• All-Product-Pyfahealth-1920-x-745-pxl
Pentingnya Vitamin D untuk Penderita Covid-19

Pentingnya Vitamin D untuk Penderita Covid-19

Pentingnya Vitamin D untuk Penderita Covid-19 – Hingga Februari 2021, belum ditemukan obat yang pasti dapat melawan Covid-19. Di Indonesia maupun negara lain, orang-orang diminta menjaga kekebalan tubuhnya sehari-hari agar mampu melawan virus ini secara alami. Tidak jarang, para dokter merekomendasikan pasien untuk mengonsumsi vitamin.

Menjelang akhir tahun lalu, vitamin D mulai ramai disebut sebagai vitamin yang berdampak baik semasa pandemi. Berbagai penelitian menunjukkan pentingnya vitamin D untuk penderita Covid-19, salah satunya dalam mencegah atau memerangi virus tersebut.

Sumber Vitamin D

Vitamin D sebenarnya mudah diperoleh secara alami. Vitamin D dapat muncul dengan sendirinya, jika kamu menjemurkan tubuh di pagi hari. Sinar matahari pagilah yang menjadi salah satu sumber vitamin D.

Vitamin D bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Khususnya ketika kulit menerima sinar ultraviolet B dari matahari pagi. Perlu dicermati, ada kemungkinan tubuh kamu mengalami penurunan vitamin D selama pandemi, karena berkurangnya aktivitas di luar ruangan.

Maka dari itu, jangan heran jika ada dokter menyarankan kamu bangun pagi untuk menyerap nutrisi secara langsung. Untuk mencukupi kebutuhan vitamin D dalam tubuh, selain dari sinar matahari, vitamin D juga bisa diperoleh dari makanan seperti bagian hati lauk paukmu, telur, atau ikan.

Penelitian yang diterbitkan oleh jurnal medis JAMA Network Open, menunjukkan sepertiga dari 489 pasien Covid-19 kekurangan vitamin D. Ada dugaan bahwa orang yang kekurangan vitamin D memiliki resiko Covid-19 yang lebih tinggi, daripada yang berkecukupan.

Baca Juga: Berapa Kebutuhan Vitamin D Per Hari untuk Penderita Covid-19?

Pentingnya Vitamin D untuk Penderita Covid-19

Vitamin D berperan penting dalam memelihara sistem pernapasan. Meskipun ada ahli yang menyebut, studi soal vitamin D ini masih perlu dilengkapi dengan data klinis yang kuat. Tetapi, vitamin ini dipercaya tidak hanya baik untuk melawan Covid-19.

Vitamin D juga mampu melindungi infeksi saluran pernapasan akibat penyebab akut lainnya. Peneliti menyebut bahwa berjemur di pagi hari bisa dilakukan semua orang. Kebiasaan ini dinilai berpotensi memberikan banyak keuntungan dan tidak menimbulkan kerugian.

Dalam Jurnal Sains Nutrition, vitamin D terbukti mampu mengurangi kebutuhan pasien atas dukungan oksigen tambahan dalam perawatannya. Terutama, jika dikombinasikan dengan vitamin B12 dan magnesium.

Ingin membeli suplemen dan vitamin untuk mencegah penularan Covid-19? Kamu bisa membelinya di Official Store Pyfa Health. Yuk, cek produknya sekarang dan dapatkan diskon menarik setiap pembelian melalui Shopee. Klik banner di bawah ini, ya!

Bundle-Damuvit-C-1000-D3-400-Tablet

Kebutuhan Vitamin D Setiap Hari

Selayaknya vitamin pada umumnya, ada dosis atau kebutuhan optimal tubuh manusia menampung vitamin D setiap harinya. Vitamin D dengan dosis 400-5.000 IU bisa diperoleh secara mudah dan bebas di toko obat. Tetapi, untuk dosis 50.000 IU, vitamin D ini memerlukan resep sebagai rekomendasi dari dokter. Untuk kebutuhan optimal vitamin D setiap harinya, kamu bisa mengacu pada keterangan di bawah ini.

  • Untuk usia 0-12 bulan, membutuhkan 400 IU vitamin D.
  • Bagi yang berusia 1-70 tahun, memerlukan 600 IU vitamin D.
  • Sedangkan di atas 70 tahun, butuh 800 IU vitamin D.

Itu tadi adalah batas optimalnya. Kandungan vitamin D tinggi dalam tubuh tidak akan menimbulkan masalah, selama tidak melewati batas maksimal di bawah ini.

  • Usia 0-6 bulan, 1.000 IU per hari.
  • Usia 7-12 bulan, 1.500 IU per hari.
  • Usia 1-3 tahun, 2.500 IU per hari.
  • Usia 4-8 tahun , 3.000 IU per hari.
  • Usia 9 hingga 70 tahun ke atas, 4.000 IU per hari.

Vitamin D memang dapat kamu peroleh secara alami. Selain mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin D, nutrisi ini juga bisa didapatkan dari suplemen tambahan. Nah, ada baiknya, kamu mengonsultasikan kebutuhan tubuh kamu pada dokter sebelum mengonsumsi vitamin D.

Baca Juga: 7 Makanan untuk Jaga Imunitas Saat Pandemi Covid-19.

Rekomendasi dari dokter akan mendorong kamu memenuhi vitamin D sesuai yang kebutuhan. Rekomendasi ini terutama diperlukan jika kamu sedang dalam kondisi berikut ini.

  • Memiliki alergi pada makanan tertentu, obat-obatan, atau jenis bahan lain yang terdapat dapat suplemen vitamin D.
  • Sering merasa sakit kepala atau memiliki riwayat penyakit seperti autoimun, batu ginjal, hingga tekanan darah tinggi.
  • Memiliki riwayat penyakit jantung, hati, kulit, paru-paru, gangguan lambung, ataupun tiroid.

Jadi, jika timbul gejala tidak nyaman pada tubuh karena mengonsumsi vitamin D, segera konsultasikan dengan dokter. Bisa jadi kamu mengalami kelebihan vitamin D.

Baca Juga: Simak 4 Vitamin untuk Menjaga Imun Saat Pandemi Covid-19 Berikut Ini.

Untuk mendapatkan vitamin D, kamu bisa mengonsumsi suplemen D3-400 dan D3-1000 dari Pyfa Health. Suplemen tersebut bisa kamu beli secara online melalui rekomendasi berikut ini.

Rekomendasi Suplemen dan Vitamin untuk Mencegah Penularan Covid-19

Sumber:

https://www.straitstimes.com/singapore/health/sufficient-levels-of-vitamin-d-may-lessen-your-chances-of-getting-covid-19-and.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *