• shopee-bigramadhansale-1920x745
Gejala dan Cara Mengatasi Anemia pada Remaja

Ketahui Gejala dan Cara Mengatasi Anemia pada Remaja Sejak Dini

Gejala dan Cara Mengatasi Anemia pada Remaja – Sebelum membahas mengenai gejala dan cara mengatasi anemia pada remaja, ada baiknya kita mengenal dahulu apa yang disebut dengan anemia dan faktor apa saja yang menyebabkannya.

Anemia adalah suatu kondisi dimana kadar hemoglobin (HB) di dalam darah lebih rendah daripada nilai normal untuk kelompok orang berdasarkan umur dan jenis kelaminnya. Hemoglobin sendiri merupakan zat warna di dalam darah yang fungsi utamanya adalah mengangkut oksigen dan karbondioksida dalam tubuh.

Gejala dan Cara Mengatasi Anemia pada Remaja

Terdapat faktor-faktor yang menyebabkan seseorang terkena anemia, misalnya saja sebagai berikut.

  • Kekurangan zat besi dan zat gizi lainnya. Kekurangan zat besi dan gizi ini disebabkan oleh rendahnya konsumsi makanan yang mengandung zat gizi, seperti kurang vitamin A, C, asam folat dan juga terutama zat besi.
  • Penyerapan zat besi yang rendah. Rendahnya penyerapan zat besi pada tubuh disebabkan oleh kandungan zat besi yang terlampau rendah dalam makanan.
  • Infeksi penyakit. Adanya penyakit seperti demam berdarah, malaria juga merupakan salah satu faktor terjadinya anemia.

Sedangkan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya anemia pada remaja antara lain adalah adanya penyakit infeksi yang kronis, menstruasi yang berlebihan, pendarahan mendadak karena kecelakaan, serta kekurangan gizi akibat pola makan yang buruk serta diet yang berlebihan.

Official Store Pyfa Health

Gejala anemia secara umum, termasuk gejala anemia pada remaja menurut University of North Calorina (2002) dalam Briawan (2014), antara lain sebagai berikut.

  • Pucat pada bibir, kuku, gusi, mata, dan telapak tangan.
  • Cepat lelah.
  • Jantung berdenyut kencang dan napas tersengal atau pendek meski hanya melakukan aktivitas ringan.
  • Nyeri dada.
  • Pusing.
  • Mata berkunang.
  • Tangan dan kaki dingin atau mati rasa.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Mudah marah.

Gejala anemia membuat seseorang menjadi mudah lelah dan sulit untuk berkonsentrasi, maka tak jarang penderita anemia khususnya pada anak usia sekolah dan remaja mengalami penurunan nilai akademik di sekolah. Perkembangan kognitif pada remaja juga menjadi tidak maksimal karena penyakit anemia yang dideritanya (Putrihantini & Erawati, 2013).

Terdapat empat cara yang bisa dilakukan untuk mencegah dan mengatasi terjadinya anemia pada remaja, antara lain adalah sebgai berikut.

1. Mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi

Zat besi merupakan komponen utama dalam pembentukan sel darah merah. Dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi, dengan sendirinya kondisi anemia bisa dihindari. Bahan makanan yang kaya akan zat besi antara lain adalah daging, ikan, ayam, hati, telur, kacang-kacangan, serta sayuran yang berwarna hijau tua. Buah bit juga merupakan salah satu bahan makanan yang sangat direkomendasikan bagi penderita anemia.

2. Mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin C

Tidak hanya makanan yang kaya akan zat besi, namun makanan yang mengandung vitamin C juga wajib dikonsumsi, karena vitamin C dapat membantu tubuh untuk bisa menyerap zat besi dengan lebih baik. Contoh makanan yang merupakan sumber vitamin C antara lain, cabai, tomat, buah berry, kiwi, dan jeruk.

3. Mengonsumsi suplemen penambah zat besi

Anemia banyak diderita oleh remaja putri karena siklus haid atau menstruasi yang dialami setiap bulannya. Pada saat haid, tubuh mengeluarkan darah dalam jumlah yang cukup banyak, sehingga tubuh harus segera kembali memproduksi sel darah merah yang cukup.

Meminum suplemen tambah darah atau penambah zat besi seperti Ferospat dari Pyfa Health adalah salah satu cara yang direkomendasikan untuk memenuhi kebutuhan zat besi harian, khususnya bagi remaja putri yang sedang mengalami menstruasi.

4. Berobat ke dokter

Apabila merasakan tanda dan gejala anemia yang tidak kunjung mereda padahal sudah makan seimbang dan kaya akan vitamin C dan juga zat besi, serta sudah mengonsumsi suplemen penambah darah, ada baiknya penderita anemia, termasuk remaja, untuk segera mengonsultasikannya pada dokter untuk diberikan penanganan yang lebih profesional.

Nah, itulah gejala dan cara mengatasi anemia pada remaja. Semoga informasi di atas dapat membantu, ya.

Rekomendasi Suplemen dan Vitamin untuk Mencegah dan Mengatasi Anemia

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *