lemak dan kolesterol yang berlebih jika dikonsumsi terus menerus, karena tidak seperti daging atau hati sapi.

5. Kacang-kacangan

Kacang tanah, kacang walnut, hazelnut, atau almond bisa dijadikan alternatif camilan sehat yang juga merupakan sumber vitamin B6 yang memiliki citarasa yang lezat.

Kekurangan vitamin B6 dapat menyebabkan anemia, ruam kulit, depresi, serta sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Menurut Almatsier (2006) kekurangan vitamin B6 bisa menimbulkan gejala-gejala yang berkaitan dengan gangguan metabolisme protein, seperti lemah, mudah tersinggung, dan sukar tidur.

Pada kasus yang fatal, kekurangan vitamin B6 berat dapat menimbulkan kerusakan pada sistem saraf pusat.

Namun, bukan berarti kita harus mengonsumsi vitamin B6 secara berlebihan, karena jika berlebihan, maka akan ada efek samping seperti kesemutan, mual dan muntah, pusing, hingga kerusakan syaraf.

Kebutuhan vitamin B6 harian manusia ialah sebesar 100-400 mg per harinya. Kelebihan vitamin B6 biasnaya didapatkan dari suplemen, karena sangat jarang adanya kasus kelebihan vitamin B6 dalam tubuh yang diakibatkan karena asupan makanan. Semoga bermanfaat!

Buah yang Mengandung Vitamin B6

Buah yang Mengandung Vitamin B6

Buah yang mengandung vitamin B6 ternyata cukup mudah dijumpai di sekitar kita. Jadi, untuk mengonsumsinya, kamu tidak perlu repot-repot untuk mencarinya di supermarket besar yang menyediakan buah impor, yang tentunya harganya lebih mahal dibanding buah lokal. Apa saja jenis buah yang mengandung vitamin B6? Simak ulasannya berikut ini.

Jenis-jenis Buah yang Mengandung Vitamin B6

Vitamin B6 adalah salah satu jenis vitamin yang berperan penting dalam metabolisme tubuh kita. Kekurangan vitamin B6 bisa menyebabkan lesu, cepat lelah, depresi, bahkan gangguan syaraf.

Suhardjo dalam bukunya yang berjudul Defisiensi Vitamin dan Mineral tahun 2010, menyebutkan bahwa vitamin B6 adalah salah satu anggota dari vitamin B complex yang memiliki banyak manfaat, antara lain mengubah triptofan menjadi serotonin, yang merupakan neurotransmitter anti depresi yang dibutuhkan oleh otak.

Mengingat peran vitamin B6 yang cukup esensial, kamu harus memenuhi asupan harian vitamin B6 yang cukup agar tidak terjadi defisiensi atau kekurangan vitamin B6 yang berbahaya bagi tubuh. Berikut ini adalah jumlah kebutuhan vitamin B6 yang dibutuhkan oleh tubuh setiap harinya.

  • Pada anak-anak

Anak usia 0-6 bulan membutuhkan asupan vitamin B6 sebanyak 0,1 mg per hari. Sementara pada usia 7-12 bulan membutuhkan vitamin B6 sebanyak 0,3 mg setiap harina. Pada anak batita, kebutuhan vitamin B6 adalah sebesar 0,5 mg/hari.

Anak dengan usia 4-8 tahun membutuhkan 0,6 mg vitamin B6 per hari dan pada remaja 9-13 tahun kebutuhan vitamin B6 hariannya adalah sebesar 1 mg/hari.

  • Pada usia dewasa

Orang yang berusia 14-50 tahun membutuhkan asupan vitamin B6 minimal 1,3 mg/hari. Sedangkan bagi yang berusia di atas 50 tahun, kebutuhan asupan vitamin B6 hariannya meningkat menjadi 1,7 mg per harinya.

Kebutuhan vitamin B6 untuk ibu hamil juga cukup banyak, yakni sebesar 1,9 mg/hari yang harus dipenuhi karena vitamin B6 yang larut dalam air ini berperan penting dalam proses perkembangan janin di dalam kandungan.

Daftar Buah yang Mengandung Vitamin B6

Vitamin B6 untuk tubuh bisa dipenuhi dengan menggunakan suplemen vitamin B6 yang dijual bebas di apotek, namun sebenarnya kita bisa memenuhi kebutuhan harian vitamin B6 melalui makanan yang mengandung vitamin B6. Bisa melalui sayur mayur, buah-buahan, daging, ikan dan unggas, hati, dan juga kacang-kacangan.

Terdapat aneka macam buah lokal yang mengandung vitamin B6 yang selain rasanya lezat dan juga cukup mampu untuk memenuhi kebutuhan vitamin B6 untuk tubuh kita, antara lain sebagai berikut.

1. Pisang

Pisang adalah jenis buah yang bisa dengan mudah kita jumpai di sekitar kita dan memiliki kandungan gizi yang sangat baik bagi tubuh. Pisang mengandung vitamin A, vitamin C, vitamin B6, magnesium, dan juga merupakan sumber karbohidrat.

2. Alpukat

Alpukat mengandung vitamin B6 sebanyak 0,3 mg dan merupakan sumber lemak tak jenuh yang cocok untuk berdiet.

3. Jeruk

Selain kaya akan vitamin C, jeruk juga merupakan buah lokal yang mengandung vitamin B6.

4. Mangga

Mangga yang merupakan buah musiman ini kaya akan vitamin A, vitamin C, dan penyedia vitamin B6 yang bisa dikonsumsi dengan harga yang terjangkau.

5. Melon

Per 100 gram melon mengandung vitamin B6 sebanyak 0,1 mg dan juga merupakan sumber vitamin A yang lezat dan bergizi tinggi.

Kamu bisa memenuhi kebutuhan vitamin tanpa perlu membeli makanan yang mahal, namun cukup dengan mengonsumsi berbagai macam makanan yang memiliki gizi seimbang, seperti buah lokal yang mengandung vitamin B6 di atas. Semoga bermanfaat, ya!

Minum Susu Hamil Sebaiknya Usia Kandungan Berapa Bulan

Minum Susu Hamil Sebaiknya Usia Kandungan Berapa Bulan?

Minum Susu Hamil Sebaiknya Usia Kandungan Berapa Bulan – Nutrisi yang dibutuhkan oleh ibu hamil terus meningkat. Nutrisi tersebut bisa didapatkan dari mengonsumsi susu hamil. Ketika hamil, mungkin kamu sering bertanya-tanya, sebaiknya pada saat usia kandungan berapa bulan mulai minum susu hamil? Lalu, apa saja manfaatnya dan bagaimana cara memilih susu hamil yang baik? Simak …

Minum Susu Hamil Sebaiknya Usia Kandungan Berapa Bulan? Selengkapnya »

Manfaat Pisang untuk Ibu Hamil

Penting! Ini 7 Manfaat Pisang untuk Ibu Hamil

Manfaat Pisang untuk Ibu Hamil – Pisang menjadi salah satu buah yang memiliki banyak kandungan nutrisi yang bermanfaat untuk tubuh. Begitu juga untuk ibu hamil, pisang dapat memberikan nutrisi penting yang dibutuhkan pada masa kehamilan. Nah, kali ini akan dibahas mengenai tujuh manfaat buah pisang untuk ibu hamil. Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini. Manfaat …

Penting! Ini 7 Manfaat Pisang untuk Ibu Hamil Selengkapnya »

Simak Vitamin untuk Menjaga Imun Saat Pandemi Covid-19 Berikut Ini

Simak 4 Vitamin untuk Menjaga Imun Saat Pandemi Covid-19 Berikut Ini

Simak Vitamin untuk Menjaga Imun Saat Pandemi Covid-19 Berikut Ini – Semenjak pandemi Covid-19 terjadi, banyak orang yang semakin memperhatikan kesehatan tubuhnya. Masalahnya, obat untuk menangkal virus Covid-19 belum ada. Lalu, soal sembuhnya seseorang dari Covid-19, tergantung kondisi kekebalan tubuhnya saja. Kalau imun kurang kuat dan ada penyakit bawaan, nyawa bisa jadi taruhannya. Lantas, bagaimana …

Simak 4 Vitamin untuk Menjaga Imun Saat Pandemi Covid-19 Berikut Ini Selengkapnya »