• shopee-bigramadhansale-1920x745

Anemia

Anemia – Tahukah kamu bahwa anemia menjadi salah satu penyakit gangguan darah yang paling umum terjadi? Secara global diperkirakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa anemia diidap oleh 1,62 miliar orang. Wanita dan orang-orang dengan penyakit kronis, seperti kanker, memiliki risiko tertinggi terkena kondisi ini.

Kondisi kekurangan darah yang parah atau berlangsung lama dapat merusak jantung, otak, dan organ lain dalam tubuh. Tak jarang kondisi ini dapat menyebabkan kematian apabila sudah parah. Oleh karena itu, yuk ketahui lebih lanjut apa definisi, tanda, pengobatan, dan cara pencegahan penyakit anemia pada penjelasan berikut ini.

Penyakit Anemia Adalah...

Penyakit Anemia Adalah…

Penyakit anemia adalah kondisi di mana seseorang tidak memiliki sel darah merah dalam jumlah yang cukup untuk mengantarkan oksigen ke berbagai jaringan yang terdapat di dalam tubuh. Hal tersebutlah yang menyebabkan kondisi ini disebut juga sebagai penyakit kurang darah.

Penyakit anemia juga bisa terjadi jika sel-sel darah merah tidak mengandung cukup hemoglobin. Hemoglobin adalah protein kaya zat besi yang memberikan warna merah pada darah. Protein ini membantu sel-sel darah merah membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Jika tubuh kekurangan asupan zat besi dari makanan, hemoglobin akan terganggu.

Mengutip Mayo Clinic, pada laki-laki jumlah darah merah (eritrosit) normalnya berjumlah 4,32-5,72 juta sel/mcL dan perempuan sebanyak 3,90-5,02 juta sel/mcL. Sementara itu, kadar hemoglobin normal untuk laki-laki adalah 132-166 gram/L dan 116-150 gram/L untuk perempuan. Apabila, kurang dari itu, kamu juga bisa disebut kurang darah.

Penyebab anemia sendiri berbeda-beda setiap orangnya. Penyakit anemia dapat terjadi sementara atau dapat menetap dalam jangka panjang dan memiliki derajat keparahan yang bervariasi dari ringan hingga berat.

Tanda-tanda Anemia

Tanda-tanda Anemia

Penyakit anemia pada taraf yang masih ringan mungkin belum memunculkan gejala yang begitu berarti. Tanda dan gejala dari anemia juga bervariasi, bergantung dari penyebab anemia tersebut. Namun, beberapa tanda dan gejala umum pada penederita anemia adalah sebagai berikut.

  • Mudah lelah.
  • Badan terasa lemah dan lesu.
  • Kulit menjadi pucat atau kekuningan.
  • Denyut jantung yang tidak stabil.
  • Sesak napas.
  • Rasa pusing.
  • Nyeri dada.
  • Tangan dan kaki dingin.
  • Nyeri kepala.

Lantas, bagaimana cara mencegah penyakit anemia ini? Simak pada selanjutnya berikut ini.

Cara Mencegah Anemia

Cara Mencegah Anemia

Penyakit anemia dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup yang sehat. Namun, memang pada beberapa kondisi, anemia tidak dapat dicegah. Meski demikian, terdapat beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mencegah anemia defisiensi zat besi dan vitamin dengan cara memilih diet yang mencakup berbagai vitamin dan nutrisi. Berikut ini adalah beberapa cara pencegahan anemia yang bisa kamu lakukan.

  • Mengonsumi asupan zat besi.
  • Memenuhi kebutuhan folat.
  • Mengonsumsi vitamin B12.
  • Mengonsumsi vitamin C.

Anemia memang merupakan salah satu penyakit yang terkadang diremehkan oleh beberapa orang. Padahal, efek dari anemia bisa memberikan gangguan pada keseharian kita. Penyakit anemia sendiri merupakan sebuah kondisi dimana sel darah merah jumlahnya lebih rendah dari jumlah seharusnya. Ketika seseorang terkena anemia, maka sel-sel darah merah tidak bisa mengantarkan berbagai nutrisi ke seluruh tubuh. Akibatnya, tubuh yang terkena anemia bisa merasakan efek negatif seperti lesu, sulit konsentrasi, atau hal terparah bisa menyebabkan kematian.

Penyebab Seseorang Terkena Anemia

Secara umum, seseorang yang terkena anemia bisa terjadi karena hal-hal berikut ini.

  • Asupan vitamin dan berbagai nutrisi yang rendah pada tubuh. Kalaupun konsumsi makanan yang mengandung vitamin dan mineral, namun tubuh gagal menyerapnya sehingga berbagai nutrisi tidak bisa diserap sempurna.
  • Terjadi gangguan pada usus.
  • Memiliki riwayat penyakit tertentu.
  • Terkena zat beracun atau kondisi imun tubuh yang lemah.

Cara Mencegah Anemia

Pada dasarnya, kita bisa melakukan pencegahan agar anemia tidak terjadi. Beberapa contohnya bisa dilihat pada poin di bawah ini.

1. Selalu mengonsumsi makanan sumber zat besi

Salah satu zat penting untuk mencegah anemia adalah zat besi. Di dalam hemoglobin, sangat membutuhkan zat besi agar dapat mengikat oksigen dan berbagai nutrisi lainnya saat kita mengonsumsi makanan. Dengan begitu, seluruh nutrisi tersebut bisa tersalurkan dengan baik. Sumber makanan yang mengandung zat besi antara lain, daging tanpa memiliki lemak, telur, berbagai sayuran hijau, dan juga sereal. Untuk orang-orang dewasa, setidaknya membutuhkan zat besi sebesar 26 mg setiap harinya.

2. Rajin mengonsumsi makanan sumber B12

Selain zat besi, makanan yang mengandung B12 juga bisa membantu mencegah anemia. Vitamin B12 memiliki nutrisi penting seperti menjaga kesehatan saraf, pembuatan DNA, dan juga dalam pembentukan sel darah merah. Sumber makanan yang mengandung B12 antara lain, hati sapi dan ayam, kerang laut, ikan, daging, telur, dan susu.

3. Rajin mengonsumsi susu sapi saat berusia satu tahun

Mungkin kamu pernah mendengar bahwa kita harus mengonsumsi susu sejak dini. Perintah tersebut memiliki makna karena selain menyehatkan tubuh, yaitu bisa mencegah terkena anemia. Akan tetapi, pemberian susu sapi sebaiknya baru diberikan ketika berumur satu tahun. Hal tersebut dikarenakan, di dalam susu formula kandungan zat besi masih tergolong rendah. Bahkan, susu sapi yang diberikan pada bayi dapat melukai lapisan usus bayi. Untuk bayi yang belum berumur satu tahun, pemberian ASI adalah makanan terbaik.

4. Tidak minum alkohol

Jika kamu pernah mengonsumsi alkohol atau minum-minuman yang memabukan, sebaiknya mulai berhenti melakukannya. Di dalam minuman beralkohol, bisa menurunkan sel-sel darah merah pada sumsum tulang belakang. Akibatnya, berbagai vitamin dan mineral penting tidak bisa terserap sempurna pada tubuh.

5. Memasak dengan peralatan dari besi

Ternyata, alat-alat masak yang kamu gunakan bisa berpengaruh pada anemia. Alat-alat masak yang menggunakan bahan besi dapat membantu memasukan kadar zat besi pada masakan. Meskipun begitu, jenis masakan yang bisa mengeluarkan zat besi saat dimasak hanya pada makanan jenis asam saja. Contohnya seperti makanan yang menggunakan cuka, lemon, jeruk nipis, atau menggunakan saus tomat.

6. Gunakan KB hormon

Perubahan hormon pada tubuh juga bisa berpengaruh pada gejala anemia. Khususnya pada perempuan, ketidakseimbangan hormon bisa menyebabkan rahim menebal. Akibatnya, kamu bisa mengalami pendarahan berlebihan saat haid. Hal inilah yang membuat kamu terkena anemia. Penggunaan KB hormon dapat membantu pencegahan anemia ketika haid dan juga mengembalikan hormon pada tubuh. Alat KB yang mengandung hormon bisa kembali menipiskan dinding rahim sehingga pendarahan bisa dicegah.

Cara Pengobatan Anemia

Cara Pengobatan Anemia

Umumnya, pengobatan anemia dilakukan dengan tujuan mengatasi penyebab kekurangan darah terlebih dahulu. Nah, berikut ini beberapa pengobatan anemia yang umumnya dianjurkan oleh dokter.

  • Transfusi darah.
  • Kortikosteroid atau obat lain yang menekan sistem kekebalan tubuh.
  • Erythropoietin, obat yang membantu sumsum tulang membuat lebih banyak sel darah.
  • Suplemen zat besi, vitamin B12, asam folat, atau vitamin dan mineral lainnya.

Untuk pengobatan lebih lanjut, anemia dapat tepat diatasi dengan mengetahui penyebabnya. Kebanyakan anemia disebabkan kekurangan zat besi, kekurangan vitamin B12, atau asam folat. Cara mengatasinya yaitu dengan mengonsumsi suplemen dan mengubah pola makan.

Anemia yang disebabkan thalassemia terkadang memerlukan transfusi darah. Sedangkan, beberapa kondisi khusus seperti anemia aplastik atau hemolitik terkadang membutuhkan perawatan khusus. Di antaranya yaitu transplantasi sumsum tulang hingga operasi.

Penyakit ini bisa menjadi sangat parah, kronis, atau bahkan fatal ketika jenisnya adalah yang diwariskan. Namun, dengan pengobatan yang tepat, penyakit kekurangan darah yang paling parah sekalipun kemungkinan dapat diatasi.

Cara Mengatasi Anemia

Cara Mengatasi Anemia

Seseorang yang menderita anemia bisa dikatakan cukup sulit. Hal tersebut dikarenakan hanya bisa dikenali oleh penderita sendiri. Ditambah lagi, kondisi seseorang yang terkena anemia hampir mirip dengan keadaan darah rendah, yakni pusing, lemah, lesu, kurang semangat, dan semacamnya. Walaupun kamu sudah mengetahui terkena penyakit anemia, sebaiknya sesegera mungkin ditangani. Sebab, anemia bukanlah penyakit ringan yang bisa sembuh dengan sendirinya. Perlu tindakan secara bertahap agar bisa lepas dari anemia.

Bahaya Membiarkan Anemia

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa anemia bukanlah penyakit ringan atau bisa sembuh dengan sendirinya. Harus ada perawatan yang berkala agar bisa kembali normal seperti biasa. Jika kamu membiarkan anemia tanpa pengobatan, maka hal buruk yang terjadi bisa sebagai berikut.

  • Gangguan perkembangan tubuh, khususnya pada anak-anak.
  • Sangat mudah terinfeksi virus hingga bakteri.
  • Kelelahan berkepanjangan.
  • Untuk wanita hamil, maka akan sering terganggu kehamilannya.
  • Mudah terserang gangguan jantung.
  • Terserang depresi.
  • Kematian.

Cara Mengatasi Anemia

Pengobatan anemia setiap penderita bisa berbeda-beda. Hal ini tergantung pada tingkat keparahan anemia yang diderita. Oleh sebab itu, dokter biasanya melakukan diagnosa terlebih dahulu penyebab anemia melalui serangkaian tes. Meskipun begitu, ada beberapa cara umum untuk bisa mengatasi anemia sebagai berikut.

1. Mengonsumsi makanan sumber vitamin dan mineral

Makanan merupakan sumber dari segala macam vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Beberapa contoh zat untuk memerangi anemia adalah zat besi, vitamin C, asam folat, dan juga vitamin B12. Untuk bisa mendapatkan sumber vitamin dan nutrisi tersebut memang berbeda-beda dan cukup mudah ditemukan. Contohnya untuk zat besi, kamu bisa mendapatkannya pada daging merah, telur, makanan laut, kacang-kacangan, dan juga gandum. Selain itu, susu juga hampir mencukupi kebutuhanmu sehingga bisa sembuh dari penyakit anemia.

2. Mengonsumsi produk makanan probiotik

Selain makanan, berbagai produk olahan probiotik juga bisa menjadi pilihan selanjutnya. Pada dasarnya, probiotik berdampak besar untuk dapat meningkatkan produksi sel darah merah. Meskipun begitu, probiotik ini dapat membantu dalam memelihara usus yang merupakan sistem pencernaan. Usus yang sehat bisa terus aktif untuk menyerap nutrisi dan disalurkan pada seluruh tubuh. Untuk mendapatkan kandungan probiotik bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama, yaitu melalui suplemen khusus dan kedua bisa melalui olahan makanan. Contoh untuk olahan makanan adalah yogurt, acar, tempe, dan berbagai makanan fermentasi lainnya.

3. Mengonsumsi obat-obatan

Cara berikutnya adalah pemberian obat-obatan. Biasanya, dokter akan memberikan resep obat tertentu untuk dapat mengatasi masalah kekurangan darah. Beberapa obat yang biasanya diberikan antara lain imunosupresan, sargramostim, filgrastim, pegfilgrastim, dan Deferasirox. Untuk obat jenis imunosupresan seperti cyclosporine dan juga anti-thymocyte globulin digunakan untuk pasien yang terkena anemia aplastik. Artinya, pasien tersebut tidak bisa dilakukan transplantasi sumsum tulang belakang. Sedangkan untuk obat lainnya berfungsi sebagai perangsang sumsum tulang agar bisa memproduksi sel darah merah baru.

4. Transfusi darah

Dalam kondisi tertentu, pasien bisa dilakukan transfusi darah untuk dapat menambah kapasitas darahnya. Meskipun begitu, transfusi darah hanyalah sebuah tindakan sementara saja. Cara ini hanyalah meredakan gejala anemia dan tidak bisa digunakan untuk memproduksi sel darah merah. Untuk kondisi anemia tertentu seperti thalasemia, pasien harus dilakukan transfusi darah secara berkala.

5. Transplantasi sel sumsum tulang belakang

Cara terakhir adalah melakukan transplantasi sel sumsum tulang belakang. Untuk kondisi seperti ini, hanya dapat dilakukan jika pasien menderita anemia jenis aplastik tingkat parah. Melakukan transplantasi sumsum tulang belakang juga hanya bisa dilakukan pada pasien yang masih muda.

Daftar Makanan untuk Anemia

Daftar Makanan untuk Anemia

Jika kamu menderita anemia, salah satu pengobatannya adalah mengonsumsi makanan yang tepat. Maksud dari makanan yang tepat ini adalah dapat menambah sel-sel darah sehingga kinerja hemoglobin bisa lebih maksimal. Sebab, tidak semua makanan bisa menambah atau memaksimalkan kinerja sel darah merah. Penyebab anemia sendiri bermacam-macam, salah satunya adalah tubuh kekurangan zat besi. Padahal, fungsi zat besi sangat penting untuk mengikat oksigen dan berbagai nutrisi ke seluruh tubuh. Nah, kira-kira apa saja daftar makanan yang wajib dikonsumsi penderita anemia? Yuk, ikuti penjelasannya di bawah ini.

Daftar Makanan Penambah Darah untuk Anemia

Untuk bisa mendapatkan sumber nutrisi penambah darah, kita bagi menjadi tiga kelompok. Pertama adalah hewani, kedua sayuran, dan ketiga adalah buah-buahan. Untuk lebih jelasnya, bisa kamu lihat di bawah ini.

1. Daging ayam dan sapi

Kedua daging tersebut sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Selain karena rasanya yang enak, terdapat banyak nutrisi penting pada tubuh. Salah satu keunggulannya juga adalah dapat menambah jumlah sel darah merah pada penderita anemia. Akan tetapi, perlu diperhatikan bahwa dagingnya saja yang harus dikonsumsi. Artinya, bagian lemaknya tidak boleh dikonsumsi dan sebaiknya dipisahkan dari dagingnya. Sebab, kandungan zat besi sangat banyak di dalam dagingnya. Meskipun begitu, kamu tetap bisa mengonsumsi secukupnya saja dan tidak berlebihan.

2. Makanan jeroan

Berbagai organ hewan seperti hati, ginjal, jantung juga sangat cocok untuk penderita anemia. Untuk 100 gram hati sapi mengandung sekitar 6,5 mg zat besi. Sama halnya dengan poin sebelumnya bahwa jangan berlebihan dalam mengonsumsi jeroan karena bisa meningkatkan kolesterol.

3. Makanan laut

Jenis makanan laut atau seafood juga cocok untuk menambah darah saat anemia. Contohnya bisa dilihat pada kerang dan juga tiram yang memiliki kandungan zat besi tinggi. Untuk jenis kerang-kerangan, memiliki banyak variasi dalam hal kandungan zat besi. Oleh sebab itu, sebaiknya konsumsi sesuai kebutuhan.

4. Bayam

Selanjutnya masuk ke dalam produk sayur-sayuran. Sayuran pertama yang cocok untuk penderita anemia adalah bayam. Sayuran ini memiliki kandungan zat besi yang cukup banyak. Tidak hanya itu saja, bayam juga memiliki kandungan lainnya seperti kalsium, serat, protein, vitamin A, dan juga vitamin E. Cara memasak yang paling pas untuk penderita anemia adalah direbus maupun ditumis. Sebab, penyajian tersebut sangat mudah diserap oleh tubuh.

5. Kacang kedelai

Kacang kedelai di sini tidak dalam keadaan olahan seperti tempe, namun kacang kedelai murni. Sebab, di dalam kacang kedelai yang belum diolah memiliki kandungan zat besi yang cukup banyak. Selain itu, beragam nutrisi lainnya juga sangat bermanfaat untuk tubuh seperti mangan, tembaga, serat, protein, dan juga asam amino. Hal tersebut sangat pas untuk kebutuhan penderita anemia.

6. Brokoli

Untuk menambah darah, sayuran brokoli merupakan salah satu pilihan tepat. Di dalam satu porsi brokoli, terdapat kandungan zat besi, vitamin C, vitamin K, dan juga asam folat yang tinggi. Brokoli juga dapat diandalkan untuk mengurangi terjadinya kanker pada tubuh.

7. Jeruk

Selanjutnya ada pula jenis buah-buahan untuk penambah darah, misalnya saja jeruk yang mengandung banyak vitamin C. Untuk seseorang yang terkena anemia, perlu vitamin C agar bisa menyerap zat besi lebih cepat. Buah jeruk sangat kaya akan vitamin C sehingga sangat cocok untuk penderita anemia. Untuk cara mengonsumsinya, bisa dengan dimakan langsung atau diolah seperti jus.

8. Semangka

Semangka merupakan salah satu buah yang mengandung banyak air. Dengan adanya kandungan air tersebut, kamu tidak akan mengalami dehidrasi dengan mudah. Selain itu, semangka juga dapat digunakan untuk menambah darah.

9. Alpukat

Buah alpukat mengandung vitamin E yang sangat banyak. Dengan adanya vitamin E, maka sel darah merah dapat terlindungi dari ancaman virus maupun bakteri. Alpukat juga bisa digunakan sebagai pencegah penyakit anemia.

Demikian beberapa poin tentang daftar makanan yang wajib dikonsumsi untuk penderita anemia. Kamu juga bisa mengonsumsi suplemen zat besi, seperti Ferospat dari Pyfa Health agar terhindar dari anemia. Semoga artikel ini bermanfaat dan selalu jaga kesehatan.

Bahaya Anemia

Bahaya Anemia

Apakah kamu pernah mengalami anemia? Penyakit ini memang umum terjadi yang merupakan kondisi ketika darah tidak memiliki sel darah merah sehat yang cukup. Penyebab penyakit yang satu ini dapat terjadi karena kurangnya sel darah merah atau sel darah merah yang tidak berfungsi di dalam tubuh. Kondisi tersebutlah yang akhirnya menyebabkan aliran oksigen berkurang ke organ tubuh.

Meski seringkali dianggap remeh, anemia ternyata bukanlah penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya. Jika kamu menderita anemia, maka harus melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya. Pasalnya, jika kondisi anemia terus berlanjut tanpa perawatan, ada beberapa risiko kesehatan yang mungkin terjadi. Berikut ini bahaya anemia jika dibiarkan yang harus kamu ketahui.

1. Lebih mudah terinfeksi

Bahaya penyakit anemia yang pertama yaitu risiko terinfeksi lebih tinggi pada penderita anemia. Hal ini dikarenakan fungsi zat besi yang ikut berperan dalam sistem imunitas tubuh.

Seseorang yang mengalami anemia, tubuhnya akan mengalami penurunan kemampuan sel darah putih dalam membentuk sistem kekebalan terhadap kuman menjadikan tubuh mudah terserang penyakit.

Tak hanya itu saja, anemia juga dapat memengaruhi penyembuhan luka. Kondisi hemoglobin yang rendah pada penderita anemia akan memperlambat penyembuhan luka dan membuatnya mudah terinfeksi.

2. Mudah lelah

Penyakit anemia membuat oksigen dalam darah tidak terikat dengan baik oleh hemoglobin, maka asupan oksigen ke seluruh tubuh jadi berkurang. Hal itu menyebabkan jaringan di dalam tubuh tidak mampu menghasilkan tenaga.

Akibatnya, penyakit anemia akan membuat seseorang merasakan kelelahan yang berat dan mengganggu produktivitas.

3. Gangguan dalam kehamilan

Kondisi anemia pada ibu hamil dapat sangat berbahaya bahkan bisa menjadi penyebab keguguran. Ibu hamil juga terbilang lebih mudah mengalami anemia karena sumsum tulang bekerja lebih keras untuk membentuk sel darah merah untuk perkembangan janin.

Apabila seorang ibu hamil mengalami anemia dan tidak mendapatkan penanganan yang baik, maka risiko keguguran, kelahiran prematur, kelahiran bayi dengan berat badan lahir rendah, serta perdarahan pascapersalinan akan meningkat.

4. Gangguan jantung

Bahaya penyakit anemia yang lainya adalah terganggunya fungsi jantung. Anemia membuat asupan oksigen pada tubuh tidak terdistribusi ke seluruh tubuh dengan baik, maka jantung akan bekerja lebih keras. Dengan kata lain, kondisi anemia yang diabaikan dapat mengganggu irama jantung atau aritmia hingga gagal jantung dapat terjadi.

5. Mengalami depresi

Tak hanya menyerang kondisi fisik tubuh, anemia juga dapat membahayakan kesehatan mental penderitanya. Penyakit anemia yang telah berlangsung lama dan tidak mendapatkan penanganan tepat, bisa menyebabkan gangguan pada sintesis neurotransmiter di otak, yang dapat mengakibatkan depresi.

Untuk mencegah penyakit anemia, kamu harus memenuhi makanan dan minuman yang tinggi zat besi. Jika diperlukan, suplemen zat besi juga dapat dikonsumsi untuk menambah asupan zat besi tubuhmu. Karena umumnya, penyebab utama dari penyakit ini adalah kurangnya nutrisi pembentuk sel darah merah, yaitu zat besi, vitamin B12, dan asam folat.

Jenis Anemia

Jenis Anemia

Ketika tubuh mengalami gangguan, fungsi-fungsi tubuh tidak dapat bekerja secara maksimal. Contohnya, ketika tubuh kekurangan oksigen, otot akan melemah. Ketika kamu kekurangan sel darah merah, tubuh akan terasa lemas karena oksigen tidak tersebar secara maksimal.

Bicara soal kekurangan sel darah merah, orang awam biasanya menyebut kondisi ini dengan anemia. Yang dipahami, anemia adalah suatu keadaan di mana tubuh mengalami penurunan kadar hemoglobin. Hemoglobin sendiri merupakan protein yang ada di dalam sel darah merah, dan berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.

Gejala Anemia

Agar kamu dapat melakukan pertolongan secepatnya, ada gejala-gejala anemia yang perlu kamu ketahui. Anemia memang harus segera ditangani karena berkaitan dengan pasokan oksigen di seluruh jaringan tubuh. Kamu yang mengalami anemia, di antaranya bisa jadi merasakan hal-hal berikut ini.

  • Tubuh terasa lemah.
  • Wajah tampak pucat dan lesu.
  • Kerap mengalami kram otot.
  • Jantung berdebar kencang.
  • Kepala terasa pusing.
  • Sesak napas ketika beraktivitas.
  • Mengalami pendarahan akut pada anemia berat.

Kekurangan atau anemia ini bukan penyakit. Tetapi, gangguan tubuh ini jika dibiarkan dapat menimbulkan penyakit lainnya. Seperti kerusakan organ-organ di dalam tubuh. Oleh karena itu, jika kamu mengalami beberapa gejala di atas, segera melakukan penanganan khusus, boleh dibantu oleh dokter, ya.

Jenis Anemia

Gangguan tubuh kekurangan darah ini bukan hal yang sederhana. Sebetulnya, jika kita menguraikan anemia, setidaknya ada 400 jenis anemia yang bisa dialami oleh seseorang. Masing-masing jenis anemia memiliki penyebab dan memerlukan penanganan yang berbeda. Tapi, mari kita pelajari lima jenis anemia saja yang umum terjadi.

1. Anemia defisiensi besi

Kebanyakan orang mengalami anemia karena kekurangan zat besi. Zat besi adalah nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk pembentukan sel darah merah. Di dalam sel darah merah, ada hemoglobin yang juga dibentuk oleh zat besi, berfungsi untuk mengikat dan menyebarkan oksigen ke seluruh tubuh.

Anemia defisiensi besi biasanya dapat ditangani dengan mengonsumsi suplemen yang mengandung zat besi. Dilengkapi dengan mengonsumsi makanan yang mengandung nutrisi tersebut. Jenis anemia ini umumnya terjadi disebabkan pola makan rendah zat besi, kamu mengalami perdarahan akibat luka di saluran cerna atau menstruasi, sedang hamil, hingga penyakit tertentu seperti kanker, miom, dan radang usus.

2. Anemia hemolitik

Jenis anemia selanjutnya adalah anemia hemolitik. Gangguan kekurangan darah ini terjadi karena kerusakan sel darah merah terjadi dengan cepat. Kondisinya, tidak bisa mengimbangi kemampuan tubuh untuk menggantikannya dengan sel darah yang baru.

Menangani anemia hemolitik tidak sesederhana anemia defisiensi. Tidak bisa hanya dengan mengonsumsi suplemen, tapi juga biasanya perlu transfusi darah. Dalam kondisi yang buruk, bahkan memerlukan obat-obat kortikosteroid, atau operasi.

Anemia hemolitik dapat terjadi karena beberapa kondisi. Misalnya saja karena kamu mengalami infeksi tertentu, memiliki penyakit autoimun, atau penyakit keturunan tertentu seperti G6PD dan thalasemia, hingga gangguan pada katup jantung.

3. Anemia defisiensi vitamin B12 dan B9

Jenis anemia yang mirip dengan anemia defisiensi besi adalah anemia defisiensi vitamin B12 dan B9 atau asam folat. Kedua vitamin ini diperlukan untuk membentuk sel darah merah sehat yang baru. Jika kamu mengalami jenis anemia ini, kamu bisa menanganinya dengan meningkatkan konsumsi kedua vitamin tersebut.

Anemia defisiensi vitamin B12 dan B9 biasanya terjadi karena pola makan yang rendah kandungan kedua vitamin ini. Kamu mungkin terbiasa makan tanpa memperhatikan nutrisi. Segera perbaiki pola makanmu, ya.

4. Anemia sel sabit

Anemia sel sabit adalah kondisi di mana tubuh mengalami kelainan genetik. Kelainan ini mengakibatkan sel darah merah berbentuk seperti sabit. Sel seperti ini akan mati dengan cepat. Akibatnya, tubuh kamu mungkin tidak pernah memiliki sel darah merah yang cukup alias selalu kekurangan.

Bentuk sel darah abnormal yaitu sabit ini, membuat darah lebih kaku dan lengket. Selain mudah mati, sel ini juga menghalangi darah yang seharusnya bisa mengalir ke tempat lainnya. Cara menangani jenis anemia ini adalah dengan transplantasi sumsum tulang, karena mengonsumsi obat-obatan hanya akan memperburuk keadaan.

5. Anemia aplastik

Jenis anemia berikutnya adalah anemia aplastik. Anemia aplastik harus diwaspadai karena dapat sangat mengancam nyawa seseorang. Masalahnya, tubuh tidak dapat menghasilkan sel darah merah yang cukup. Terjadi gangguan pada sumsum tulang atau produsen sel darah dalam tubuh manusia.

Anemia aplastik bisa terjadi akibat infeksi, penyakit autoimun, efek samping obat-obatan tertentu, terapi radiasi karena kanker, paparan zat beracun, hingga diturunkan dari orang tuamu.

Kalau kamu mengalami anemia aplastik, kamu bisa mengatasinya dengan memberikan tubuh antibiotik dan antivirus, jika disebabkan oleh infeksi. Selanjutnya transfusi darah, mengonsumsi obat penekan daya tahan tubuh, hingga transplantasi sumsum tulang.

Kalau kamu mengalami anemia, apalagi terasa sangat mengganggu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Tujuannya untuk menghindari jenis anemia akut yang mengancam tubuh. Tapi, jika kamu mengalami gejala ringan dari anemia, kamu bisa mencoba mengonsumsi suplemen yang mengandung zat besi, vitamin B9, dan B12. Misalnya saja seperti Ferospat dari Pyfa Health.

Buah untuk Menaikkan Trombosit

Penting Diketahui! Ini 9 Buah untuk Menaikkan Trombosit

Buah untuk Menaikkan Trombosit – Terdapat berbagai macam buah untuk menaikkan trombosit yang bisa dimanfaatkan selain mengonsumsi obat-obatan dari dokter. Menariknya, buah-buahan ini bisa didapatkan dengan harga terjangkau dan bisa ditemukan dengan mudah di pasar tradisional. Jadi, mau sehat tidak perlu mahal, bukan? Buah untuk Menaikkan Trombosit Trombositopenia atau defisiensi trombosit adalah keadaan dimana trombosit …

Penting Diketahui! Ini 9 Buah untuk Menaikkan Trombosit Selengkapnya »

Buah untuk Menaikkan Tensi

Penting Diketahui, Inilah Jenis Buah untuk Menaikkan Tensi

Buah untuk Menaikkan Tensi – Terdapat kondisi kesehatan dimana terjadinya tekanan darah rendah atau disebut juga dengan hipotensi yang cukup berbahaya terhadap kesehatan. Untuk itu, diperlukan adanya upaya menaikkan tekanan darah, salah satunya dengan mengonsumsi buah yang menaikkan tensi. Tekanan darah rendah atau hipotensi adalah kondisi tekanan darah dibawah normal yang terjadi karena adanya ketidakseimbangan …

Penting Diketahui, Inilah Jenis Buah untuk Menaikkan Tensi Selengkapnya »

Buah yang Bagus untuk Ibu Menyusui

Daftar Buah yang Bagus untuk Ibu Menyusui

Buah yang Bagus untuk Ibu Menyusui – Ibu menyusui membutuhkan asupan gizi yang seimbang agar bisa menghasilkan ASI yang berkualitas. Salah satu cara memenuhi gizi tersebut adalah dengan dengan mengonsumsi buah yang bagus untuk ibu menyusui yang akan dihadirkan dalam artikel kali ini. Menyusui merupakan cara alami untuk memberikan asupan gizi yang terbaik pada awal …

Daftar Buah yang Bagus untuk Ibu Menyusui Selengkapnya »

Buah untuk Tambah Darah

6 Buah untuk Penambah Darah Agar Bisa Menyembuhkan Anemia

Buah untuk Tambah Darah – Ketika jumlah sel darah merah di dalam tubuh kita sedikit, jalan mendapatkan nutrisi dan oksigen akan terganggu. Hal tersebut yang membuat kamu mengalami gejala anemia atau kekurangan darah. Beberapa gejala anemia yang sering terjadi adalah sering lelah, merasakan sakit kepala, kulit menjadi pucat bahkan hingga sesak nafas. Nutrisi untuk Menambah …

6 Buah untuk Penambah Darah Agar Bisa Menyembuhkan Anemia Selengkapnya »

Manfaat Buah Salak untuk Ibu Hamil

6 Manfaat Buah Salak untuk Ibu Hamil

Manfaat Buah Salak untuk Ibu Hamil – Buah salak merupakan salah satu jenis buah yang unik dan memiliki rasa manis. Beberapa orang menganggap kalau buah yang memiliki sisik yang tajam ini sebagai biang keladi sembelit. Dengan begitu, banyak orang yang tidak mengonsumsinya. Manfaat Buah Salak Secara Umum Buah salak memiliki beberapa manfaat yang besar. Beberapa …

6 Manfaat Buah Salak untuk Ibu Hamil Selengkapnya »