• shopee-bigramadhansale-1920x745
Bolehkah Ibu Hamil Makan Jengkol

Bolehkah Ibu Hamil Makan Jengkol? Ini Jawabannya

Bolehkah Ibu Hamil Makan Jengkol? – Masa kehamilan merupakan masa yang paling ditunggu oleh kebanyakan para wanita. Sayangnya, kondisi tersebut kerap membuat tubuh dan kesehatan mereka tidak stabil.

Untuk menjaga kesehatan ibu dan janin yang dikandungnya, maka para calon ibu dianjurkan untuk memilah makanan dan asupan yang mereka konsumsi dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai, asupan tersebut membahayakan keduanya.

Nah, salah satu makanan yang kerap menjadi pertanyaan bagi para calon ibu, yaitu bolehkah ibu hamil mengonsumsi jengkol? Terlebih lagi jika orang tersebut memang menyukainya. Agar tidak terjadi menimbulkan kesalahpahaman, berikut penjelasan mengenai hal itu.

Bolehkah Ibu Hamil Makan Jengkol dan Apakah Aman?

Jawaban dari pertanyaan ini tentu bervariasi. Meskipun ibu hamil diperbolehkan untuk mengonsumsi jengkol selama masa kehamilan, tapi tetap saja harus membatasi jumlahnya. Batas aman mengonsumsi jengkol, yaitu sekitar 3 keping saja.

Official Store Pyfa Health

Pada dasarnya, mengonsumsi jengkol tidak akan berdampak buruk atau bisa mengancam keselamatan si bayi secara langsung. Namun, tetap saja jika ibu hamil mengonsumsinya secara berlebihan, bisa mengakibatkan gangguan pada kesehatan ginjal.

Gangguan ini muncul karena asam jengkolat bisa menyebabkan keracunan. Jika kondisi ini terjadi secara terus menerus dan mengakibatkan penumpukan di ginjal, maka hal itu bisa mengakibatkan pembentukan kristal. Buruknya, kristal ini bisa berpotensi merusak atau merobek dinding saluran kemih si ibu.

Mengonsumsi jengkol berlebihan di masa kehamilan juga bisa menyebabkan gangguan lainnya, seperti rasa nyeri di perut bagian bawah, terjadinya pendarahan saluran kemih (hematuria), hingga mengalami gagal ginjal.

Dalam jurnal kesehatan yang diterbitkan Perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat, jengkol (Archidendron pauciflorum) dikatakan sebagai makanan yang sebaiknya dihindari selama masa kehamilan. Selain faktor aromanya yang kuat, rasanya pahitnya juga berpotensi membahayakan kesehatan bayi dan menyebabkan proses melahirkan terganggu.

Efek Samping Ibu Hamil Mengonsumsi Jengkol

Sebaiknya, ibu hamil menghindari terlebih makanan ini. Untuk mengingatkan kembali, berikut beberapa penjelasan efek Samping ibu hamil mengonsumsi jengkol.

1. Mengalami sakit pinggang

Bagi para wanita hamil, nyeri pinggang mungkin merupakan hal yang umum dan kerap terjadi. Namun, jika nyeri punggung muncul setelah kamu mengonsumsi jengkol, tentu ini pertanda kurang baik.

Asam jengkolat dalam jengkol bisa menjadi penyebab munculnya gangguan ini, khususnya jika dikonsumsi terlalu banyak. Menumpuknya asam tersebut pada sistem sekresi tubuh, tentu bisa menyebabkan sakit punggung, hingga kesulitan duduk dan berdiri.

2. Gangguan pada ginjal

Asam jengkolat yang terus menumpuk karena terlalu banyak mengonsumsi jengkol juga bisa mengganggu kesehatan ginjal. Pada akhirnya, kerja ginjal akan menurun sehingga fungsinya sebagai organ pembuang racun dalam tubuh juga tidak maksimal. Gejala tersebut biasanya diawali dengan nyeri panggul, obstruksi kandung kemih, dan berlanjut hingga gangguan ginjal akut.

3. Buruknya, bisa mengakibatkan keguguran

Dampak terburuk dari mengonsumsi jengkol berlebihan saat kondisi hamil yaitu bisa mengakibatkan keguguran atau janin meninggal saat masih di dalam rahim. Kasus ini terjadi karena wanita tersebut mengalami keracunan asam jengkolat yang parah. Asam jengkolat yang berubah menjadi kristal kemudian akan akan menumpuk di ginjal dan mengganggu sistem sekresi pada wanita hamil.

4. Keracunan jengkol

Kondisi ini muncul karena wanita tersebut mengonsumsi jengkol dalam jumlah yang sangat besar. Biasanya, kondisi ini diawali dengann perasaan tidak nyaman, mual, muntah, sakit kepala, nyeri pada tubuh, demam, dan sulit buang air kecil.

Nah, itulah penjelasan mengenai bolehkah ibu hamil mengonsumsi jengkol. Meski diperbolehkan, namun batasi juga jumlah konsumsinya. Jika perlu, hindari terlebih dahulu untuk sementara waktu. Pilihlah makanan bergizi lainnya yang memang dianjurkan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil. Jaga kondisi asupan tubuh dengan mengonsumsi makanan seimbang dan bergizi lengkap.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *