• All-Product-Pyfahealth-1920-x-745-pxl

Vitamin B Complex

Vitamin B Complex –¬†Vitamin B complex adalah kumpulan dari delapan vitamin B yang bisa kamu temui dari beberapa kapsul multivitamin atau suplemen. Delapan vitamin B tersebut adalah vitamin B1 (Thiamin), B2 (Riboflavin), B3 (Niacin), B5 (Asam Pantotenat), B6 (Pyridoxine), B7 (Biotin), B9 (Asam Folat, dan B12 (Cobalamin). Vitamin-vitamin tersebut juga bisa ditemukan pada bahan-bahan alami lainnya, seperti sayuran hijau, susu dan produk olahannya, serta kacang-kacangan. Kamu juga bisa menemukan vitamin B complex di dalam sereal gandum.

Tidak sedikit orang menggunakan vitamin B complex untuk menambah berat badan. Jika kamu salah satu dari mereka, mulai sekarang kamu harus lebih berhati-hati dalam mengonsumsi suplemen yang satu ini. Sebab, ada efek samping yang mungkin saja bisa terjadi pada kesehatan kamu ke depannya. Terutama ketika kamu mengonsumsinya tanpa saran dan anjuran dari dokter.

Jenis-jenis dan Manfaat Vitamin B Complex

Jenis-jenis dan Manfaat Vitamin B Complex

Fungsi vitamin B complex ini adalah untuk membantu tubuh menghasilkan energi dari makanan yang kamu konsumsi. Tetapi, dalam prakteknya, banyak orang yang percaya jika suplemen yang mengandung vitamin B complex juga dapat membantu menambah berat badan mereka. Untuk menjawab pertanyaan ini, kamu perlu mengetahui kandungan dalam suplemen vitamin B complex terlebih dahulu. Berikut ini adalah beberapa kandungan yang terkandung dalam vitamin B complex dengan penjelasan mengenai manfaat sesusai dengan jenisnya.

  • Manfaat vitamin B1 (thiamin):

Merangsang pertumbuhan dan memaksimalkan fungsi organ tubuh, seperti otak dan hati.

  • Manfaat vitamin B2 (riboflavin):

Menghancurkan lemak dan kandungan pada obat.

  • Manfaat vitamin B3 (niacin):

Menjaga kulit, saraf, dan pencernaan lebih sehat. Terkadang, obat yang mengandung niacin juga diresepkan oleh dokter untuk menurunkan kolesterol.

  • Manfaat vitamin B5 (asam pantotenat):

Memelihara kerja otak dan sistem saraf.

  • Manfaat vitamin B6 (pyridoxine):

Manfaat vitamin B6 yaitu untuk membantu tubuh memproduksi lebih banyak sel darah merah dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.

  • Manfaat vitamin B7 (biotin):

Memelihara rambut, kuku, dan sistem saraf.

  • Manfaat vitamin B9 (asam folat):

Baik dikonsumsi pada wanita hamil, sehingga bisa membantu mencegah kelainan bawaan pada bayi.

  • Manfaat vitamin B12 (cobalamin):

Manfaat vitamin B12 yaitu untuk mencegah anemia dan kurang nutrisi.

Apa Vitamin B Complex Bisa Menambah Berat Badan?

Apa Vitamin B Complex Bisa Menambah Berat Badan?

Vitamin B memang merupakan jenis vitamin yang terbukti dapat membantu meningkatkan berat badan atau setidaknya mencegah penurunan berat badan. Meski begitu, efek ini hanya dapat dirasakan jika seseorang mengalami penurunan berat badan karena kurangnya nutrisi.

Kekurangan vitamin B9 dan B12, dapat menyebabkan anemia dengan beberapa efek samping seperti berkurangnya nafsu makan dan penurunan berat badan. Dalam kondisi ini, penggunaan vitamin B bisa membantu meningkatkan berat badan. Namun, semua itu harus sesuai dengan instruksi penggunaan dan rekomendasi surat dokter. Selain anemia, kekurangan vitamin B12 juga dapat disebabkan karena kamu menjalani diet vegetarian yang ketat, faktor usia, dan penyakit autoimun, misalnya saja diabetes tipe 1.

Sementara itu, kekurangan vitamin B9 biasanya terjadi karena kurangnya asupan makanan yang mengandung vitamin ini, karena malabsorbsi dan pengaruh obat-obatan tertentu (misalnya saja, obat kanker). Jika kamu sedang dalam masa hamil dan menjalani hemodialisis (dialisis), mengonsumsi asam folat tentu sangat dianjurkan karena kebutuhan ibu di masa hamil akan lebih tinggi daripada orang pada umumnya. Terlepas dari kondisi di atas, mengonsumsi vitamin B complex untuk menambah berat badan tetap harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Efek Samping Vitamin B Complex

Efek Samping Vitamin B Complex

Ketika kamu menggunakan vitamin B complex tanpa indikasi anjuran medis yang jelas, tubuh akan mengalami kelebihan vitamin ini. Overdosis vitamin B biasanya ditandai dengan berubahnya warna urin yang lebih mencolok dari biasanya. Hal itu dikarenakan vitamin ini termasuk vitamin yang mudah larut dalam air. Penggunaan vitamin B complex yang tidak cocok atau tanpa saran dari dokter juga bisa menyebabkan efek samping lainnya dalam bentuk:

  • Rasa mual dan ingin muntah.
  • Meningkatnya kadar gula dalam darah.
  • Kulit yang mudah memerah (flushing).
  • Penglihatan sensitivitas terhadap cahaya.
  • Luka yang terdapat pada kulit menimbulkan rasa nyeri.
  • Terjadinya kerusakan pada organ hati.
  • Sistem saraf yang mengalami masalah dan kerusakan.

Mengonsumsi dan mencukupi kebutuhan asupan vitamin B complex tentunya sangat dianjurkan bagi kesehatan tubuh. Meski begitu, jumlahnya vitamin B complex yang masuk tetaplah harus disesuaikan dengan kebutuhan. Terlalu banyak mengonsumsi vitamin B complex bisa menyebabkan efek samping tertentu. Efek samping yang terjadi bisa beraneka ragam. Tak heran, banyak tenaga ahli dan profesional dibidang kesehatan yang menganjurkan untuk menjaga asupan konsumsi vitamin B complex dengan proporsi yang proporsional.

Meskipun banyak orang yang tahu tentang hal ini, sayangnya banyak di antara mereka yang tidak sadar jika mereka sebenarnya mengonsumsi vitamin B complex secara berlebihan tanpa disadari. Tak ayal, hal itu bisa menimbulkan beragam efek samping seperti beberapa gejala di bawah ini. Beberapa gejala efek yang terjadi akibat mengonsumsi vitamin B complex secara berlebihan di antaranya:

  • Kepala terasa pusing.
  • Kerap ingin buang air kecil.
  • Warna urin yang mulai berubah.
  • Tinja atau kotoran berwarna lebih gelap kehitam-hitaman.
  • Sulit buang air besar atau sembelit.
  • Kerap buang air besar (diare).
  • Perut yang terasa sakit.
  • Perut terasa mual.
  • Muntah-muntah.
  • Kulit memerah.
  • Tubuh terasa gatal-gatal.

Pada beberapa kasus yang telah dilaporkan sebelumnya, pasien yang mengalami reaksi alergi terhadap vitamin B complex juga mengalami beberapa gejala. Jika kamu mengalami masalah ini, khususnya ketika mengonsumsi suplemen vitamin B complex, maka segera hentikan penggunaan. Apabila gejala tetap dirasakan dalam tempo waktu yang lama meskipun penggunaan suplemen vitamin B complex telah dihentikan, maka segera hubungi dokter atau tenaga ahli kesehatan terkait.

Vitamin B complex sendiri terdiri dari beberapa jenis vitamin B. Ada banyak efek yang ditimbulkan dari masing-masing vitamin B tersebut. Gejala yang ditimbulkan dari efek samping B complex berbeda-beda. Nah, berikut ini beberapa penjelasan lebih lanjut mengenai efek samping tersebut.

  • Efek samping vitamin B1 (thiamin)

Pada kasus ini, bisa dibilang jarang sekali terjadi. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan ada beberapa orang yang mengalami masalah tersebut. Overdosis thiamin (vitamin B1) bisa menyebabkan beberapa gejala seperti rasa gelisah, retensi cairan, perut mual, badan lemas, dan berkeringat. Jika masalah tersebut berlanjut, tentu bisa berakibat lebih buruk.

Pada beberapa kasus yang sudah dalam kondisi parah atau kronis, overdosis karena vitamin B1 atau thiamin bisa membuat orang tersebut merasakan pusing yang teramat dan dilanjutkan dengan kesulitan bernafas dan rasa sesak di area dada. Biasanya, gejala tersebut akan berlanjut dengan terjadinya pembengkakan di sekitar lidah atau wajah, serta terjadinya perubahan warna kulit. Selain perubahan warna kulit, efek samping vitamin B1 ini juga membuat orang yang mengalaminya merasa gatal-gatal serta bentol-bentol atau ruam pada kulit. Biasanya, orang tersebut memang memiliki alergi pada thiamin.

  • Efek samping vitamin B2 (riboflavin)

Seperti gejala efek samping vitamin B complex pada umumnya, orang yang mengalami masalah ini biasanya mengalami perubahan warna urin yang cukup mencolok. Wajar saja, perubahan tersebut terjadi karena suplemen riboflavin memang menyebabkan urin mengalami perubahan warna kuning-ke oranye. Gejala atau efek samping yang satu ini sebetulnya tidak berbahaya dan tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan.

Lanjut pada tingkat selanjutnya. Efek samping karena dosis yang lebih tinggi, bisa mengakibatkan gangguan pembuangan seseorang. Suplemen riboflavin umumnya memang bisa menyebabkan intensitas buang air kecil dan buang air besar lebih sering (diare). Reaksi lebih parah selanjutnya tidak jauh berbeda dengan efek samping vitamin B1, yaitu kesulitan bernafas serta wajah yang mengalami pembengkakan. Pembengkakan juga terjadi di area bibir, tenggorokan, dan lidah, yang dilanjutkan dengan munculnya rasa gatal pada area kulit.

  • Efek samping Vitamin B3 (niacin)

Lain lagi efek samping yang diakibatkan vitamin B3 atau niacin. Efek samping ini umumnya membuat penderitanya mengalami gangguan berupa kemerahan, berkeringat, kesemutan, atau kedinginan di area kulit. Efek samping yang muncul biasanya berlangsung selama 4 jam pasca orang tersebut mengonsumsi suplemen yang mengandung niacin. Tapi, kamu tidak perlu khawatir. Efek samping ini tergolong umum dan tidak berbahaya.

Efek samping yang ditimbulkan oleh niacin ini bisanya juga mengganggu sistem pencernaan seperti sakit di area perut, mual, muntah, diare, mulas, hingga pusing. Pada kasus yang lebih kronis, mengonsumsi niacin berlebihan bisa memunculkan rasa sakit kepala persisten, denyut jantung yang tidak menentu, serta terjadinya pembengkakan di beberapa area seperti lengan atau kaki yang diikuti nyeri sendi dan penglihatan yang mulai kabur.

Dilaporkan juga jika efek samping lain yang bisa timbul di antaranya, rasa sakit pada area perut, mual atau muntah, tinja berwarna gelap dan berdarah, menguningnya mata dan otot, hingga timbulnya nyeri sendi. Meski begitu, gejala tersebut terbilang jarang terjadi dan jarang dikeluhkan. Tidak hanya kelebihan atau orang yang mengalami overdosis, pada kasus tertentu, yaitu orang yang mengalami alergi pada niacin, umumnya juga mengalami masalah seperti pembengkakan di area bibir, lidah, tenggorokan atau wajah, dan gatal atau yang juga kerap disebut dengan biduran.

  • Efek samping vitamin B5 (asam pantotenat)

Efek samping yang terjadi pada pasien yang mengonsumsi asam pantotenat atau vitamin B5 secara berlebihan di atas dosis yang dianjurkan, tentu rentan mengalami overdosis. Gejala umum yang diakibatkan akan hal itu salah satunya yaitu mengalami diare berat.

Gejala lainnya yang bisa saja timbul karena overdosis atau alergi, meskipun di beberapa kasus gejala ini termasuk langka, yaitu terasa sesak di area dada yang diikuti sulit bernapas. Tidak hanya pernapasan, gangguan lain yang juga timbul biasanya terjadinya pembengkakan di beberapa area tubuh seperti wajah, tenggorokan, bibir, atau lidah.

  • Efek samping vitamin B6 (pyridoxine)

Efek samping pada vitamin B6 atau pyridoxine juga berbeda. Bahaya yang ditimbulkan dari zat ini di antaranya adalah sakit perut, rasa kantuk berlebih, serta tubuh mengalami kesemutan yang biasanya diikuti oleh hilangnya nafsu makan, mual, dan muntah. Terlalu sering mengonsumsi pyridoxine tanpa memperhatikan jumlah dosis yang tepat juga bisa mengakibatkan beberapa masalah berupa gangguan pada sistem jaringan otak dan saraf.

Untuk efek samping lainnya yang jarang sekali terjadi, yaitu sensasi tubuh yang terasa seperti mati rasa di beberapa area tubuh. Umumnya, area yang kerap terjadi masalah tersebut di sekitar tangan dan kaki. Gangguan ini biasanya berlanjut dengan rasa lelah berlebih pada tubuh. Di sisi lain, penderita yang mengalami alergi terhadap pyridoxine juga mengalami beberapa gejala sejenis seperti efek samping vitamin B complex pada umumnya, yaitu terjadinya pembengkakan pada wajah, lidah, bibir atau tenggorokan, serta diikuti dengan gangguan pernapasan dan gatal-gatal pada bagian kulit.

  • Efek samping vitamin B9 (asam folat)

Meski mengonsumsi asam folat itu baik untuk kesehatan tubuh. Tapi, jika seseorang mengonsumsi secara berlebihan atau tidak sesuai dengan anjuran yang diharuskan, maka asam folat dapat meningkatkan risiko serangan jantung, khususnya pada pasien yang memang menderita gangguan tersebut. Efek samping buruk lainnya yang bisa saja terjadi yaitu meningkatnya resiko terkena kanker paru-paru atau prostat.

Pada kasus lainnya, terutama pada orang yang memang memiliki reaksi alergi pada vitamin B9 atau asam folat, biasanya mengalami beberapa gejala seperti pembengkakan di area bibir, wajah atau lidah, napas terasa sesak di area dada, gatal-gatal, ruam, dan kepala terasa pusing.

  • Efek samping Vitamin B12 (cobalamin)

Gejala yang muncul apabila pasien yang overdosis vitamin B12 atau cobalamin di antaranya diare, gatal-gatal, dan meningkatnya risiko pembekuan darah. Kasus yang lebih buruk menunjukan pada seseorang yang alergi terhadap zat tersebut antara lain munculnya rasa nyeri di area dada, terjadinya pembengkakan di sekitar wajah, lidah, bibir, hingga bagian tubuh lainnya, kelemahan otot, demam, menggigil, memar dan pendarahan.

Dalam beberapa kasus, penggunaan suplemen vitamin B jika sebaiknya dihindari jika kamu sedang di masa menyusui dan hamil. Penderita yang memiliki penyakit diabetes, bisul atau gout, juga rentan mendapat reaksi tersebut.

Tidak hanya yang memiliki penyakit tertentu, mengonsumsi vitamin B12 bersamaan dengan obat herbal juga sebaiknya dihindari. Hal ini dikarenakan bisa memicu reaksi negatif terhadap vitamin ini.

Nah, beberapa penjelasan diatas tentu harus kamu perhatikan dengan seksama. Jika perlu, segera konsultasikan dengan dokter terkait agar bisa mendapat jawaban dan anjuran yang sesuai dengan masalah kesehatan yang kamu alami saat ini. Penting untuk diperhatikan dari bahaya efek samping vitamin B complex di atas, sehingga kamu bisa mengetahui apakah kamu menderita efek samping, atau mungkin kamu termasuk orang yang alergi terhadap vitamin B complex tersebut.

Pertanyaan Seputar Vitamin B Complex

Pertanyaan Seputar Vitamin B Complex

Meski vitamin B complex terbilang umum, namun banyak pertanyaan yang muncul terkait vitamin yang satu ini. Untuk mempermudah kamu mencari jawabannya, berikut ini beberapa ini adalah beberapa pertanyaan umum yang kerap muncul. Berikut rangkumannya.

Vitamin B complex untuk apa?

Tidak seperti vitamin C dan vitamin A yang sudah diketahui banyak orang, bahkan oleh anak-anak sekalipun. Banyak orang yang masih bingung terkait manfaat dari vitamin B complex itu. Memangnya, vitamin B complex untuk apa, sih?

Secara umum, vitamin B complex memiliki peran untuk berbagai fungsi tubuh. Manfaat tersebut juga meliputi beberapa fungsi, di antaranya produksi energi, hormon, dan kolesterol, memelihara fungsi organ otak, mata, pencernaan, saraf, jantung, metabolisme sel, hingga penting untuk proses pembentukan sel darah merah.

Vitamin B complex sebaiknya diminum kapan?

Meski bukan keharusan, namun ada beberapa zat yang baik dikonsumsi di waktu atau kondisi tertentu. Begitu pula dengan vitamin B complex. Nah, memangnya vitamin B complex sebaiknya diminum kapan, sih?

Waktu terbaik atau yang banyak direkomendasikan mengonsumsi vitamin B complex adalah sesaat setelah bangun tidur. Tepatnya pada saat kondisi perut masih kosong. Kondisi tersebut diyakini akan mempermudah tubuh sekaligus memaksimalkan proses penyerapan vitamin B.

Apakah vitamin B complex bikin gemuk?

Pertanyaan ini kerap muncul, terutama dari beberapa orang yang sedang menjalani proses penggemukan badan. Nah, kira-kira apakah vitamin B complex itu bisa membuat gemuk? Ternyata, informasi tersebut tidak sepenuhnya benar.

Meskipun vitamin B memang termasuk vitamin yang terbukti dalam membantu menaikkan berat badan, namun hal itu bisa dilakukan jika orang tersebut mengalami penurunan berat badan karena mengalami kekurangan nutrisi. Karena kondisi tubuh dan kebutuhan setiap orang berbeda, sebaiknya kamu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter terkait.

Makanan yang Mengandung Vitamin B Complex

Makanan yang Mengandung Vitamin B Complex

Jika sebelumnya kamu telah mengetahui apa saja manfaat dan efek samping dari vitamin B complex, maka pembahasan kita kali ini lebih terfokus pada makanan yang menjadi sumber vitamin B complex itu sendiri. Pada dasarnya, vitamin B terdiri dari delapan jenis vitamin. Keseluruhannya memiliki fungsi yang cukup vital karena berhubungan dengan kinerja tubuh. Dampak dari semuanya memang beraneka ragam, namun yang pasti memiliki peran yang sangat vital seperti sebagai pembentukan energi, menjaga fungsi otak, hingga sebagai metabolisme energi. Karena pentingnya hal itu, tentu setiap orang membutuhkan asupan vitamin B complex yang sesuai dengan kebutuhannya.

Tidak hanya bisa didapat dari suplemen, makanan atau produk hewani dan nabati pun sebenarnya bisa mensuplai kebutuhan tersebut. Hanya saja, pada kondisi dan situasi tertentu, suplemen tentu dibutuhkan untuk membantu dan mensuport asupan vitamin B complex dalam tubuh.

Delapan vitamin B itu sendiri terdiri dari B1, B2, B3, B5, B6, B7, B9, dan B12. Semuanya akan bergabung menjadi satu-kesatuan dan saling terkait yang biasa disebut vitamin B complex. Lalu, apa saja yang bisa menjadi sumber asupan beberapa vitamin B di atas? Langsung saja, berikut ini ulasannya.

1. Ikan salmon

Sumber asupan vitamin B complex pertama bisa kamu dapatkan dari produk hewani seperti pada ikan salmon. Ikan salmon memang dikenal memiliki banyak kandungan yang bermanfaat, termasuk dalam hal nutrisi sekaligus sumber vitamin B yang baik. Tidak hanya itu, kandungan bermanfaat lain yang bisa kamu dapatkan antara lain, asam lemak sehat omega-3 yang tinggi, mineral selenium, dan protein.

Sebagai gambaran, apabila kamu mengonsumsi ikan salmon dengan berat 100 gram, maka vitamin B yang bisa kamu dapatkan adalah persentase sebagai berikut (dengan perhitungan sesuai kebutuhan harian):

  • Thiamin (vitamin B1): 18%
  • Riboflavin (vitamin B2): 29%
  • Niacin (vitamin B3): 50%
  • Asam pantotenat (vitamin B5): 19%
  • Pyridoxine (vitamin B6): 47%
  • Cobalamin (vitamin B12): 51%

2. Daging sapi

Masih dengan sumber hewani, daging sapi pun kaya akan kandungan vitamin B. Produk hewani yang satu ini juga kaya akan protein, mineral, seperti zat besi, selenium, zinc, dan fosfor.

Dengan berat yang sama seperti perhitungan ikan salmon sebelumnya, pada 100 gram potongan sirloin steak bisa memberikan semua jenis vitamin B yang dibutuhkan dengan persentase kebutuhan harian sebagai berikut:

  • Thiamin (vitamin B1): 5%
  • Riboflavin (vitamin B2): 8%
  • Niacin (vitamin B3): 39%
  • Asam pantotenat (vitamin B5): 6%
  • Pyridoxine (vitamin B6): 31%
  • Cobalamin (vitamin B12): 29%

3. Hati sapi

Tidak hanya dagingnya, hati sapi pun bisa menjadi sumber vitamin yang baik. Dengan persentase yang sama, yaitu 100 gram hati sapi, maka kamu akan mendapat vitamin B dengan persentase sebagai berikut:

  • Thiamin (vitamin B1): 12%
  • Riboflavin (vitamin B2): 201%
  • Niacin (vitamin B3): 87%
  • Asam pantotenat (vitamin B5): 69%
  • Pyridoxine (vitamin B6): 51%
  • Biotin (vitamin B7): 138%
  • Asam folat (vitamin B9): 65%
  • Cobalamin (vitamin B12): 1.386%

4. Telur

Tidak harus dari daging, sumber makanan sederhana seperti telur pun bisa memberikan kamu sumber vitamin B. Selain tinggi akan kandungan biotin, telur juga memiliki vitamin B yang cukup banyak. Dengan perhitungan di setiap 50 gram telur ayam masak, kamu akan mendapat beberapa jenis vitamin B, dengan persentase kecukupan harian sebagai berikut:

  • Riboflavin (vitamin B2): 15%
  • Asam pantotenat (vitamin B5): 7%
  • Biotin (vitamin B7): 33%
  • Folat (vitamin B9): 5%
  • Kobalamin (vitamin B12): 9%

5. Tiram

Selain hewan darat, hidangan yang berasal dari hewan laut seperti tiram juga bisa menjadi sumber vitamin B complex yang baik. Kelebihan dari tiram, yaitu cenderung rendah kalori, namun tetap kaya akan nutrisi. Untuk vitamin B dalam setiap 100 gram tiram yang kamu konsumsi, maka persentase kebutuhan harian yang tercukupi adalah sebagai berikut:

  • Thiamin (vitamin B1): 7%
  • Riboflavin (vitamin B2): 26%
  • Niacin (vitamin B3): 7% dari
  • Asam folat (vitamin B9): 4%
  • Cobalamin (vitamin B12): 324%

6. Kerang

Tidak hanya tiram, kerang juga bisa menjadi sumber vitamin B alternatif yang cukup kaya. Bahkan, vitamin B12 yang dimilikinya pun cukup besar. Di sisi lain, kandungan lain seperti asam lemak sehat omega 3, protein, mineral selenium, hingga zat besi juga bisa kamu dapatkan dari mengonsumsi hidangan ini. Masih dengan perbandingan yang sama, yaitu 100 gram kerang masak, maka persentase yang akan kamu dapatkan adalah sebagai berikut:

  • Thiamin (vitamin B1): 10%
  • Riboflavin (vitamin B2): 25%
  • Niacin (vitamin B3): 17%
  • Asam folat (vitamin B9): 7%
  • Cobalamin (vitamin B12): 1.648%

7. Daging ayam

Jika poin sebelumnya adalah telurnya, maka pembahasan selanjutnya adalah dagingnya. Ternyata, daging ayam juga memiliki kandungan vitamin B untuk memenuhi asupan harian kamu. Daging ayam sendiri merupakan salah satu produk hewani yang cukup populer dan mudah didapatkan. Selain rasanya yang nikmat dan mudah diolah, harga yang dibanderol pun untuk daging ini termasuk murah dibanding daging sapi atau kambing. Dalam setiap 100 gram dada ayam masak tanpa kulit, maka persentase kecukupan harian vitamin B yang kamu dapatkan adalah sebagai berikut:

  • Riboflavin (vitamin B2): 7%
  • Niacin (vitamin B3): 69%
  • Asam Pantotenat (vitamin B5): 10%
  • Pyridoxine (vitamin B6): 30%
  • Cobalamin (vitamin B12): 6%

8. Sayuran hijau

Tidak hanya dari produk hewani saja, hidangan yang berasal dari tumbuhan atau nabati juga bisa memenuhi beberapa kebutuhan vitamin B complex kamu. Jenis vitamin B yang umumnya banyak dijumpai pada sayuran hijau adalah vitamin B9 (asam folat). Seperti yang kita ketahui sebelumnya, kandungan asam folat sangat baik dikonsumsi pada wanita di masa kehamilan. Persentase kandungan asam folat atau vitamin B9 dalam 85 gram beberapa jenis sayuran hijau di bawah adalah sebagai berikut:

  • Sayur bayam masak: 31%
  • Lobak masak: 25%
  • Selada romaine mentah: 29%

9. Kacang-kacangan

Selain sayuran, beberapa jenis kacang-kacangan juga bisa menjadi sumber asam folat alternatif. Persentase dalam 85 gram jenis kacang-kacangan adalah sebagai berikut:

  • Kacang hitam: 32%
  • Edamame: 60%
  • Kacang merah: 29%
  • Lentil: 45%
  • Kacang pinto: 37%
  • Kacang kedelai panggang: 44%

Pada dasarnya, kebutuhan seseorang terhadap vitamin B complex berbeda-beda, tergantung dengan kondisi dan kebutuhan seseorang. Agar kamu bisa mengetahui dosis vitamin B complex yang sesuai dan aman dengan kondisi tubuh kamu, segera konsultasikan dengan dokter.

Berapa Kebutuhan Vitamin B Harian Setiap Orang?

Berapa Kebutuhan Vitamin B Harian Setiap Orang?

Tidak seperti vitamin lainnya, vitamin B terdiri dari delapan jenis. Tentunya, masing-masing vitamin B tersebut memiliki fungsi dan manfaat yang berbeda satu dengan lainnya. Jika digabungkan, kedelapan zat ini akan membentuk satu kesatuan, yaitu vitamin B complex. Contoh suplemen vitamin B Complex ini adalah Damuvit dari Pyfa Health.

Untuk mencukupi kebutuhan vitamin B harian, tentunya setiap orang membutuhkan jumlah yang berbeda-beda. Kebutuhan tersebut salah satunya dipengaruhi oleh usia dan jenis kelamin orang tersebut. Lantas, berapa banyak yang harus dipenuhi untuk memenuhi kebutuhan vitamin B harian antara pria dan wanita? Berikut ini penjelasannya.

  • Kebutuhan vitamin B1 harian untuk wanita adalah 0,8 mg dan 1 mg untuk pria.
  • Kebutuhan vitamin B2 harian untuk wanita adalah 1,1 mg dan 1,3 mg untuk pria.
  • Kebutuhan vitamin B3 harian untuk wanita adalah adalah 13 mg untuk wanita dan 17 mg untuk pria.
  • Kebutuhan vitamin B5 harian untuk wanita adalah 5 mg untuk wanita dan 5 mg untuk pria.
  • Kebutuhan vitamin B6 harian untuk wanita adalah 1,2 mg untuk wanita dan 1,4 mg untuk pria.
  • Kebutuhan vitamin B7 harian untuk wanita adalah 25 mcg hingga 30 mcg untuk orang dewasa.
  • Kebutuhan vitamin B9 harian untuk wanita adalah 0,2 mg per hari. Sedangkan untuk wanita dalam masa hamil atau berencana hamil, disarankan mengkonsumsi suplemen vitamin B9 sebanyak 0,4 mg per hari. Untuk penderita yang pernah terkena masalah spina bifida, Anda sebaiknya mengonsumsi 5 mg setiap harinya.
  • Kebutuhan vitamin B12 harian yang disarankan untuk orang dewasa adalah 1,5 mcg per hari.
Manfaat Vitamin B Complex untuk Ibu Hamil

Deretan Manfaat Vitamin B Complex untuk Ibu Hamil

Manfaat Vitamin B Complex untuk Ibu Hamil – Kesehatan ibu hamil perlu dijaga dengan baik agar terhindar dari berbagai penyakit. Salah satu nutrisi yang dibutuhkan oleh ibu hamil adalah vitamin B complex. Tidak hanya memberikan manfaat kesehatan untuk ibu hamil saja, tapi jenis vitamin yang satu ini juga sangat baik untuk kesehatan janin yang sedang …

Deretan Manfaat Vitamin B Complex untuk Ibu Hamil Selengkapnya »

Simak Vitamin untuk Menjaga Imun Saat Pandemi Covid-19 Berikut Ini

Simak 4 Vitamin untuk Menjaga Imun Saat Pandemi Covid-19 Berikut Ini

Simak Vitamin untuk Menjaga Imun Saat Pandemi Covid-19 Berikut Ini – Semenjak pandemi Covid-19 terjadi, banyak orang yang semakin memperhatikan kesehatan tubuhnya. Masalahnya, obat untuk menangkal virus Covid-19 belum ada. Lalu, soal sembuhnya seseorang dari Covid-19, tergantung kondisi kekebalan tubuhnya saja. Kalau imun kurang kuat dan ada penyakit bawaan, nyawa bisa jadi taruhannya. Lantas, bagaimana …

Simak 4 Vitamin untuk Menjaga Imun Saat Pandemi Covid-19 Berikut Ini Selengkapnya »