• shopee-bigramadhansale-1920x745
Penyakit pada Sistem Peredaran Darah yang Ditandai dengan Tingginya Tekanan Darah Disebut

Penyakit pada Sistem Peredaran Darah yang Ditandai dengan Tingginya Tekanan Darah, Disebut?

Penyakit pada Sistem Peredaran Darah yang Ditandai dengan Tingginya Tekanan Darah, Disebut? – Sistem peredaran darah atau yang biasa disebut dengan sistem kardiovaskuler merupakan sistem organ yang berfungsi untuk mendistribusikan oksigen serta zat dan nutrisi penting ke dalam sel, begitu juga sebaliknya. Sistem ini juga membantu menstabilisasi suhu dan pH tubuh.

Terganggunya sistem peredaran darah seseorang tentu bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Meskipun gejala, penyebab, dan gangguan yang diakibatkannya berbeda-beda, namun penyakit yang berkaitan dengan sistem kardiovaskuler kebanyakan termasuk penyakit serius dan berbahaya.

Salah satu penyakit pada sistem peredaran darah, di antaranya ada yang ditandai dengan tingginya tekanan darah orang tersebut. Nah, penyakit dengan gejala tersebut disebut dengan tekanan darah tinggi.

Jadi, penyakit pada sistem peredaran darah yang ditandai dengan tingginya tekanan darah disebut tekanan darah tinggi.

Apa Itu Tekanan Darah Tinggi?

Tekanan darah tinggi atau yang dikenal dengan nama hipertensi merupakan salah satu penyakit yang terjadi pada sistem pembuluh darah karena tekanan darah yang mengalir melalui pembuluh darah mengalami kenaikan di atas kondisi normal. Jika dibiarkan, gangguan ini bisa menyebabkan penyakit stroke, gangguan penglihatan, gagal jantung, serangan jantung, gangguan ginjal, bahkan penurunan fungsi seksual.

Official Store Pyfa Health

Jenis-jenis Penyakit pada Sistem Peredaran Darah Lainnya

1. Aterosklerosis

Aterosklerosis merupakan salah satu penyakit sistem peredaran darah dimana terjadinya perasan pada sistem pembuluh darah seseorang. Penyakit ini bisa disebabkan karena munculnya timbunan lemak dalam lapisan pembuluh darah.

Tumpukan yang menumpuk, bisa membuat arteri mengalami pengerasan dan membuatnya fungsi arteri kurang fleksibel. Efeknya, gangguan ini bisa mengakibatkan gangguan tekanan darah tinggi dan berlanjut pada kerusakan organ dalam seperti jantung dan ginjal.

2. Serangan jantung

Serangan jantung tentu menjadi momok yang cukup menakutkan. Pasalnya, penyakit ini bisa mengakibatkan kematian secara mendadak. Serangan jantung bisa terjadi karena sistem peredaran darah yang berperan sebagai suplai darah terputus dari jantung. Kondisi ini terjadi karena ada gumpalan darah di area tersebut.

Gejala umum yang sering terjadi pada penderita penyakit ini antara lain rasa nyeri di dada, sesak nafas, dan tubuh terasa lemas. Salah satu penyebab serangan jantung umumnya adalah penyakit jantung koroner.

3. Kolesterol tinggi

Tak hanya tekanan darah tinggi, tingginya kolesterol dalam darah juga bisa menyebabkan penyakit tertentu. Kolesterol bisa diakibatkan karena berbagai hal, mulai dari gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat. Beberapa kasus yang muncul juga bisa diakibatkan karena faktor genetik atau keturunan.

Kondisi ini bisa berbahaya karena menumpuknya lapisan kolesterol yang tebal dalam pembuluh darah bisa menghalangi kelancaran aliran darah seseorang.

4. Gagal jantung

Gagal jantung bisa terjadi karena jantung ini tidak mampu memompa darah ke seluruh tubuh dengan baik. Hal ini tentu bisa membuat penderitanya gangguan ini mengalami kelelahan, sesak napas, dan batuk. Bahkan, banyak penderita yang tak bisa beraktivitas secara maksimal. Aktivitas yang terbilang umum, seperti berjalan, naik tangga, atau membawa barang-barang pun terasa sulit dilakukan.

5. Stroke

Stroke terjadi karena adanya penyumbatan aliran darah yang mengarah ke otak. Sumbatan tersebut bisa terjadi karena adanya gumpalan darah atau pembuluh darah yang pecah. Tak hanya aliran darah, oksigen yang masuk ke otak juga terganggu. Stroke bisa menyebabkan gangguan yang cukup fatal, mulai dari kerusakan otak, kelumpuhan, hingga kematian.

Nah, itulah penjelasan mengenai penyakit pada sistem peredaran darah yang ditandai dengan tingginya tekanan darah, atau yang disebut dengan hipertensi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *