• Banner Blog - Pyfahealth Official Store

Gangguan Tidur

Gangguan Tidur – Tidur adalah kebutuhan semua orang, tanpa terkecuali. Itu adalah cara seseorang mengistirahatkan tubuhnya. Tubuh yang sudah bekerja seharian, memang perlu diistirahatkan.

Tapi untuk sebagian orang, tidur bukan hal yang mudah dilakukan. Ada yang terpaksa tidak tidur karena sibuk belajar atau bekerja. Ada juga yang tidak tidur karena tidak bisa alias mengalami gangguan tidur tertentu.

Macam-macam Gangguan Tidur

Macam-macam Gangguan Tidur

Gangguan tidur bisa dialami oleh semua orang. Tetapi, jenis gangguan tidur yang dirasakan bisa saja berbeda-beda. Ini dia macam-macam gangguan tidur umum yang mungkin pernah kamu alami.

1. Insomnia

Gangguan tidur yang satu ini banyak diketahui orang-orang. Di satu sisi, banyak juga orang yang menyebut setiap gangguan tidur adalah insomnia. Padahal, insomnia ini hanya satu dari macam-macam gangguan tidur lainnya.

Riset umum menyebut insomnia kronis hanya diderita oleh 10 persen orang dewasa. Sedangkan insomnia akut dialami sekitar 25 persen orang dewasa. Perbedaan antara keduanya yaitu insomnia kronis bisa berlangsung lama sampai tiga malam setiap minggunya, dalam waktu paling sedikit tiga bulan. Kalau insomnia akut hanya sebentar terjadinya.

Hati-hati dengan insomnia ya, sebab jenis gangguan tidur ini bisa membuat kesehatan kamu menurun. Kamu bisa curiga mengalami insomnia jika merasa setidaknya harus berusaha lebih dari 30 menit agar bisa tidur. Atau, bisa tidur agak cepat, tetapi sering terbangun, lalu susah untuk kembali tidur.

2. Parasomnia

Namanya mirip dengan insomnia, tetapi sebetulnya berbeda. Gangguan tidur yang satu ini bukan susah tidur seperti insomnia. Kamu mungkin saja tidak mengalami kesulitan untuk tidur, tapi ada yang berbeda dari perilaku tidurmu dibanding orang biasa.

Pada kondisi normal, orang yang terlelap, benar-benar mengistirahatkan tubuhnya. Mungkin hanya melakukan pergerakan reflek karena pegal dengan posisi tidur yang sama. Tapi penderita parasomnia bisa melakukan hal yang lebih aktif dari itu.

Menggertakan gigi, mengompol, merintih, dan mengigau, mungkin kedengarannya masih biasa. Kalau tidur berjalan, bisa jadi mulai jarang terdengar umum di sekitarmu. Tetapi, seseorang dengan gangguan tidur parasomnia bisa mengalami itu semua. Lebih buruk lagi, bahkan bisa makan atau berhubungan seks sambil tidur.

3. Sleep paralysis

Sleep paralysis adalah sebutan gangguan tidur secara medis dari istilah ketindihan. Kalau kamu mendiskusikan gangguan tidur ini pada dokter, biasanya kamu akan didiagnosa mengalami sleep paralysis. Dengan penjelasan medis bahwa pada kondisi tersebut, tubuhmu terasa lumpuh atau kaku tidak dapat digerakan.

Kamu bisa mengalaminya jika masa transisi antara tidur dan bangun kurang halus atau tubuh kamu masih belum siap untuk digerakan. Tapi sebagian orang percaya bahwa sleep paralysis adalah gangguan mahluk halus. Sebab, gangguan tidur ini kerap dibarengi dengan suasana mencekam yang membuat bulu kuduk berdiri.

4. Sleep apnea

Sleep apnea ini adalah gangguan tidur yang agak menakutkan. Karena nafasmu bisa tiba-tiba terhenti saat tidur. Lama waktu nafas berhenti itu bisa sekitar 10 detik ataupun lebih. Biasanya terjadi berulang beberapa kali setiap jamnya.

Gangguan tidur bernama sleep apnea terjadi karena saluran pernapasan kamu tersumbat. Akibatnya, kadar oksigen dalam tubuh, yaitu dalam darahmu, mengalami penurunan. Dalam kasus terburuk, sleep apnea bisa memicu serangan dan gagal jantung, stroke, dan kematian secara tiba-tiba.

Gejala Gangguan Tidur

Gejala Gangguan Tidur

Apakah kamu telah merasakan salah satu dari jenis gangguan tidur di atas? Lantas, apa saja gejala gangguan tidur yang umum terjadi? Berikut di antaranya.

  • Tidur sambil berjalan.
  • Gangguan pernapasan seperti sesak nafas.
  • Masih terkait pernapasan, merasa tercekik saat tidur.
  • Tubuh terasa lesu saat tidak bisa tidur di malam harinya.
  • Makan saat tidur.

Setelah mengetahui beberapa gejala gangguan tidur, simak beberapa penyebab terjadinya gangguan tidur tersebut berikut ini.

Penyebab Gangguan Tidur

Penyebab Gangguan Tidur

Ada beberapa penyebab gangguan tidur. Kamu perlu mengetahuinya agar bisa melakukan langkah antisipasi. Masalahnya, hidupmu akan terasa tidak nyaman jika tidak cukup akibat mengalami gangguan. Penyebab gangguan tidur tersebut di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Pecandu alkohol.
  • Pengguna obat-obatan (antidepresan, stimulan, kafein).
  • Berusia lanjut.
  • Gangguan kejiwaan (depresi, cemas).
  • Tekanan lingkungan (jam kerja malam hari).
  • Kondisi medis dan gangguan fisik tertentu (sesak napas, nyeri perut).
  • Faktor genetik.

Lantas, bagaimana cara mengatasi gangguan tidur? Yuk, simak poin berikutnya.

Cara Mengatasi Gangguan Tidur

Cara Mengatasi Gangguan Tidur

Sebetulnya tidak terlalu sulit menjauhkan diri dari gangguan tidur. Kamu bisa melakukan beberapa cara mengatasi gangguan tidur di bawah ini.

  • Tidak memainkan handphone sebelum tidur.
  • Mandi hangat sebelum tidur.
  • Upayakan tidur teratur.
  • Olahraga di sore hari.
  • Manfaatkan kasur untuk tidur, bukan untuk melakukan aktivitas lain.
  • Sebaiknya jangan tidur siang kalau merasa sulit tidur di malam hari.
  • Hindari makanan penahan kantuk seperti kopi atau minuman beralkohol.

Cara mengatasi gangguan tidur tersebut terdengar sederhana. Tapi, memang tidak semua orang mudah melakukannya. Jika kamu merasa kesulitan, konsultasi langsung dengan dokter akan membantu kamu. Yang terpenting, jaga juga nutrisi tubuhmu.

Gangguan Tidur pada Anak

Gangguan Tidur pada Anak

Setiap orang yang memiliki gangguan tidur biasanya tidak dapat beraktivitas dengan nyaman. Rasa lelah sering menghantui ketika kamu sedang produktif. Tapi, beristirahat pun kadang tidak dapat maksimal.

Gangguan tidur tidak hanya dapat dialami oleh orang dewasa. Anak-anak juga bisa menderita karena gangguan tidur. Tanda paling sederhana yang dapat kita lihat jika terjadi gangguan tidur pada anak adalah si anak biasanya jadi cranky atau mudah bad mood.

Sama juga seperti orang dewasa, gangguan tidur pada anak terbagi dalam beberapa jenis. Mari kenali lebih lanjut agar bisa membantu anak nyaman ketika beristirahat.

Sebelum berlanjut ke jenis gangguan tidur pada anak, ada baiknya kamu mengetahui gejalanya terlebih dahulu. Mulai curiga dengan tanda-tanda yang ditunjukan anak, barulah setelah itu menelisik gangguan tidur apa yang dialaminya. Gejala gangguan tidur pada anak antara lain adalah sebagai berikut.

  • Tampak sulit tidur pada malam hari.
  • Seringkali terbangun di tengah tertidur lalu sulit juga untuk tidur kembali.
  • Waktu bangun dan tidur tidak teratur.
  • Anak mengalami mimpi buruk, ketakutan hingga berteriak, bahkan berjalan saat sedang tidur.
  • Irama nafas tidak normal saat tidur.
  • Tersedak, mendengkur, menggertakkan gigi, bahkan berhenti bernafas sesaat ketika anak sedang tidur.
  • Mengeluh tidak dapat menggerakkan badan setelah bangun tidur.
  • Otot anak terasa lemas dan sering merasa lelah.
  • Tungkai bergerak tanpa perintah ketika anak ingin tertidur.
  • Kesemutan di area tangan dan kaki.
  • Sering mengantuk di siang hari dan dapat tiba-tiba tertidur pada waktu yang tak teratur.

Jenis Gangguan Tidur pada Anak

Anak kamu menunjukkan beberapa gejala di atas? Bisa jadi terjadi gangguan tidur pada anak. Untuk lebih mengetahuinya, simak beberapa jenis gangguan tidur pada anak berikut ini.

1. Narkolepsi

Gangguan tidur pada anak yang satu ini agak membingungkan. Kamu mungkin senang melihat anak mudah tidur, jadi dia tidak cranky seharian. Tapi, hati-hati ya, sebab kalau anak justru terlalu mudah tidur dan tidur pun di mana saja, ini termasuk gangguan tidur pada anak bernama narkolepsi.

Narkolepsi menyebabkan otak ‘tertidur’ dalam beberapa menit secara mendadak. Kondisi seperti ini tidak seharusnya terjadi. Selain dapat mengganggu pola tidur, gangguan tidur pada anak ini juga dapat mengganggu perkembangan kognitif anak secara signifikan.

2. Sleep apnea

Sleep apnea bisa membuat anak terasa tidak nyaman saat tidur. Ini termasuk gangguan tidur pada anak yang berhubungan dengan pernapasan. Jika anak, termasuk balita, menunjukkan beberapa gejala gangguan pernapasan ketika sedang tidur, kamu boleh konsultasikan dengan dokter, ya.

Gangguan pernapasan pada anak dapat berupa napas yang terhambat. Anak bernapas dengan tidak lancar saat tidur. Tanda lain bisa berupa anak mendengkur atau selalu saja bangun di tengah malam. Kamu perlu waspada karena gangguan tidur pada anak ini berpeluang merusak paru-paru dan jantung.

3. Insomnia

Insomnia mungkin termasuk gangguan tidur yang paling populer. Ini adalah kondisi di mana seseorang tidak bisa tidur di malam hari, sehingga membuatnya menjadi kebiasaan begadang. Tidak hanya orang dewasa, insomnia juga termasuk gangguan tidur pada anak.

Jangan kaget kalau anak yang mengalami insomnia agak sulit mengontrol emosinya. Memang gangguan tidur pada anak ini mempengaruhi emosi bahkan tumbuh kembang anak. Anak jadi mudah marah sampai menangis. Di sisi lain, bisa juga anak menjadi agresif dan hiperaktif pada waktu yang panjang.

4. Hipersomnia

Hipersomnia adalah gangguan tidur pada anak yang merupakan kebalikan dari insomnia. Anak yang mengalami hipersomnia biasanya tidur sampai lebih dari 10 jam. Cukup lama untuk ukuran, apalagi yang belum terlalu produktif seperti orang dewasa, mobilitas ke sana ke mari untuk bekerja.

Anak yang mengalami hipersomnia biasanya tubuhnya cenderung sering terasa lemas. Ketika sudah tertidur, anak merasa sulit bangun lagi. Fakta yang perlu kamu ketahui, anak atau balita perempuan lebih berpotensi mengalami hipersomnia. Tapi, gangguan tidur pada anak ini sebenarnya jarang terjadi, hanya sekitar 1 persen dari total populasi balita di dunia.

Itulah empat gangguan tidur pada anak yang wajib kamu ketahui. Ketika anak mengalami gejala tidur terganggu, konsultasikan kondisinya pada dokter. Dokter akan lebih komprehensif mendiagnosa gangguan tidur apa yang dialami anak dan bagaimana cara mengatasinya.

Gangguan Tidur pada Lansia

Gangguan Tidur pada Lansia

Semua orang perlu beristirahat setiap harinya, usai aktif menggerakkan tubuh di waktu produktifnya. Waktu produktif sendiri berbeda-beda setiap usia. Orang dewasa produktif dalam bekerja, tapi anak dan usia lanjut usia (lansia) berbeda lagi kegiatan yang dilakukannya.

Apapun kegiatan aktif yang dilakukan setiap harinya, kembali lagi, semua orang perlu beristirahat. Di sisi lain, maka semua orang juga berpotensi mengalami gangguan tidur. Kali ini, mari kita ulas gangguan tidur pada lansia.

Kebanyakan orang menilai gangguan tidur pada lansia itu wajar terjadi. Sebab, semakin lanjut usia seseorang, biasanya kemampuan tubuh mengolah rasa kantuk juga berkurang.

Perlu kamu pahami, gangguan tidur selanjutnya kerap membuat seseorang stres, sulit berkonsentrasi, penurunan semangat, sampai kepala terasa sakit. Jika terjadi gangguan tidur pada lansia, sebaiknya jangan disepelekan. Sebelum berupaya mengatasinya, ketahui dulu jenis gangguan tidur seperti apa yang dialami.

Jenis Gangguan Tidur pada Lansia

Apa saja jenis-jenis gangguan tidur pada lansia? Simak selengkapnya berikut ini.

1. Ritme srikandi

Ritme srikandi adalah gangguan tidur yang rentan dialami lansia. Lansia lebih rentan dibanding orang dengan usia yang lebih muda karena kondisi ini mengganggu sistem biologis dalam tubuh. Memang, semakin tua usia, semakin menurun kualitas sel hingga organ-organ di dalam tubuh.

Gangguan tidur pada lansia ini dinamakan ritme srikandi karena pengaturan jam biologis dalam tubuh terganggu. Jam biologis mengatur regenerasi sel, aktivitas gelombang otak, produksi hormon, hingga siklus tidur itu sendiri. Pada lansia, ritme srikandi ikut melemah.

2. Sleep apnea

Tidak hanya ritme srikandi yang dapat dialami lansia. Gangguan tidur pada lansia lain yang mungkin muncul adalah sleep apnea. Sleep apnea ini termasuk berbahaya karena dapat mengancam nyawa seseorang.

Sleep apnea adalah gangguan tidur yang terjadi karena ada gangguan pada sistem pernapasan. Gangguan ini dapat membuat dinding tenggorokan berelaksasi, bahkan menyempit ketika seseorang tertidur. Agar seseorang terhindar dari sleep apnea, sebaiknya hentikan kebiasaan minum minuman beralkohol, kebiasaan merokok, dan gaya hidup lain yang tidak sehat.

3. Insomnia

Insomnia termasuk gangguan tidur yang cukup banyak dialami orang di segala usia. Lansia juga berpeluang mengalami ini. Orang yang mengalami lansia umumnya sulit tidur di malam hari. Bukan tidak mungkin kamu bahkan tidak tidur atau beristirahat seharian.

Gangguan tidur pada lansia ini membuat tubuh terasa lelah dan tidak nyaman. Tentu saja karena seharusnya ada waktu tubuh diistirahatkan setiap harinya secara cukup. Beberapa faktor penyebab terjadinya insomnia yaitu faktor usia, gangguan psikologis, gaya hidup, masalah kesehatan, hingga efek samping dari obat tertentu.

Cara Mengatasi Gangguan Tidur pada Lansia

Setelah mengetahui beberapa jenis gangguan tidur pada lansia, selanjutnya kamu harus memahami cara mengatasi gangguan tidur tersebut. Selain mengatasi, kamu juga bisa mengantisipasinya jika terjadi di kemudian hari.

1. Gaya hidup lebih sehat

Obat dari segala macam gangguan tubuh adalah gaya hidup yang sehat. Ini cara pertama yang penting dilakukan, sebelum melakukan upaya lainnya. Tidak ada kata terlambat, walaupun gangguan tidur terjadi pada usia lansia, upaya ini tetap dapat dilakukan.

Terapkan gaya hidup sehat dengan semakin memerhatikan nutrisi dari makanan yang dikonsumsi. Hindari kebiasaan yang dapat memperburuk kondisi kesehatan seperti merokok dan meminum minuman beralkohol. Kurangi juga konsumsi kafein dari teh dan kopi, terutama di sore hari.

2. Buat lingkungan tidur lebih nyaman

Tidur akan terasa lebih pulas jika lingkungannya nyaman. Coba ciptakan lingkungan tidur lebih nyaman ketika terjadi gangguan tidur pada lansia. Banyak kok hal-hal yang dapat dilakukan untuk ini.

Pertama, tidur di tempat tidur dan gunakan tempat tidur yang nyaman. Selanjutnya, matikan lampu, gunakan pakaian tidur yang nyaman, dan pastikan suhunya juga tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Letakkan aromaterapi dengan aroma yang kamu sukai. Terakhir, hindari menonton televisi atau memainkan handphone menjelang waktu tidur.

3. Atasi kondisi medis

Sudah disebutkan sebelumnya, seseorang dapat mengalami gangguan tidur karena memiliki kondisi medis tertentu. Lansia sangat mungkin terpengaruh kondisi medis, sehingga dapat mengalami gangguan tidur. Untuk yang satu ini, kamu mungkin memerlukan bantuan dari dokter.

Kondisi medis yang dapat dialami lansia misalnya asma, diabetes, dan penyakit jantung. Semuanya bisa mengganggu pola tidur seseorang. Tapi, jika kondisi medis ini terkontrol dengan baik, tidur mungkin tidak akan begitu terganggu.

Semoga kamu bisa mengatasi masalah gangguan tidur, ya. Untuk menciptakan gaya hidup yang sehat, kamu juga bisa mengonsumsi suplemen tambahan. Tujuannya untuk memastikan nutrisi tubuh terjaga dengan baik.

Gangguan Tidur pada Remaja

Gangguan Tidur pada Remaja

Tidak sedikit remaja yang mengeluhkan sulit untuk tidur. Atau, setidaknya terbiasa tidur di waktu yang terlarut malam. Alasannya banyak, salah satunya karena mata terlalu lama menatap layar televisi dan laptop.

Jika dibandingkan dengan saat masih anak-anak, waktu tidur remaja memang biasanya pasti berkurang. Kegiatan yang dilakukan remaja mulai memadat, harus belajar di sekolah, berlanjut kegiatan tambahan belajar di tempat les, dan kegiatan-kegiatan untuk menambah skill lainnya.

Aktivitas yang padat itu sebetulnya membuat tubuh membutuhkan waktu istirahat yang cukup. Jika terjadi gangguan tidur pada remaja, dampaknya tidak akan baik untuk tubuh. Sebelum membahas dampak, mari ketahui jenis-jenis gangguan tidur pada remaja yang dapat terjadi.

Jenis Gangguan Tidur pada Remaja

Gangguan tidur pada remaja itu artinya membuat kualitas tidur memburuk. Coba perkirakan atau konsultasikan dengan dokter, gangguan tidur apa yang mungkin kamu alami

1. Insomnia

Insomnia adalah jenis gangguan tidur yang sangat sering terjadi pada remaja. Seorang remaja bisa mengalaminya karena merasa stress akan sesuatu. Pada kondisi ini, seseorang sulit untuk tertidur, terbangun lebih awal, dan ketika sudah bangun akan sulit kembali untuk tidur.

Stres adalah penyebab utama insomnia. Tapi, penguraian lebih lanjutnya kira-kira seperti ini.

  • Masalah emosional

Stres terjadi karena ada masalah emosional yang dialami seseorang. Pemicunya bisa sangat beragam. Mulai dari beban sekolah yang tinggi, hingga permasalahan keluarga. Hal-hal seperti ini membebani pikiran, selanjutnya menyebabkan kamu mengalami insomnia.

  • Sakit

Ketika tubuhmu sakit, gejala-gejala sakit biasanya memburuk saat malam hari. Gejala ini bisa berupa batuk, pilek, hingga asam lambung naik ke kerongkongan. Insomnia sangat mungkin terjadi akibat kondisi seperti itu.

  • Lingkungan tidur kurang nyaman

Tidur paling terasa nyaman jika lingkungannya cocok dengan tubuh. Kasur yang empuk, cahaya yang redup, dan suhu yang hangat. Jika lingkungan tidur terasa kurang nyaman, kamu mungkin mengalami gangguan tidur pada remaja yang satu ini.

2. Sleep walking

Gangguan tidur pada remaja itu bisa unik bentuknya. Bukan hanya sulit tidur seperti insomnia, tidur sambil berjalan atau sleep walking juga termasuk gangguan tidur. Sleep walking dikatakan unik karena memungkinkan seseorang berjalan tanpa kendali kesadaran diri.

Gangguan tidur pada remaja yang satu ini sebetulnya bukan masalah yang serius. Tapi, perlu menjadi perhatian karena situasi ini menunjukan seseorang sedang mengalami stres. Hal yang membuatnya bahaya jika kamu berjalan ke tempat berbahaya seperti ke jalan yang dipenuhi kendaraan.

3. PLMD atau RLS

Gangguan tidur pada remaja berikutnya adalah Periodic Limb Movement Disorder atau disingkat PLMD. Ada pula Restless Leg Syndrome atau RLS yang memiliki gejala serupa.

PLMD merupakan kondisi di mana terjadi gangguan gerakan tungkai secara periodik. Seorang remaja akan membuat gerakan yang tidak disengaja berupa hentakan saat tidur. Ini membuat kamu mudah terbangun dan merasa lelah.

Kalau RLS gejalanya juga dirasakan di bagian kaki. Tapi, kondisi yang kamu alami di antaranya ada sensasi kesemutan, kram, panas, hingga gatal-gatal. Karena itu, kamu akan melakukan gerakan-gerakan di tangan dan kaki. Dengan kata lain kualitas tidurmu akan terganggu.

4. Sleep apnea

Sleep apnea adalah gangguan tidur pada remaja yang menyerang sistem pernapasan. Napas akan terganggu sehingga tidur terasa sangat tidak nyaman. Penyebabnya itu karena terjadi pembesaran pada amandel atau bisa juga pada kelenjar gondok yaitu jaringan penghubung hidung dan tenggorokan.

Sleep apnea lebih berisiko terjadi pada remaja dengan berat badan yang berlebihan atau obesitas. Kondisi ini membuat kamu mudah mengantuk di siang siang hari. Dan ketika tertidur, tubuh mudah berkeringat kemudian kamu juga bisa jadi sering mendengkur.

5. Narkolepsi

Selanjutnya ada gangguan tidur pada remaja yang bernama narkolepsi. Pada kondisi ini, seseorang dapat tertidur secara tiba-tiba. Buruknya, narkolepsi termasuk gangguan tidur kronis sebab ada kelainan saraf yang memungkinkan tubuh sulit mengendalikan aktivitas tidur.

Narkolepsi juga dapat mengancam nyawa seseorang. Masalahnya, kamu bisa tertidur saat sedang berkegiatan aktif. Ketika sedang berjalan, menyebrang, bahkan menyetir kendaraan.

Tapi ada gejala lain yang juga bisa kamu alami. Kamu bisa mudah terbangun tanpa alasan saat tidur di malam hari. Pola tidur jadi tidak begitu jelas. Perlu kamu ingat, seorang remaja membutuhkan tidur 9 sampai 9,5 jam per harinya untuk menjaga kesehatan fisik tubuhmu.

Dampak Gangguan Tidur pada Anak Remaja

Cukup beragam jenis gangguan tidur pada remaja. Jangan meremehkan kondisi ini sebab dampaknya tidak baik untuk kondisi fisik dan mental tubuh kamu. Inilah beberapa dampak gangguan tidur pada anak remaja.

1. Metabolisme terganggu

Ketika tidur terganggu, organ-organ dalam tubuh tidak dapat beristirahat dengan cukup. Padahal, tubuh sudah bekerja keras agar memudahkan kamu melakukan bermacam kegiatan setiap harinya.

Dampak dari terjadinya gangguan tidur pada remaja yaitu sistem metabolisme tubuh jadi terganggu. Bisa jadi terjadi perubahan hormon di dalam tubuh, kemampuan tubuh untuk membakar kalori saat tertidur akan berkurang. Secara bobot, berat badan tubuh juga berpeluang semakin meningkat bahkan sampai obesitas jika waktu tidur berkurang.

2. Terjadi perubahan mood

Gangguan tidur sangat mudah merubah mood seseorang. Apalagi remaja, perubahan mood yang dialami bisa terjadi dengan cepat karena hormon mudah berubah. Akibatnya, kamu menjadi kurang fokus saat tidur dan sensitif sehingga mudah marah.

3. Masalah pada kulit

Dampak gangguan tidur pada remaja juga dapat terlihat secara fisik. Ini bisa terjadi karena ada masalah pada kulit. Gangguan tidur memicu produksi hormon meningkat kemudian memungkinkan remaja mengalami peradangan di bagian kulit.

Selain masalah pada kulit, sistem kekebalan tubuh juga akan memburuk. Perbaiki pola tidurmu jika ada jerawat yang muncul di wajah. Atau, kamu mengalami eksim dan psoriasis pada bagian kulit lainnya.

Obat Susah Tidur

Obat Susah Tidur

Semua orang bisa mengalami masa-masa sulit untuk tidur. Kondisi ini tidak mengenal usia. Dari anak kecil, remaja, dewasa, hingga lansia, semua orang bisa mengalaminya jika berada kondisi tertentu.

Sebagian orang mungkin berani mengonsultasikan kondisinya pada dokter. Tapi, sebagian lainnya memilih tidak melakukan itu karena ada ketakutan bergantung pada obat tertentu. Tidak ada masalah solusi apapun yang kamu pilih. Bahkan, untuk kamu yang memilih tidak berkonsultasi dengan dokter, kamu masih bisa mengatasinya.

Ada obat susah tidur alami yang dapat kamu konsumsi untuk mengatasi gangguan tidurmu. Pilih saja mana yang memang cocok untuk tubuhmu, ya.

1. Lavender

Lavender dikenal sebagai tanaman yang berkhasiat baik untuk tubuh. Terutama untuk menjaga dan memperbaiki kualitas tidur seseorang. Nah, lavender sendiri dapat diolah menjadi berbagai macam produk dan akan menjadi obat susah tidur alami.

Kalau kamu memiliki bunga lavender, cobalah meletakkannya di sudut kamar. Atau, bisa juga kamu menyebarkan aroma terapi dengan wewangian yang mengandung lavender, misalnya saja aroma terapi berasal dari essence berbentuk minyak. Minyak ini juga bisa diteteskan ke bantal yang kamu pakai untuk tidur.

Obat susah tidur alami ini memiliki beberapa manfaat. Pertama, dapat membuat tubuhmu rileks dan merangsang rasa kantuk sehingga menjadi lebih mudah untuk tidur. Selain itu, lavender juga disebut-sebut dapat menurunkan tekanan darah dan detak jantung seseorang.

2. Teh chamomile

Kalau kamu merasa kurang cocok dengan wewangian, mungkin kamu bisa mencoba cara lainnya, yaitu dengan mengonsumsi teh chamomile secara rutin. Teh chamomile bisa jadi cocok menjadi obat susah tidur alami untuk kamu.

Teh chamomile dapat merangsang tubuh memproduksi lebih banyak melatonin dan zat kimia lainnya yang dibutuhkan otak untuk bekerja. Dalam hal ini, bekerja mengatur siklus dan pola tidur seseorang.

Teh chamomile juga berkhasiat merelaksasi tubuh dan membantu meredakan rasa cemas yang mungkin kamu rasakan. Efek ini selanjutnya akan meningkatkan kualitas tidurmu.

Kamu hanya perlu meminum satu gelas teh chamomile beberapa saat setelah makan malam.Jangan terlalu meminum obat susah tidur alami ini mendekati jam tidurmu, ya. Masalahnya, ini memicu kamu sering buang air kecil sehingga mengganggu kualitas tidur kamu.

3. Susu

Kamu merasa kurang cocok dengan teh? Mungkin tubuhmu lebih bereaksi dengan susu. Riset menunjukkan susu berfungsi merangsang produksi hormon melatonin di otak. Sama seperti manfaat teh chamomile, susu juga memicu kamu merasa ngantuk sehingga menjadi lebih mudah tertidur.

Selain dapat menjadi obat susah tidur alami, susu juga mengandung kalsium tinggi yang baik untuk tulang. Biasakan meminum susu secara rutin setiap harinya. Tapi, pastikan susu itu sudah melalui proses pasteurisasi sehingga tidak lagi mengandung banyak gula, ya.

4. Kiwi

Mengonsumsi buah juga bisa kamu pilih sebagai solusi untuk mengatasi masalah tidurmu. Tidak perlu mengolahnya menjadi makanan bentuk lain, buah bisa menjadi obat susah tidur alami. Buah yang bisa kamu konsumsi misalnya buah kiwi.

Coba kamu konsumsi 2 buah kiwi setiap sebelum tidur. Buah ini akan membuat kamu merasa cepat mengantuk dan kamu juga dapat tertidur dengan lebih nyenyak. Alasannya, karena kiwi mengandung serotonin dan juga antioksidan yang tinggi.

5. Passion flower

Apakah kamu pernah mendengar tentang passion flower? Tanaman ini berasal dari Amerika Utara namun banyak dibudidayakan di Asia, Eropa Afrika, dan juga Australia. Nama latinnya adalah Passiflora incarnata.

Passion flower dapat menjadi obat susah tidur alami untuk kamu. Khasiatnya sama seperti teh, misalnya teh daun peterseli. Kamu disarankan mengonsumsinya satu jam sebelum tidur. Nah, karena zaman semakin berkembang, kalau kamu mau kamu juga dapat mendapatkan khasiatnya dari suplemen yang dijual di pasaran.

6. Akar valerian

Selanjutnya ada juga valerian, tanaman herbal yang berasal Eropa. Tapi, tanaman ini juga dapat ditemui di beberapa wilayah Asia. Bagian yang bermanfaat untuk mengatasi gangguan tidur adalah akarnya.

Selain sebagai obat susah tidur alami, akar valerian sering kerap digunakan untuk mengatasi gejala kecemasan, gejala depresi, hingga menopause. Tanaman ini aman untuk orang dewasa. Namun, kalau kamu merupakan ibu hamil serta menyusui, sebaiknya menghindari obat susah tidur alami ini, ya.

Kenapa Susah Tidur Malam Padahal Ngantuk?

Kenapa Susah Tidur Malam Padahal Ngantuk?

Beberapa orang tidak suka tidur karena itu membatasi waktu efektif untuk melakukan banyak kegiatan. Tapi, kamu perlu ingat ya, tidur juga merupakan hal yang wajib dilakukan oleh semua orang. Jangan sepelekan ini sebab tubuh harus beristirahat.

Tapi, ada juga orang yang merasa sulit tidur di malam hari. Sebenarnya, kenapa susah tidur padahal ngantuk? Ulasan ini akan membantu menjelaskannya pada kamu.

Mengapa Merasa Ngantuk?

Pertama-tama, pahami dulu mengapa kamu mengantuk. Jawabannya hanya satu, tubuhmu pasti sudah merasa sangat lelah. Dengan memahaminya, ini akan memaksa tubuh menerima jika kamu butuh tidur beberapa saat. Ini beberapa tanda kamu sedang kelelahan.

  • Sering merasa ngantuk.
  • Sering menguap.
  • Badan kamu terasa pegal.
  • Tubuh terasa lemas.
  • Ada rasa gatal-gatal di kulit.

Penyebab Susah Tidur Saat Mengantuk

Memahami bahwa tubuhmu sedang lelah itu baik untuk meyakinkan alam bawah sadar kamu. Itu langkah pertama yang memang harus kamu lalui. Tapi, masih ada pertanyaan yang belum terjawab, kenapa susah tidur malam padahal ngantuk? Penyebabnya antara lain ada di bawah ini.

1. Memakai ponsel menjelang tidur

Penyebab orang susah tidur padahal sebetulnya sudah ngantuk, salah satunya adalah memakai ponsel menjelang tidur. Ini penyebab yang sering terjadi akhir-akhir ini. Pasalnya, banyak orang yang semakin aktif menggunakan ponselnya, bahkan menjelang tidur.

Yang membuat ponsel menyebabkan gangguan tidur adalah paparan sinar biru (blue light) yang dipancarkan dari layar alat elektronik. Sinar biru ini membuat layar tampak alat elektronik menjadi terang. Tapi, membuat produksi hormon melatonin dalam tubuh terhambat. Padahal, hormon ini dibutuhkan untuk menidurkan tubuh.

2. Pikiran aktif menjelang tidur

Sudah tidak bermain ponsel tapi tetap sulit untuk tidur? Hal ini mungkin disebabkan otak kamu masih bekerja aktif. Kamu masih memikirkan banyak hal sehingga membuatnya sulit untuk beristirahat.

Pikirannya bisa beragam, tapi cukup membebani otak yang sebetulnya sudah lelah. Bisa mengenai pengalaman di masa lalu hingga persiapan untuk masa depan. Apapun itu, pikiran aktif menjelang tidur akan melawan rasa kantukmu.

3. Melakukan aktivitas fisik terlalu berat

Sebetulnya jika kamu melakukan aktivitas fisik sebelum tidur, bisa membuat kamu cepat tertidur. Sebab, seluruh tubuh menjadi sangat lelah hingga mencapai batas wajib untuk tidur. Tapi, akan menjadi masalah jika kamu melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat.

Aktivitas fisik yang terlampau berat bisa menjadi boomerang. Tubuh memang lelah, tapi energi bisa jadi meningkat dengan sangat pesat. Rasanya sama seperti ketika tubuh dipengaruhi oleh kafein.

4. Pola tidur yang buruk

Alasan lain dari sulitnya kamu untuk tidur adalah pola tidur yang buruk. Pola tidur terbentuk dari kebiasaan kamu menahan rasa kantuk. Mungkin ada masa-masa kamu senang begadang atau terpaksa melakukannya karena harus bekerja. Pada masa-masa transisi, mungkin kamu tidak akan mudah langsung tertidur ketika sudah mengantuk.

Pola tidur yang tidak teratur secara tidak langsung tetap membuat tubuh bersiaga untuk selalu aktif bekerja. Padahal, sebetulnya tubuh kamu sudah lelah. Apalagi, kalau ada faktor lain, seperti stres secara emosional. Kondisi susah tidur di malam hari mungkin akan terasa sangat mengganggu.

Untuk memperbaiki pola tidur yang buruk, kamu dapat melakukan beberapa upaya. Pertama, cobalah tidur di kasur yang terasa empuk dan rasanya membuatmu nyaman. Kedua, redupkan lampu kamar dan hentikan penggunaan ponselmu ketika ingin tidur. Terakhir, pastikan suhu tubuh saat tidur terasa nyaman, jika kepanasan nyalakan air conditioning dan kalau kedinginan pakai selimut.

Jika masih susah untuk tidur, kamu bisa memperbaiki kualitas tidur kamu dengan mengonsumsi obat untuk memperbaiki gangguan tidur, seperti Insoven dari Pyfa Health.

Ciri-ciri Kurang Tidur

6 Ciri-ciri Kurang Tidur yang Perlu Kamu Ketahui

Ciri-ciri Kurang Tidur – Mengingat tidur menjadi salah satu kegiatan esensial yang dibutuhkan oleh manusia, maka kebutuhan akan tidur yang cukup penting untuk dilakukan. Pasalnya, ketika seseorang tidur, maka bagian otak yang bernama korteks akan memulihkan diri agar ketika bangun tidur Kamu akan kembali bertenaga, merasa segar dan fit. Jika kamu memenuhi kebutuhan tidur yang …

6 Ciri-ciri Kurang Tidur yang Perlu Kamu Ketahui Selengkapnya »

Akibat Kurang Tidur dan Solusinya

Inilah 4 Akibat Kurang Tidur dan Solusi Mengatasinya

Akibat Kurang Tidur dan Solusinya – Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang harus terpenuhi sepertinya halnya makan dan minum. Pasalnya, tubuh juga membutuhkan waktu istirahat untuk memulihkan kondisi tubuh yang lelah setelah seharian beraktivitas. Apabila kebutuhan akan tidur tidak terpenuhi, tentu dapat menimbulkan berbagai dampak buruk bagi kesehatan. Bagi tubuh, tidur memiliki peran …

Inilah 4 Akibat Kurang Tidur dan Solusi Mengatasinya Selengkapnya »

Ciri-ciri Kualitas Tidur yang Baik

Yuk, Simak Ciri-ciri Kualitas Tidur yang Baik Berikut Ini

Ciri-ciri Kualitas Tidur yang Baik – Salah satu faktor penunjang pola hidup yang sehat dan seimbang adalah memiliki tidur berkualitas. Namun, apa saja sih kriteria tidur yang sehat itu? Apakah kamu sudah memilikinya? Nah, berikut ini adalah sejumlah ciri-ciri kualitas tidur yang baik yang harus kamu miliki. Ciri-ciri Kualitas Tidur yang Baik Sudahkah kamu memiliki …

Yuk, Simak Ciri-ciri Kualitas Tidur yang Baik Berikut Ini Selengkapnya »

Kualitas Tidur yang Baik Berapa Jam

Berapa Jam Kualitas Tidur yang Baik?

Kualitas Tidur yang Baik Berapa Jam – Waktu tidur menjadi salah satu faktor utama penanda seseorang memiliki kualitas tidur yang baik. Sementara kualitas dan kuantitas tidur tiap orang juga berbanding lurus dengan kualitas hidup serta salah satu indikator kesehatan seseorang secara keseluruhan. Tahukan kamu berapa jam kualitas tidur yang baik itu? Seperti banyak dipahami, bahwa …

Berapa Jam Kualitas Tidur yang Baik? Selengkapnya »

Cara Cepat Tidur untuk Insomnia

5 Cara Cepat Tidur untuk Penderita Insomnia

Cara Cepat Tidur untuk Insomnia – Banyak orang khususnya di perkotaan mengalami gangguan tidur insomnia. Kondisi insomnia sendiri merupakan jenis gangguan tidur yang menyebabkan penderitanya sulit tidur atau tidak cukup tidur meskipun terdapat cukup waktu untuk melakukannya. Insomnia menyebabkan kondisi penderita tidak prima untuk melakukan aktivitas keesokan harinya karena kurangnya waktu istirahat. Padahal, tidur yang …

5 Cara Cepat Tidur untuk Penderita Insomnia Selengkapnya »