• shopee-bigramadhansale-1920x745
Jelaskan Bahaya Kabut Asap Bagi Kesehatan Organ Pernapasan

Jelaskan Bahaya Kabut Asap Bagi Kesehatan Organ Pernapasan, Ini 5 Dampaknya

Jelaskan Bahaya Kabut Asap Bagi Kesehatan Organ Pernapasan – Kebakaran hutan, seperti beberapa kasus yang terjadi di pulau Sumatera dan Kalimantan dapat menimbulkan masalah kabut asap di sekitar kawasan tersebut. Kabut asap sendiri bisa memengaruhi kualitas udara dan kesehatan lingkungan di wilayah yang terdampak. Tak hanya kebakaran hutan, beberapa kota besar yang terdapat banyak pabrik dan industri manufaktur juga mengalami hal ini.

Sedikit penjelasan tentang kabut, kabut asap adalah polusi udara yang dihasilkan dari campuran beberapa gas dan partikel yang bereaksi akibat adanya sinar matahari. Beberapa campuran gas tersebut, di antaranya yaitu sebagai berikut.

  • Karbon dioksida (CO2).
  • Karbon monoksida (CO).
  • Sulfur dioksida (SO2).
  • Nitrogen dioksida (NO2).
  • Senyawa organik yang mudah menguap (VOC).
  • Ozon.

Lalu, partikel seperti apa yang terkandung dalam kabut asap itu. Beberapa partikel di dalam kabut asap antara lain, asap, debu, pasir, dan serbuk sari. Berbagai jenis gas dan partikel yang bereaksi tentu sangat berbahaya dan mengganggu kesehatan, khususnya risiko kesehatan yang berkaitan dengan pernapasan.

Lantas, Apa Bahaya Kabut Asap Bagi Kesehatan Organ Pernapasan?

Jelaskan bahaya kabut asap bagi kesehatan organ pernapasan, ini 5 bahaya dan dampaknya yang perlu kamu ketahui.

Official Store Pyfa Health

1. Iritasi batuk dan gangguan tenggorokan

Salah satu dampak kabut asap terhadap kesehatan dan pernapasan antara lain terjadinya iritasi dan batuk di tenggorokan. Ketika kamu terpapar dengan kabut asap dalam intensitas yang cukup sering, maka sistem pernapasan kamu dapat rusak dan terganggu. Efek itu bisa menyebabkan iritasi dan batuk secara terus menerus. Gangguan ini biasanya terjadi selama beberapa jam setelah kamu menghirup atau terpapar kabut asap.

2. Mata memerah

Dampak kabut asap selanjutnya yaitu merusak kesehatan mata dapat membuat iritasi. Gangguan ini terjadi jika salah satu partikel atau zat, seperti debu, asap, dan lainnya terkena mata. Jika mata mengalami iritasi, bilas segera menggunakan air yang mengalir.

3. Sulit bernapas

Dampak kabut asap selanjutnya, yaitu munculnya gangguan pernapasan seperti gangguan sulit bernapas. Saat kondisi ini muncul, sebaiknya kamu menghindari melakukan aktivitas fisik yang berat, seperti olahraga.

Tubuh membutuhkan energi yang besar saat melakukan kegiatan tersebut, sehingga kebutuhan oksigen juga meningkat. Kemunculan kabut asap sendiri justru bisa membuat kamu sulit bernapas. Akibatnya, kebutuhan oksigen yang meningkat justru tak bisa disuplai dengan baik oleh tubuh. Tubuh pun akan terasa sangat lemas.

4. Membuat kondisi penderita asma memburuk

Untuk kamu penderita asma, tentu harus menghindari lokasi atau daerah yang terdampak masalah ini. Karena, kabut asap bisa memperburuk kondisi penyakit tersebut. Gas ozon yang ada didalamnya, bisa memunculkan iritasi saluran pernapasan dan paru-paru.

Efeknya, gangguan asma akan lebih sering muncul dan kondisi ini bisa terus memburuk. Tidak hanya itu, partikel berbahaya dari asap juga berisiko menyebabkan penurunan fungsi dan kerja paru-paru.

5. Meningkatkan risiko penyakit paru-paru

Dampak kabut asap lainnya terhadap kesehatan pernapasan, yaitu berdampak pada kesehatan paru-paru. Pada awalnya, banyak orang mungkin tidak menyadarinya penyakit ini. Namun, jika dibiarkan terus menerus, tidak menutup kemungkinan paru-paru kamu bisa mengalami emfisema. Kondisi ini terjadi kerana kantong udara dalam paru-paru terganggu akibat udara kotor yang terhirup, sehingga penderita akan terasa sesak dan sulit bernapas.

Nah, itulah sedikit penjelasan mengenai bahaya kabut asap bagi kesehatan organ pernapasan. Meskipun terlihat seperti kabut atau asap biasa saja, namun kandungan gas dan partikel di dalamnya cukup berbahaya bagi kesehatan dan organ pernapasan kamu.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *